Posts made by Tibra Sausan Hisanah

Sipil B MKU PKN Genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

by Tibra Sausan Hisanah -
Nama : Tibra Sausan Hisanah
NPM : 2255011023
Kelas : SIPIL PKN B

Pada hakekatnya tujuan pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah untuk menghasilkan warga negara yang cerdas, baik, dan mampu mendukung negara dan keberlanjutannya. Tugas dan tanggung jawab utama negara adalah menjadikan warga negara dari individu atau orang yang tinggal di negara ini. Dikatakan oleh Edmonson (1958), istilah kewarganegaraan atau pendidikan kewarganegaraan selalu diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang pemerintahan dan kewarganegaraan karena berkaitan dengan tugas, hak, dan keistimewaan warga negara.

Menurut cendikiawan, Nurcholish Masjid, ada 6 norma atau unsurnpokok yang dibutuhkan oleh tatanan tatanan masyarakat yang demokratis, yaitu:
1. Kesadaran atas pluralisme
2. Musyawarah
3. Cara – cara yang sesuai tujuan
4. Norma kejujuran dalam pemufakatan
5. kebebasan nurani, persamaan hak dan kewajiban
6. percobaan dan kesalahan

Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah ide kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang berdasar pada Pancasila. Untuk menjadi sebuah negara yang kokoh berdemokrasi, demokrasi Indonesia dapat seiring dan sejalan dengan penguatan wawasan kebangsaan yang berbasis pada empat landasan dasar nasional Indonesia yaitu, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sipil B MKU PKN Genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Tibra Sausan Hisanah -
Nama : Tibra Sausan Hisanah
NPM : 2255011023
Kelas : Teknik Sipil B

Analisis Video

Pendidikan kewarganegaraan ialan upaya untuk mempersiapkan mahasiswa/i yang cinta akan tanah air dan kuat jiwa nasionalismenya. Landasan Ideal serta hukum dari Pendidikan kewarganegaraan meliputi pancasila, pembukaan UUD 1945, Batang tubuh UUD 1945, UU Nomor 20 tahun 1982, UU Nomor 20 tahun 2003 dan SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006.

Pendidikan kewarganegaraan adalah pedoman mahasiswa/i untuk memperlancar kehidupan berbangsa dan bernegara sebab di dalamnya terkandung nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman tentang wawasan nusantara, ketahanan nasional, hak dan tanggung jawab warga negara, serta solusi untuk menghadapi berbagai persoalan atau tantangan era globalisasi.

PANCASILA TEKNIK SIPIL C -> Forum Analisis Video-1

by Tibra Sausan Hisanah -
Nama: Tibra Sausan Hisanah
NPM: 2255011023

judul: "Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai"

Setelah menonton video tersebut, analisa dari kejadian yg saya lihat adalah para warga desa di daerah pekalongan melakukan aksi unjuk rasa yang disebabkan pembuangan limbah pabrik secara sembarangan dimana limbah tersebut berasal dari limbah pabrik pakaian. Para warga merasa tidak nyaman atas rasa bau tidak sedap yg ditimbulkan dari limbah pabrik tersebut, warga pun meminta pihak berwajib untuk menindaklanjuti masalah ini bila tidak segera diselesaikan, warga mengancam agar pabrik tersebut lebih baik ditutup saja.

Dari video tersebut, dapat kita tarik kaitannya dengan pancasila sila ke 2 dan ke 5 dimana pentingnya rasa saling memahami satu sama lain agar terciptanya lingkungan yang aman dan tentram serta juga dalam video itu menunjukkan bahwa pentingnya sebuah "keadilan" dalam memecahkan suatu masalah agar kedua pihak tidak merasa rugi ataupun merasa untung.

PANCASILA TEKNIK SIPIL C -> Forum Analisis Jurnal

by Tibra Sausan Hisanah -
Nama: Tibra Sausan Hisanah
NPM: 2255011023

"PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI"

* KONSEP DASAR PANCASILA
menurut Muh.Yamin: Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik,

manurut Notonegoro: pancasila adalah dasar falsafah negara indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia

menurut soekarno: pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun- temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu.

* IMPLIKASI SILA SILA DALAM PENGEMBANGAN IPTEK

1. Ketuhanan yang Maha Esa

Adapun Nilai-Nilai Pancasila pada sila KeTuhanan yang maha Esa adalah:
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
d. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Sedangkan menurut Muchtar Nilai-Nilai di dalam sila Ketuhanan yang Mahasa Esa terkandung nilai Religius antara lain adalah:
a. Kepercayaan Terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta
segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan suci seperti
Mahakuasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan sebagainya;
b. Ketakwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa, yakni menjalankan semua
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. (Prasetio P, 2014)

Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam sila yang kedua adalah:
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban
antara sesame manusia.
b. Saling mencintai sesame manusia.
c. Mengembalikan sikap tenggang rasa
d. Tidak semena-mena terhadap orang lain
e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
f. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
g. Berani membela kebenaran dan keadilan
h. Bangsa indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia,karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu.

3. Persatuan Indonesia

Adapun nilai-nilai pada sila ke 3 adalah
a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat
Istiadat dan kebudayaan.
b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib
membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).

Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.

4. Kerakyaatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Adapun nilai-nilai dalam sila ke 4 sebgai berikut:
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat
mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
d. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal
sehat.
e. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh
wakil-wakil rakyat.

Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Adapun nilai-nilai sila ke 5 adalah:
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, social dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak milik orang lain
e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan
spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.

Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah;
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya