Posts made by Gita Agiska Yustisiana Wati

Nama: Gita Agiska Yustisiana Wati
Npm: 2217011029

Artikel dalam jurnal ini membahas Hubungan Antara Hukum dan Etika Dalam Konteks Politik
Hukum Di Indonesia Dengan Menggunakan Pancasila SebagaiSumber Nilai dan Etik. Tujuan
utama penitian ini adalah untuk memahami bagaimana hukum dan etika dalam kebijakan politik
hukum indonesia. Berikut beberapa poin penting dalam artikel tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Artikel tersebut memaparkan bahwa politik hukum diindonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai pancasila yang menjadi dasar etika dalam masyarakat. Etika terapan dalam konteks ini dipahami sebagai panduan yang membnetuk perilaku manusia dalam kehidupan bernegara,
dengan penekanan pada kesejahteraan dan keadilan sosial.
2. Pancasila berfungsi sebagai sumber nilai yang membentuk landasan etik politik hukum di Indonesia. Politik hukum di sini dianggap sebagai cara mencapai tujuan negara sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945, yang mencakup perlindungan,
kesejahteraan, kecerdasan, dan perdamaian.
3. Artikel ini juga menjelaskan bahwa hubungan antara hukum dan etika dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu:
a) Dimensi Substansi dan wadah: etika adalah isi moral yang mendasari hukum
sebagai wadah formalnya.
b) Dimensi keluasan mencakup: etika lebih luas dari hukum, pelanggaran hukum selalu merupakan pelanggaran etik, tetapi tidak semua pelanggaran etik melanggar
hukum.
c) Dimensi alasan yang terkandung di dalamnya: ketaatan terhadap hukum dipengaruhi oleh kesadaran
etis, bukan hanya oleh ketakutan akan sanksi.
4. Politik hukum di indonesia telah berkembang seiring dengan perubahan kebijakan nasional,
seperti melalui TAP MPRS dan GBHN yang disesuaikan secara berkala untuk
mencerminkan kebutuhan hukum yang sesuai dengan situasi sosial-politik. Proses
legalisasi juga menjadi arena pertemuan berbagai kepentingan politik, yang sering kali dipengaruhi oleh dominasi atau kompromi politik.

Dapat disimpulkan bahwa hukum dan etik dalam politik hukum di Indonesia saling terkait, dimana hukum berperan sebagai aturan yang ditegakkan dan etika sebagai nilai-nilai yang mendorong ketaatan secara sadar. Pengaruh etika diharapkan dapat mencegah pelanggaran hukum melalui
peningkatan kesadaran moral, sehingga penyelesaian masalah perilaku yang menimpanya tidak selalu harus masuk dalam ranah hukum. Secara keseluruhan artikel ini menekankan pentingnya pancasila sebagai landasan nilai dalam membentuk politik hukum yang tidak hanya didasarkan pada aturan
formal tetapi juga pada kesadaran etis.

Nama : Gita Agiska Yustisiana Wati 

Nomor Induk Perusahaan: 2217011029 

Kata filosofi dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani “Philsophia” terdiri dari kata  Phile artinya Cinta dan Shopia artinya Kebijakan. Phile (Cinta) dapat diartikan sebagai hasrat yang b esar atau yang berkobar-kobar dan atau yang sungguh-sungguh. Sedangkan kebijakan sendiri  memiliki arti yaitu kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya.

Adapun aliran-aliran filsafat diantaranya, b erfilsafat rasionalisme menggunakan akal, b erfilsafat materialisme menggunakan materi, b erfilsafat individualisme menggunakan individualisme, b erfilsafat hedonisme menggunakan kesenangan

Adapun manfaat dari mempelajari filsafat diantaranya, yaitu memperoleh kebenaran yang hakiki, melatih kemampuan berfikir logis, melatih berpikir dan bertindak bijaksana, melatih berpikir rasional dan komprehensif dan menyimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga  diperoleh keselarasan hidup dan menghasilkan tindakan yang bijaksana.

