Posts made by M. DAMAR SYAHPUTRA

Kelompok 5
1. Reyhana Putri z 2217061110
2. ⁠M. Damar Syahputra 2217061038
3. Lamtiarma Viona Simamora (2217061104)
4. ⁠ Lyra Carisca Tresya (2217061048)
5. ⁠Zahra Aulia PF (2217061112)
6. Chanda Rizkia Rahma (2217061050)
7. Reni puspita sari ( 2117061015)

Menjawab pertanyaan kelompok 1

Pertanyaan pengendalian hayati:

1. Teknik augmentasi dalam pengendalian hayati merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk memperkuat populasi agen pengendali hayati yang menguntungkan, seperti predator alami, parasitoid, atau patogen, untuk mengendalikan organisme target yang dianggap hama. Syarat-syarat umum untuk melaksanakan teknik augmentasi ini meliputi:

- Ketersediaan Agen Pengendali Hayati yang Efektif: Harus ada agen pengendali hayati yang efektif dan sesuai dengan organisme target yang akan dikendalikan.
- Ketersediaan Sumber Daya: Diperlukan sumber daya yang mencukupi untuk memproduksi, menyimpan, dan mendistribusikan agen pengendali hayati.
- Keberlanjutan: Teknik augmentasi harus dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk mencapai kontrol yang efektif terhadap organisme target.

2. Pengendalian hayati dan penggunaan pestisida kimia adalah dua pendekatan yang berbeda dalam mengendalikan hama tanaman. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

Pertama, pengendalian Hayati Menggunakan agen pengendali hayati, seperti predator alami, parasitoid, atau patogen, yang secara alami mengendalikan populasi hama tanaman. Sedangkan,
Pestisida Kimia: Menggunakan senyawa kimia yang dirancang untuk membunuh atau mengendalikan hama tanaman secara langsung.

Kedua, Agen pengendali hayati biasanya bekerja secara spesifik terhadap organisme target tanpa merusak organisme non-target. Sedangkan, Pestisida Kimia Pestisida kimia cenderung bersifat lebih luas dalam kerjanya, dapat membunuh organisme target maupun non-target.

Ketiga, Pengendalian Hayati Lebih ramah lingkungan karena menggunakan agen pengendali yang alami dan seringkali tidak meninggalkan residu berbahaya. Sedangkan, Pestisida Kimia Dapat meninggalkan residu berbahaya di tanaman, tanah, dan air, serta dapat mencemari lingkungan.

3. cara di mana pengendalian hayati dapat berkontribusi terhadap pengembangan resistensi tanaman:

1. Mengurangi Tekanan Hama: Pengendalian hayati yang efektif dapat mengurangi populasi hama secara signifikan. Karena, tanaman yang terpapar jumlah hama yang lebih sedikit cenderung memiliki tekanan seleksi yang lebih rendah untuk mengembangkan resistensi.

2. Meningkatkan Keseimbangan Ekosistem: Penggunaan agen pengendali hayati yang tidak merusak lingkungan atau predator alami hama dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

3. Mendorong Pertumbuhan Tanaman yang Lebih Kuat, Beberapa agen pengendali hayati, seperti mikroba tanah yang menguntungkan, dapat meningkatkan kesehatan dan kekuatan tanaman. Tanaman yang lebih sehat cenderung memiliki kemampuan alami yang lebih baik untuk melawan serangan hama.

4. Peningkatan Keragaman Genetik: Penggunaan variasi genetik dalam agen pengendali hayati, seperti strain bakteri atau virus yang berbeda, dapat meningkatkan keragaman genetik dalam populasi hama. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko hama yang dapat menyesuaikan diri dengan tanaman yang resisten secara genetik.

4. Ketidakmampuan musuh alami untuk bertahan hidup setelah dilepaskan dapat memiliki beberapa dampak dan penyebab yang berbeda yaitu:

- Kegagalan Pengendalian Hama Jika musuh alami tidak dapat bertahan hidup, maka tidak akan ada pengendalian efektif terhadap hama yang ditargetkan. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan populasi hama dan kerugian bagi pertanian.
- Kerusakan Lingkungan: Penggunaan musuh alami yang tidak efektif dapat menyebabkan peningkatan penggunaan pestisida kimia, yang dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.

