Nama: Adel Istia Ananta
Npm: 2217011033
Kelas: D
https://drive.google.com/file/d/1r3SGqUAcCmYgOsRzsGaUPoxq3nljObTA
Nama: Adel Istia Ananta
Npm: 2217011033
Kelas: D
https://drive.google.com/file/d/1r3SGqUAcCmYgOsRzsGaUPoxq3nljObTA
Nama : Adel Istia Ananta
Npm : 2217011033
Kelas : D
Tugas 4 Forum Artikel 1
1.Berikanlah tanggapan mengenai isi materi pada artikel 1. Beserta jelaskan apa saja yang dibahas pada hasil penelitian!
Jawab: Dinamika
dan Tantangan Dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi
Pada artikel ini membahas mengenai Pancasila sebagai ideologi negara memiliki
nilai-nilai yang harus ditanamkan dalam pendidikan, agar setiap individu dapat
menjadi warga negara yang bertanggung jawab, adil, dan berkepribadian
Pancasila. Dalam beberapa periode, mungkin terjadi variasi interpretasi
terhadap nilai-nilai Pancasila, dan tantangan muncul dalam memastikan bahwa
pemahaman ini tetap konsisten, akurat, dan sesuai dengan semangat asli yang
diusung oleh para pendiri bangsa. Untuk mengatasi dinamika ini, perlu
kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemangku
kepentingan lainnya. Dalam perkembangan zaman ini, kemajuan teknologi dapat
membutakan arah. Suatu negara perlu adanya ideologi yang kuat untuk menanggapi
segala arus perubahan zaman yang bisa melunturkan nilai-nilai kesatuan dan
persatuan bangsa. Pancasila lebih dari ideologi. Pancasila merupakan identitas
bangsa, landasan konstitusional, politik dan sosial. Pancasila pun harus
mencerminkan kebhinekaan dan persatuan. Digitalisasi teknologi akan membuat
sudut pandang masyarakat menjadi lebih luas.
Hasil Penelitian meliputi:
· Pemahaman tentang dinamika dan tantangan pendidikan Pancasila. Pendidikan Pancasila menghadapi berbagai dinamika dan tantangan, terutama di era globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Beberapa tantangan utama meliputi:
a. Perubahan Kurikulum
b. Keragaman Budaya dan Agama (Indonesia sebagai negara multikultural)
c. Pengaruh teknologi (dapat digunakan sebagai alat yang efektif apabila digunakan dengan bijak)
d. Variasi interpretasi Pancasila
· Refleksi dan peningkatan pendidikan Pancasila. Refleksi diperlukan untuk menilai sejauh mana pendidikan Pancasila berhasil dalam membentuk karakter bangsa. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan pendidikan Pancasila adalah:
a. Kurikulum Pancasila harus terus dievaluasi agar sesuai dengan perubahan zaman, dinamika social, dan teknologi
b. Dilakukan peningkatan kompetensi guru
c. Adanya partisipasi dari semua pemangku kepentingan
· Aktualisasi pendidikan pancasila untuk masa depan bangsa. Aktualisasi pendidikan Pancasila bertujuan untuk mempersiapkan generasi mendatang agar memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam menghadapi tantangan global dan kompleksitas masa depan. Beberapa langkah penting dalam aktualisasi ini adalah:
a. Pembentukan karakter yang berintegritas
b. Penggunaan teknologi harus dimanfaatkan dalam penyampaian nilai-nilai Pancasila
c. Pancasila sebagai inspirasi dan landasan moral (bukan hanya sekadar formalitas)
Nama : Adel Istia Ananta
Npm : 2217011033
Kelas : D
Tugas 3 ANALISIS SOAL
1. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut dan bagaimakah korelasinya dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawab: Kasus penolakan jenazah korban Covid-19, terutama seorang perawat, mencerminkan kurangnya pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas yang terkandung dalam Pancasila. Penolakan ini menunjukkan sikap yang tidak berperikemanusiaan, melanggar sila kedua Pancasila, yaitu "Kemanusiaan yang adil dan beradab." Penolakan terhadap jenazah mencerminkan stigma negatif terhadap Covid-19 dan mengabaikan pengorbanan para tenaga medis yang telah berjuang di garda terdepan. Hal ini menjadi tantangan bagi masyarakat untuk mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam situasi yang sulit.
