Kiriman dibuat oleh Riziq Ashiddiqi

Nama: Riziq Ashiddiqi
NPM: 2217051082
Kelas: S1 2022 ILKOM D

Dimana progres pendalaman demokrasi di Indonesia dibuktikan dengan pemilihan umum yang menunjukkan apakah demokrasi hanya berjalan prosedural atau sudah sampai tingkat substantif. Dengan adanya kasus hoax (berita bohong), hate speech (ujaran kebencian), dan politisasi agama. Politisasi agama ini adalah dengan kedua pihak mengaku sebagai paling mewakili suara umat Islam, yang menyebabkan rasa saling tidak percaya.
Pemilihan umum (pemilu) yang juga merupakan proses pendalaman demokrasi dapat dihambat dengan parpol yang hanya memperjuangkan kepentingannya sendiri dan mengabaikan pendukungnya, pembelahan yang bertentangan dengan nilai bangsa (seperti penggunaan istilah “cebong” sebagai julukan pendukung Jokowi dan “kampret” sebagai julukan pendukung Prabowo), dan ketidaknetralan birokrasi yang memperlemah legitimasi kinerja pemerintah.
Nama: Riziq Ashiddiqi
NPM: 2217051082
Kelas: D

Walaupun demokrasi dapat menyasar ke perselisihan antar gagasan dan dapat menghasilkan pemimpin yang anti-sains dan/atau mengekang kebebasan pendapat, demokrasi dapat mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik (walau juga dapat memberi ruang untuk konflik), meningkatkan partisipasi publik, lebih bisa menegakkan dan menjamin HAM. Seperti Winston Churchill berkata "democracy is the worst form of government – except for all the others that have been tried."