5. Proses seleksi agen pengendali hayati yang efektif untuk mengendalikan hama tanaman secara spesifik melibatkan beberapa langkah penting:

- Identifikasi Hama dan Potensial Musuh Alami: Langkah pertama adalah mengidentifikasi hama tanaman yang menjadi target pengendalian serta memahami siklus hidup, perilaku, dan habitatnya.
- identifikasi potensial musuh alami yang dapat efektif mengendalikan hama tersebut.
- Melakukan uji laboratorium dan lapangan untuk mengukur efektivitas musuh alami terhadap hama tanaman yang ditargetkan.
- Uji Selektivitas: Penting untuk memastikan bahwa musuh alami yang dipilih tidak akan merusak organisme non-target yang penting dalam ekosistem.
- Uji Keselamatan: Melakukan uji untuk memastikan bahwa musuh alami yang dipilih tidak berpotensi membahayakan kesehatan manusia atau hewan ternak.
- Uji Perilaku dan Persistensi: Mengkaji perilaku musuh alami dalam lingkungan lapangan dan seberapa lama mereka dapat bertahan hidup dan efektif mengendalikan hama tanaman.
- Pemilihan dan Pelepasan: Setelah agen pengendali hayati yang efektif teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah memproduksi agen pengendali dalam jumlah yang cukup dan melepaskannya ke habitat alami hama tanaman.
- Monitoring dan Evaluasi: Penting untuk terus memantau efektivitas agen pengendali hayati setelah dilepaskan dan melakukan evaluasi terhadap pengendalian yang dicapai. Jika diperlukan, langkah-langkah tambahan dapat diambil untuk memperbaiki efektivitas pengendalian.

Pertanyaan interaksi mikroba :

1. Interaksi antara mikroba dan tanaman merupakan proses kompleks yang melibatkan berbagai mekanisme dan interaksi kimia, fisik, dan biologis. Berikut adalah gambaran umum tentang bagaimana interaksi ini terjadi
- Mikroba dan tanaman saling mengenali melalui sinyal kimia yang dihasilkan oleh keduanya. Tanaman dapat mendeteksi keberadaan mikroba melalui senyawa-senyawa tertentu yang diproduksi oleh mikroba, sedangkan mikroba dapat merespons senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tanaman.
- Mikroba kemudian dapat mengkolonisasi berbagai bagian tanaman, termasuk akar, batang, dan daun, tergantung pada jenis mikroba dan tanaman yang terlibat. Kolonisasi ini dapat memberikan manfaat bagi tanaman, seperti meningkatkan serapan nutrisi atau melindungi tanaman dari patogen
- Mikroba dan tanaman dapat saling memengaruhi melalui hormon. Misalnya, mikroba dapat merangsang tanaman untuk menghasilkan hormon pertumbuhan tertentu yang menguntungkan pertumbuhan tanaman.
- Mikroba yang menguntungkan juga dapat membantu mengaktifkan sistem pertahanan tanaman terhadap serangan patogen. Mereka dapat menghasilkan senyawa yang merespons patogen atau menginduksi tanaman untuk menghasilkan senyawa-senyawa pertahanan sendiri.
- Beberapa mikroba membentuk hubungan simbiotik dengan tanaman, seperti mikoriza atau bakteri rhizobia. Dalam hubungan ini, mikroba mendapatkan nutrisi dari tanaman, sementara tanaman mendapatkan manfaat seperti peningkatan serapan nutrisi atau perlindungan terhadap stres lingkungan.
- Interaksi dengan tanaman juga dapat mempengaruhi komunitas mikroba di sekitar tanaman. Tanaman dapat mempengaruhi kondisi lingkungan sekitarnya, seperti pH tanah atau ketersediaan nutrisi, yang dapat mempengaruhi jenis dan jumlah mikroba yang dapat bertahan hidup di lingkungan tersebut.
2. Kerjasama antara mikroba dan akar tanaman sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang sehat. Mikroba, seperti bakteri dan fungi, membantu memecah nutrisi di tanah sehingga lebih mudah diserap oleh akar tanaman. Mereka juga dapat membantu melindungi tanaman dari penyakit dan stres lingkungan. Dengan demikian, kerjasama ini meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi dan meningkatkan ketahanannya terhadap kondisi lingkungan yang berubah.
3. Mikroba memiliki peran penting dalam menyediakan nutrisi yang tersedia untuk tanaman. Mereka membantu dalam proses dekomposisi bahan organik di tanah, menghasilkan senyawa-senyawa yang dapat diserap oleh akar tanaman. Selain itu, mikroba juga dapat membantu tanaman dalam menyerap unsur hara tertentu dan melawan patogen yang dapat merusak tanaman. Dengan demikian, kehadiran mikroba yang baik di sekitar akar tanaman dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi dan melindungi tanaman dari penyakit, yang berdampak positif pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
4. Mikroba mempengaruhi kesehatan tanaman melalui beberapa mekanisme: Dekomposisi Bahan Organik: Mikroba membantu dalam proses dekomposisi bahan organik di tanah, memecahnya menjadi senyawa-senyawa yang dapat diserap oleh tanaman. Fiksasi Nitrogen: Beberapa jenis bakteri tanah, seperti Rhizobium, mampu mengambil nitrogen dari udara dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman, meningkatkan ketersediaan nitrogen bagi tanaman.Proteksi terhadap Patogen: Mikroba yang hidup di sekitar akar tanaman dapat bersaing dengan patogen tanaman untuk sumber daya dan ruang, serta menghasilkan senyawa antimikroba yang membantu melindungi tanaman dari infeksi patogen. Simbiosis: Hubungan simbiotik antara tanaman dan mikroba tertentu, seperti misalnya mikoriza, dapat meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tanaman dan meningkatkan toleransinya terhadap stres lingkungan.

5. Ya, interaksi antara mikroba dan tanaman dapat mempengaruhi dampak perubahan lingkungan, terutama perubahan iklim. Berikut beberapa dampaknya: Siklus Nutrisi: Perubahan iklim dapat memengaruhi aktivitas mikroba di tanah, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi siklus nutrisi tanaman. Misalnya, peningkatan suhu tanah dapat meningkatkan laju dekomposisi bahan organik, yang dapat menghasilkan lebih banyak nutrisi bagi tanaman. Ketersediaan Air: Perubahan iklim seperti peningkatan suhu dan pola curah hujan yang tidak teratur dapat memengaruhi ketersediaan air di tanah. Mikroba yang hidup di tanah dapat membantu tanaman dalam menyerap dan memanfaatkan air dengan lebih efisien melalui proses pengaturan struktur tanah dan perubahan biokimia. Ketahanan Terhadap Stres: Interaksi antara mikroba dan tanaman juga dapat memengaruhi ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan yang disebabkan oleh perubahan iklim, seperti kekeringan atau serangan penyakit yang meningkat akibat perubahan suhu. Mikroba yang bermanfaat dapat membantu meningkatkan sistem pertahanan tanaman dan mengurangi dampak stres lingkungan. Penyimpanan Karbon: Mikroba tanah memiliki peran penting dalam siklus karbon di tanah. Perubahan iklim dapat memengaruhi aktivitas mikroba dan proses dekomposisi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi keseimbangan karbon di tanah. Dengan demikian, interaksi antara mikroba dan tanaman dapat mempengaruhi seberapa efisien tanah menyimpan karbon dari atmosfer.
Kelompok 5
1. Reyhana Putri z 2217061110
2. ⁠M. Damar Syahputra 2217061038
3. Lamtiarma Viona Simamora (2217061104)
4. ⁠ Lyra Carisca Tresya (2217061048)
5. ⁠Zahra Aulia PF (2217061112)
6. Chanda Rizkia Rahma (2217061050)
7. Reni puspita sari ( 2117061015)

Menjawab Pertanyaan Kel. 4
1. Apa tantangan utama yang dihadapi dalam mengimplementasikan pengendalian hayati dengan mikroba? (Interaksi mikroba)
Jawab=
Salah satu tantangan utama dalam mengimplementasikan pengendalian hayati dengan mikroba adalah memahami dan mengelola interaksi kompleks antara mikroba yang berbeda dalam lingkungan target. Interaksi ini dapat mencakup persaingan untuk sumber daya, predasi, atau produksi senyawa yang memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup mikroba lainnya. Oleh karena itu, memilih mikroba yang tepat dan memahami dinamika interaksinya penting untuk keberhasilan pengendalian hayati.
2. Bagaimana mikroba digunakan dalam pengendalian hayati untuk mengendalikan hama tanaman? (Interaksi mikroba)
Jawab=
Mikroba digunakan dalam pengendalian hayati untuk mengendalikan hama tanaman melalui beberapa cara. Misalnya, bakteri seperti Bacillus thuringiensis dapat menghasilkan toksin yang membunuh larva serangga. Jamur seperti Beauveria bassiana dapat menginfeksi dan membunuh hama tanaman seperti kutu daun. Ini adalah contoh interaksi mikroba yang membantu melindungi tanaman tanpa merusak lingkungan.