Filsafat pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang  pancasila sebagai dasar negara dan realitas budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan  pokok-pokok pemahamannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila sebagai sistem filsafat yaitu memiliki ciri-ciri diantaranya adalah suatu kesatuan bagian- bagian/unsur/elemen/komponen. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri, saling  berhubungan dan saling ketergantungan. Keseluruhan yang dimaksud adalah untuk mencapau t ujuan tertentu (tujuan sistem). Terjadi di suatu lingkungan yang kompleks.

Filsafat Wawasan meliputi bidang atau aspek penyelidikan ontologis, epistemologis dan aksiologis.

Ontologis: merupakan ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan ataueksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.

Epitemologis: merupakan cabang ilmu yang menyelidiki asal usul, syarat, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.

Aksiologis: memiliki arti nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu dan teori.


KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

by Gita Agiska Yustisiana Wati -
Nama : Gita Agiska Yustisiana Wati
NPM : 2217011029
Kelas : D
1. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut dankah kolerasinya dengan penerapan nilai pancasila?
Jawab:
Kasus penolakan jenazah korban covid-19 di Jawa Tengah, khususnya terhadap seorang perawat yang berada di garda terdepan dalam menangani pandemi, sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya ketidaktahuan serta kesalahan persepso, ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang seharusnya dianut oleh bangsa indonesia .
● Penolakan jenazah ini sangat bertentangan dengan sila kedua, yang mengajarkan bahwa setiap manusia harus diperlakukan dengan adil dan beradap, termasuk dalam hal menghormati orang yang telah meninggal dunia. Sebagai perawat, korban telah berkorban untuk menyelamatkan nyawa banyak orang. Tindakan penolakannya menunjukkan kurangnya rasa kemanusiaan dan penghargaan terhadap jasa yang telah diberikan serta perilaku yang jauh dari beradap.
●Kasus ini juga mencerminkan adanya hilangnya rasa persatuan, dimana ketakutan dan stigma terhadap covid-19 telah mengalahkan nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan (sila ketiga).

2. Berikanlah saran dan solusi mu sebagai pelajar mengenai kejadian tersebut agar tidak terulang lagi di kemudian hari!
Jawab:
●Meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat tentang protokol kesehatan: solusi utama adalah edukasi yang lebih menyeluruh mengenai protokol pemakaman jenazah korban covid-19. Pemerintah, sekolah, dan lembaga kesehatan harus secara aktif memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami mengenai keamanan proses pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan.
●penguatan pendidikan karakter di sekolah: karakter pendidikan harus diperkuat dengan pengintegrasian nilai-nilai pancasila dalam pembelajaran, khususnya
terkait rasa kemanusiaan, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama.
●Kampanye anti stigma dimedia sosial: kita dapat memanfaatkan media sosial
untuk menyebarkan kampanye anti stigma dan informasi yang benar mengenai
covid-19. Kampanye dapat berisi pesan-pesan positif tentang kemanusiaan,
solidaritas, dan dukungan terhadap korban COVID-19 dapat membantu mengurangi
ketakutan berlebihan dan mencegah penolakan jenazah.
●Mendorong pemerintah untuk lebih tegas dalam solidaritas dan penegakan
hukum: pemerintah daerah dan nasional harus lebih tegas dalam memastikan tidak adanya lagi paksaan pemakaman yang terjadi, terutama melalui penegakan hukum yang jelas dan tegas terhadap pelanggaran terkait kemanusiaan.