2. Berikanlah saran dan solusi mu sebagai mahasiswa mengenai kejadian tersebut supaya tidak terulang lagi di kemudian hari!
Jawab: Menurut saya beberapa langkah untuk mencegah kejadian penolakan jenazah:
· Edukasi dan Sosialisasi: Mengadakan kampanye edukasi mengenai Covid-19, termasuk cara penanganan jenazah yang aman dan sesuai protokol kesehatan. Menggunakan media sosial dan platform kampus untuk menyebarkan informasi yang benar.
· Pendidikan Karakter: Mendorong institusi pendidikan untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum, fokus pada nilai-nilai kemanusiaan dan empati terhadap sesama.
· Dialog Masyarakat: Membangun forum diskusi di tingkat desa atau komunitas untuk membahas isu-isu sosial, termasuk stigma terhadap Covid-19 dan pentingnya penghargaan terhadap pengorbanan tenaga kesehatan.
· Kerjasama dengan Tokoh Masyarakat: Melibatkan tokoh masyarakat dan agama untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pentingnya menghormati jenazah dan menghindari stigma negatif.
3. Apakah penolakan jenazah korban covid-19 termasuk pelanggaran sila Pancasila terutama sila ke-2? Bukankah jenazah tersebut sudah tidak bernyawa? Jelaskan dengan argumentasimu secara jelas!
Jawab: Ya, penolakan jenazah korban Covid-19 jelas merupakan pelanggaran terhadap sila kedua Pancasila, yang menekankan pada kemanusiaan yang adil dan beradab. Meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, hak untuk dihormati setelah kematian tetap ada. Setiap individu, termasuk mereka yang telah meninggal karena Covid-19, berhak mendapatkan penghormatan dan perlakuan yang manusiawi. Penolakan ini menunjukkan sikap tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dipegang oleh setiap warga negara. Dalam konteks ini, penting untuk membangun kesadaran bahwa kematian bukanlah alasan untuk menghilangkan rasa hormat dan kemanusiaan, melainkan momen untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Nama : Adel Istia Ananta
Npm : 2217011033
Kelas : D
Mata Kuliah Pancasila
PENGERTIAN FILSAFAT Pengertian menurut arti katanya, kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani "Philosophia" terdiri dari kata Phile artinya Cinta dan Sophia artinya kebijaksanaan. cinta artinya hasrat yang besar, atau yang berkobar-kobar, dan atau yang sungguh-sungguh sedangkan Kebijaksanaan artinya Kebenaran sejati, atau kebenaran yang sesungguhnya.
aliran-aliran fisafat meliputi:
1 Berfisafat Rationalisme mengagungkan akal
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi
3. Berfisafat Individualisme mengagungkan individualitas
4. Berfisafat Hedonisme mengagungkan kesenangan
Manfaat filsafat yaitu:
1. Memperoleh kebenaran yang hakki
2. Melath kemampuan berfikir logis
3. Melath berpikir dan bertindak bijaksana
4. Melath berpikir rasional dan komprehensif,
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, Menghasilkan tindakan yang bijaksana
PENGERTIAN FILSAFAT PANCASILA Filsafat Pancasila dapat ddefniskan secara ringkas sebagai refieks kites den rasional tentang Pancasia sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.
PANCASLA SEBAGAI SISTEM FLSAFAT
"Satem memiliki ciri-cari sebagai berkut Suatu kesatuan bagan-bagian unsur/elemen/komponen Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendri Saling berhubungan dan saing ketergantungan Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu tujuan sistem Terjadi dalam suatu ingkungan yang kompleks.
Bidang utama filsafat:
1. Ontologi: Mempelajari tentang hakikat keberadaan atau apa yang benar-benar ada. Dalam hal ini, Aristoteles menyebutnya sebagai ilmu yang menyelidiki tentang keberadaan secara mendasar, yang seringkali dikaitkan dengan metafisika.
2. Epistemologi: Cabang filsafat yang mempelajari asal-usul, metode, dan validitas pengetahuan. Ini melibatkan cara manusia mengetahui sesuatu dan bagaimana kita bisa yakin bahwa pengetahuan itu benar.
3. Aksiologi: Mempelajari tentang nilai, manfaat, atau teori tentang apa yang dianggap berharga. Kata "aksiologi" berasal dari bahasa Yunani axios yang berarti nilai, dan logos yang berarti pikiran atau teori.