Posts made by Ulfi Mira Sasmita 2217011057

Nama: Ulfi Mira Sasmita
NPM: 2217011057
Kelas : Kimia B

Berikut merupakan analisis artikel jurnal"Demokrasi dan Pemilu Presiden 2019" karya R. Siti Zuhro dari Jurnal Penelitian Politik

Artikel ini membahas bagaimana proses demokrasi di Indonesia, khususnya pada Pemilu Presiden 2019, masih menghadapi berbagai tantangan. Penulis menjelaskan bahwa meskipun Indonesia sudah beberapa kali mengadakan pemilu langsung, kualitas demokrasi yang dijalankan belum benar-benar matang. Pemilu 2019 justru memperlihatkan adanya masalah serius seperti keterbelahan masyarakat, maraknya isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), serta banyaknya hoaks dan ujaran kebencian yang menyebar luas di media sosial. Salah satu faktor penyebabnya adalah partai politik yang belum menjalankan perannya dengan baik, seperti kurang serius dalam menjaring kader pemimpin yang berkualitas dan hanya memanfaatkan figur terkenal untuk meraih suara. Selain itu, birokrasi yang seharusnya netral dalam pemilu, justru banyak terlibat secara politis, bahkan sampai ke daerah-daerah. Hal ini membuat publik kehilangan kepercayaan terhadap lembaga-lembaga negara, termasuk penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum.Keberhasilan demokrasi sangat tergantung pada kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, partai politik, masyarakat sipil, hingga media. Jika semua bisa menjalankan perannya dengan jujur dan profesional, maka pemilu bisa menjadi sarana yang sehat untuk menghasilkan pemimpin dan pemerintahan yang dipercaya rakyat.
Nama:Ulfi Mira Sasmita
Npm: 2217011057
Kelas : Kimia B

Demokrasi sering kali dianggap sebagai sistem pemerintahan yang gaduh dan penuh dengan hal yang berkaitan. Meskipun demikian, banyak negara di seluruh dunia tetap memilih untuk menerapkan dan mempertahankan sistem demokrasi ini. Ada beberapa alasan mengapa demokrasi bertahan meskipun tantangan dan kekacauan yang menyertainya.
Pertama, demokrasi memberikan ruang bagi partisipasi masyarakat. Warga negara memiliki hak untuk berbicara, mengemukakan pendapat, dan terlibat dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Kebebasan berekspresi ini memungkinkan masyarakat untuk merasakan bahwa suara mereka dihargai dan didengar.
Kedua, meskipun sering terjadi konflik dan berbagai pendapat yang bertentangan, demokrasi mendorong adanya konflik solusi yang lebih terstruktur. Melalui pemilu dan dialog, masalah dapat diselesaikan secara damai alih-alih dengan keras dan, yang sering terjadi dalam sistem pengarah.
Ketiga, demokrasi cenderung menghasilkan pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi rakyat. Ketika pemimpin dipilih melalui pemilu, mereka lebih termotivasi untuk memenuhi janji-janji politik dan menjalankan kebijakan yang sesuai dengan harapan warganya. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, demokrasi juga memiliki potensi untuk mendukung hak asasi manusia dan kebebasan individu. Sistem ini banyak dianggap sebagai cara terbaik untuk melindungi hak-hak fundamental warganya, seperti hak untuk berpendapat, berkumpul, dan berorganisasi.Meskipun kelemahan seperti kebijakan yang lambat dan perpecahan politik sering muncul, daya tarik utama demokrasi terletak pada kemampuannya untuk memberikan suara kepada banyak orang dan memberi mereka kendali atas nasib mereka sendiri. Oleh karena itu, meski ada kesulitan dan kontroversi, demokrasi tetap menjadi pilihan bagi banyak negara karena menjanjikan partisipasi, tanggung jawab, dan perlindungan hak asasi manusia yang lebih baik.