3. Apa saja faktor yang mempengaruhi interaksi mikroba dengan tanaman dalam pengendalian hayati? (interaksi mikroba)
Jawab=
1).Jenis Mikroba: Jenis mikroba yang digunakan dalam pengendalian hayati akan mempengaruhi interaksinya dengan tanaman. Beberapa mikroba lebih efektif dalam menekan patogen tanaman daripada yang lain.
2).Lingkungan Tanah: Kondisi lingkungan tanah seperti pH, kelembaban, tekstur tanah, dan ketersediaan nutrien akan memengaruhi pertumbuhan dan aktivitas mikroba.
3).Jenis Tanaman: Berbagai jenis tanaman memiliki interaksi yang berbeda dengan mikroba. Beberapa tanaman mungkin lebih responsif terhadap pengendalian hayati daripada yang lain.
4).Sistem Akar: Sistem akar tanaman juga memainkan peran penting dalam interaksi dengan mikroba, karena mikroba seringkali berinteraksi langsung dengan akar tanaman.
Praktik Manajemen 5).Tanaman: Penggunaan pupuk, pengendalian gulma, dan praktik manajemen lainnya juga dapat mempengaruhi interaksi mikroba dengan tanaman.
6).Kehadiran Patogen: Kehadiran patogen dalam tanah akan mempengaruhi dinamika interaksi antara mikroba pengendali hayati dan patogen tersebut.
4. Apakah penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati tanaman dapat secara efektif mengurangi penggunaan pestisida kimia dan apa dampak negatifnya terhadap lingkungan? (interaksi mikroba)
Jawab=
Penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati tanaman dapat efektif mengurangi penggunaan pestisida kimia karena mikroba tersebut dapat berperan sebagai agen pengendali hama atau patogen tanaman. Namun, dampak negatifnya terhadap lingkungan bisa terjadi jika mikroba yang digunakan tidak spesifik terhadap target dan dapat mengganggu ekosistem yang seimbang. Selain itu, penggunaan mikroba juga bisa menimbulkan resistensi pada organisme target jika tidak dikelola dengan baik.

5. Bagaimana keberlanjutan penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati tanaman dapat dijamin untuk jangka panjang? Berikan alasan dan jelaskan! (interaksi mikroba)
Jawab=
Penggunaan mikroba dalam pengendalian hayati tanaman dapat dijamin untuk jangka panjang melalui praktik-praktik berkelanjutan seperti rotasi tanaman, penggunaan varietas tanaman yang tahan penyakit, dan manajemen terpadu hama. Ini memastikan ekosistem tanah tetap seimbang, memungkinkan mikroba bermanfaat untuk terus berkembang dan memberikan perlindungan jangka panjang tanaman. Selain itu, penelitian dan inovasi terus-menerus dalam bidang ini juga mendukung pengembangan solusi yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.

PERTANYAAN PENGENDALIAN HAYATI

1. Sebutkan Contoh teknik inokulasi dalam augmentasi pengenalan hayati! (Pengendalian hayati)
Jawab=
1).Pengenalan Hayati Menggunakan DNA Metagenomik: Inokulasi sampel dengan DNA dari lingkungan tertentu untuk meningkatkan pengidentifikasian organisme yang ada.
2).Kultivasi Bakteri: Menggunakan bakteri tertentu untuk menginisiasi pertumbuhan mikroorganisme lain dalam sampel lingkungan.
Inokulasi dengan 3).Kolonisasi Bakteri: Menggunakan bakteri yang sudah diketahui untuk menumbuhkan spesies bakteri lainnya yang mungkin sulit tumbuh dalam kondisi laboratorium.
Penggunaan Isolat 4).Referensi: Menggunakan isolat bakteri atau gen referensi untuk membandingkan dan mengidentifikasi organisme dalam sampel lingkungan.