3. Apakah penolakan korban covid-19 termasuk pelanggaran sila pancasila terutama sila ke-2? Bukankah jenazah tersebut sudah tidak bernyawa? jelaskan dengan argumentasimu secara jelas!
Jawab:
Iya, menurut saya permohonan jenazah korban covid-19 dianggap sebagai pelanggaran terhadap sila ke-2, yaitu “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”, meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa. Berikut adalah argumentasi yang mendukung pandangan
ini:
●Sila ke-2 pancasila tekanan penghormatan terhadap martabat manusia dan memperlakukan semua orang dengan adil dan beradab. Nilai kemanusiaan tidak hanya berlaku bagi orang yang masih hidup, tetapi juga bagi mereka yang telah meninggal. Dalam banyak budaya dan agama di Indonesia, termasuk dalam norma-norma sosial, memperlakukakn pemakaman dengan penuh penghormatan adalah bagian
dari rasa kemanusiaan. Kemanusiaan tidak berhenti ketika seseorang meninggal,
dan setiap orang berhak dimakamkan dengan hormat sesuai dengan prosedur yang berlaku.
●Penolakan terhadap pemakaman juga mencerminkan hilangnya rasa solidaritas dan persatuan, yang merupakan hakikat pancasila. Sebagai sebuah negara yang
mengedepankan kebersamaan, seharusnya bisa bersatu dalam menghadapi pandemi, bukan menerima keadaan dengan menolak sesama manusia yang sudah tidak berdaya. Penolakan tersebutvdapat memecah belah masyarakat dan menambah beban psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.

Nama : Gita Agiska Yustisiana Wati

Nomor Induk Perusahaan: 2217011029

Kelas: D 

Menurut saya artikel tersebut pentingnya pentingnya pendidikan pancasila dalam membentuk  karakter bangsa yang kuat, serta tantangan-tantangan seperti perubahan kurikulum, dinamika  sosial, budaya, dan pengaruh teknologi. Penelitian dilakukan melalui kajian literatur yang menekankan   perlunya pembaruan guru agar pendidikan pancasila dapat diterapkan secara efektif  dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel tersebut juga menekankan bahwa literasi digital perlu menjadi bagian dari pendidikan p ancasila agar siswa dapat menavigasi era digital dengan bijak tanpa meninggalkan nilai-nilai  dasar pancasila. Penekanan pada kaloborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan  masyarakat juga dianggap penting untuk keberhasilan pendidikan ini. Dinamika teknologi dalam  artikel ini sangat relevan karena dalam dunia pendidikan pancasila saat ini semakin bergantung  pada teknologi digital. Namun, tantangan ini bisa dipenuhi dengan memberikan contoh praktis b agaimana teknologi dapat digunakan untuk memperkuat nilai-nilai pancasila, seperti melalui p latform e-learning interaktif yang berbasis pada studi kasus atau simulasi sosial yang  mengedepankan moralitas pancasila. Berikut hasil pada penelitian yang dibahas dalam artikel, meliput:

1. Pentingnya pendidikan pancasila dalam membentuk karakter bangsa: artikel tersebut  menegaskan bahwa pendidikan pancasila memiliki peran sentral dalam membentuk  karakter dan kesadaran berbangsa warga negara indonesia. Nilai-nilai pancasila seperti  keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan kesejahteraan menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat yang adil dan bermanfaat.

2. Adaptasi terhadap perkembangan ternologi: pendidikan pancasila beradaptasi dengan teknologi modern, namun tanpa mengorbankan pemahaman yang mendalam. Penggunaan teknologi harus diarahkan secara bujak untuk memperkuat literasi digital siswa dan  mencegah disinformasi serta radikalisme.

3. Tantangan dalam menghadapi keberagaman budaya: pada artikel menyatakan bahwa  pancasila harus berfungsi tidak hanya sebagai simbol persatuan, tetapi juga sebagai alat  untuk merangkul dan menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, dan memperkuat  persatuan nasional.

4. Pentingnya keterlibatan guru dan metode pemeblajaran yang inovatif: peningkatan  kompetisi dan penelitian bagi para pendidik sanagt diperlukan agar mereka mampu  melaksanakan nilai-nilai pancasila secara efektif. Selain itu, metode pe,belajaran yang lebih inovatif dan interaktif perlu dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman siswa  terhadap nilai-nilai pancasila.