གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Yolanda Azyra Febra

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Video

Yolanda Azyra Febra གིས-
Nama : Yolanda Azyra Febra
NPM : 2217011144

Pancasila sebagai IPTEK

IPTEK itu apa sih? ilmu pengetahuan? apa teknologi?

Jadi, IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya pada dasarnya digunakan untuk membantu keperluan manusia dalam kehidupan. Dan IPTEK ini ada yang memanfaatkan untuk kepentingan tertentu entah itu berdampak positif atau justru negatif.

Kita tahu bahwa pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan sekaligus pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh Rasyat Indonesia.

Lalu, apa hubungannya IPTEK dengan Pancasila???

Jadi ols, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu teknologi. Karena perkembangan IPTEK pada saat ini dan di masa yang akan datang itu akan sangat cepat. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, di Indonesia dan bagi rakyat Indonesia itu sangat mutlak, tetapi jika menurut pandangan-pandangan sekular dunia Barat ini pasti berlawanan.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan Yang Maha Esa : berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan maupun diciptakan tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibatnya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab : memberikan dasar moral, bahwa sejatinya dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab, karna IPTEK hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Persatuan Indonesia : pengembangan IPTEK dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan : pengembangan IPTEK itu demokratis, yang berarti setiap ilmuwan memiliki kebebasan mengembangkan IPTEK, harus dihormati dan dihargai kebebasan orang lain, serta mau dikritik.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : mengembangkan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan baik itu dengan diri sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, dalam bermasyarakat dan alam lingkungan.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Analisis Video Pembelajaran

Yolanda Azyra Febra གིས-
Nama : Yolanda Azyra Febra
NPM : 2217011144
Filsafat merupakan konsep yang berakar dari bahasa Yunani "Philosophia", yang terbentuk dari dua kata: "Phile" (cinta) dan "Sophia" (kebijaksanaan). Dalam konteks ini, "cinta" diartikan sebagai hasrat atau keinginan yang mendalam dan sungguh-sungguh, sementara "kebijaksanaan" merujuk pada pencarian kebenaran sejati. Dalam perkembangannya, filsafat terbagi menjadi empat aliran utama, yaitu: rasionalisme yang mengutamakan akal budi, materialisme yang berfokus pada aspek kebendaan, individualisme yang menekankan pada keunikan pribadi, dan hedonisme yang mengutamakan kesenangan sebagai tujuan hidup. Mempelajari filsafat membawa berbagai manfaat penting, seperti kemampuan menemukan kebenaran hakiki, mengembangkan cara berpikir yang logis dan menyeluruh, serta membantu seseorang dalam membuat keputusan yang bijaksana dengan menyeimbangkan pemikiran dan tindakan.
Penerapan Pancasila sebagai sistem filsafat tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Misalnya, ketika kita mengamalkan sila kedua (kemanusiaan), harus diliputi dan didasari oleh sila pertama (ketuhanan) dan menjiwai sila-lima lainnya. Pancasila digunakan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam sila-sila Pancasila mendasari seluruh peraturan hukum yang berlaku di Indonesia, yakin bahwa negara harus didasarkan pada manusia—tidak hanya teritorial, pemerintahan, ataupun tatanan hukumnya.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Diskusi Artikel 1

Yolanda Azyra Febra གིས-
Nama: Yolanda Azyra Febra
NPM: 2217011144

Tanggapan saya: Artikel ini membahas topik yang dilatarbelakangi oleh pendidikan pancasila sebagai salah satu unsur penting dalam pendidikan di Indonesia yang saat ini dihadapkan pada berbagai dinamika dan tantangan dalam era globalisasi yang cepat. Berdasarkan jangka waktu sejak awal pembentukan hingga saat ini, pendidikan Pancasila di Indonesia mengalami dinamika yang signifikan. Dinamika ini meliputi perubahan dalam kurikulum, pemahaman, tantangan budaya, serta adaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi. Lebih kompleks, pemahaman tentang Pancasila juga mengalami dinamika, dan untuk mengatasi dinamika ini, perlu diperhatikan beberapa hal seperti peningkatan pelatihan bagi pendidik, penyempurnaan kurikulum, dan penggunaan teknologi pendidikan yang tepat.

Studi ini menggunakan pendekatan eksplorasi literatur atau sumber dengan pendekatan kajian pustaka. Artikel ini berfokus pada peran dinamika dan tantangan pendidikan pancasila. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data adalah:
Pertama, penulis mengumpulkan data dari pencarian artikel dan buku yang relevan dengan topik. Kedua, menentukan subbab yang akan dibahas. Ketiga, memeriksa referensi artikel yang cocok. Keempat, merangkum dan mengekstrak poin penting dari berbagai artikel dan buku yang terkumpul. Kelima, mendetailkan secara komprehensif subbab yang akan dijelaskan.

Dengan kesimpulan yang didapat Pendidikan Pancasila merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan bangsa Indonesia. Pendidikan ini harus mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, mengatasi tantangan dari perubahan sosial dan teknologi, mengakomodasi keberagaman budaya, dan memastikan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan. Tantangan yang dihadapi meliputi penyesuaian dengan globalisasi, peningkatan kualitas guru, Pendidikan Pancasila adalah lebih dari sekadar dokumen ideologis; ini merupakan inti identitas bangsa Indonesia dan landasan konstitusional, politik, serta sosial. Ini membutuhkan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya keluarga. Pendidikan ini juga memerlukan pendidik yang kompeten dan peran pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang mendukung. Perlu diingat bahwa pendidikan Pancasila harus mencerminkan kebhinekaan dan persatuan. Pendidikan Pancasila akan berhasil jika melibatkan keluarga, pendidik, pemerintah, dan masyarakat secara holistik. Dengan pendekatan ini, generasi muda Indonesia akan memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai Pancasila, siap menghadapi perubahan, membangun persatuan, dan menjaga integritas bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang. Dalam upaya ini, penting juga untuk menjaga dan mengukuhkan persatuan dalam keragaman, serta memberikan dampak positif pada perkembangan moral, etika, dan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.