2. Keuntungan :
- Ramah Lingkungan
- Tidak menimbulkan Resistensi
- Tidak Meninggalkan Residu Berbahaya
- Meningkatkan Keseimbangan Ekosistem
- ⁠Biaya Jangka Panjang

Kelemahan:
- Proses Lambat
- ⁠ Ketergantungan pada Faktor Lingkungan
- ⁠Kesulitan dalam Aplikasi
- ⁠Tidak Semua Hama Terkendali dengan Efektif
- ⁠Biaya Awal yang Tinggi

3. Ketahanan induksi pada tumbuhan yaitu kemampuan tumbuhan untuk meningkatkan resistensinya terhadap serangan penyakit atau hama setelah terkena stimulus tertentu, seperti paparan patogen atau senyawa kimia tertentu. Ini seringkali melibatkan aktivasi respons pertahanan yang lebih kuat dalam tumbuhan, memungkinkannya untuk melawan serangan penyakit atau hama dengan lebih efektif.

4. ⁠Penting untuk memperoleh strain biokontrol yang efektif dalam pengendalian hayati karena mereka mampu menekan populasi hama atau penyakit tanaman secara efektif, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, menjaga keseimbangan ekosistem, menghemat biaya jangka panjang, memastikan keamanan pangan, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

5. ⁠Ketahanan induksi pada tumbuhan adalah kemampuan tumbuhan untuk meningkatkan respons pertahanannya terhadap serangan penyakit tumbuhan setelah terkena stimulus seperti paparan patogen atau senyawa kimia tertentu. Ini memungkinkan tumbuhan untuk melawan serangan penyakit dengan lebih efektif.

Pancasila Biologi Terapan C -> Forum Analisis Jurnal

by M. DAMAR SYAHPUTRA -
NAMA: M. DAMAR SYAHPUTRA
NPM:2217061038
KELAS: BIOLOGI TERAPAN C

JUDUL JURNAL: Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu Dan Implikasi Terhadap IPTEK


Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa, Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita, sehingga penting kiranya memperkuat warga Negara menanamkan nilai-nilai pancasila sebagai dasar dalam memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, di Indonesia banyak berkembang pandangan pandangan ideologi yang mempertanyakan keberadaan pancasila sebagai sistem ideologi bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia telah bersifat final, sehari setelah Proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta, Konsep Dasar Pancasila Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia.
Menurut Muhammad Yamin bahwa Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik, Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik, sedangkan pendapatnya Notonegoro bahwa pancasila adalah dasar falsafah negara indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat,
Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pancasila adalah aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa pancasila merupakan pedoman atau petunjuk dalam hidup berbangsa dan bernegara yang merupakan hasil dari proses berpikir yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara.
Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila sebagai filsafat ilmu didalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of life, dan sebagainya) dan juga sebagai pedoman pengembangan ilmu pengetahuan agar hidunya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan, Pancasila sebagai filsafat ilmu mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan tujuan; dan nilai intrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia.

Pancasila Biologi Terapan C -> Forum Analisis Soal-1

by M. DAMAR SYAHPUTRA -
NAMA: M. DAMAR SYAHPUTRA
NPM: 2217061038
KELAS: BIOLOGI TERAPAN C

Analisis soal
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?

JAWAB

A. Menurut saya berita tersebut itu sangat bagus karena berita tersebut menampilkan sebuah pokok permasalahan yang sering terjadi terkait berita hoaks oleh karena itu masyarakat juga harus lebih bijak dalam menerima informasi dan berita.
Untuk mengantisipasi tentang berita hoaks adalah kita harus mengedukasi masyrakat tentang berita hoaks dan juga membentuk satuan khusus untuk menangani berita hoaks yang muncul di media sosial

B. Apabila IPTEK bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila, maka akan banyak dampat negatif yang ditimbulkan, seperti kerusakan lingkungan, dekandensi moral, dan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Solusi untuk pengembang iptek agar menjadi lebih baik adalah sebelum mengembangkan iptek harus dilihat dulu dampak negatif dan positif nya sebelum di muncul kan dimasyarakat luas dan juga para pengembangan iptek harus diberikan pendidikan tentang pancasila agar mereka lebih tahu tentang batas batasnya.

C. Sikap konsumtif masyarakat Indonesia kepada produk luar itu tinggi, sesuai dengan jurusan yang saya ambil yaitu biologi. Saya memiliki solusi yaitu dengan belajar mencintai produk dalam negeri, lalu pemerintah bisa membantu dalam pengembangan sebuah produk dalam negeri dan menyebarkannya ke masyarakat luas, sehingga sikap konsumtif masyarakat Indonesia kepada produk luar itu bisa berkurang.