Kiriman dibuat oleh Dwi Pauliyanna Safitri 2217011061

Nama: Dwi Pauliyanna Safitri
NPM: 2217011061

Jurnal diatas membahas integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia, dengan menyoroti bagaimana identitas nasional dapat digunakan untuk menyatukan masyarakat yang beragam. Indonesia, sebagai negara dengan sejarah panjang perubahan ideologi dan sistem pemerintahan, menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa. Dalam konteks ini, identitas nasional bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan terus berkembang sesuai kondisi sosial dan budaya. Identitas dapat terbentuk melalui berbagai faktor, seperti kesamaan bahasa, nilai budaya, cita-cita politik, dan orientasi keagamaan. Namun, dalam era globalisasi dan demokratisasi, muncul tantangan baru seperti etnosentrisme, politik identitas, serta dampak negatif dari kebijakan otonomi daerah yang dapat mempersempit rasa persatuan. Jurnal diatas menyoroti bagaimana kebijakan Orde Baru yang sentralistik menciptakan ketimpangan, sementara era Reformasi yang lebih demokratis justru menghadirkan tantangan baru dalam menjaga kohesi sosial. Untuk mengatasi perpecahan dan konflik berbasis identitas, diperlukan strategi kebudayaan yang dapat memperkuat integrasi nasional. Dengan membangun kesadaran nasional melalui pluralisme dan nasionalisme, integrasi nasional dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai konflik dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Nama: Dwi Pauliyanna Safitri
NPM: 2217011061
Kelas: B

Identitas nasional sebagai kumpulan nilai budaya yang berkembang dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia, yang terdiri dari banyak suku, agama, budaya, dan bahasa. Identitas nasional terbagi menjadi tiga kategori: identitas fundamental (Pancasila sebagai dasar negara), identitas instrumental (UUD 1945, bendera Merah Putih, Garuda Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya), serta identitas alamiah (keberagaman suku, budaya, dan kondisi geografis kepulauan Indonesia).

Sementara itu, integrasi nasional  sebagai proses menyatukan unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Faktor pendorong integrasi nasional mencakup sejarah perjuangan bangsa, keinginan untuk bersatu, cinta tanah air, sikap rela berkorban, dan konsensus nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Namun, ada pula faktor penghambat seperti heterogenitas masyarakat, etnosentrisme, ketimpangan sosial, dan gangguan dari pihak luar.

Integrasi nasional diwujudkan dalam dua bentuk utama, yaitu asimilasi (pembauran budaya dengan tetap mempertahankan ciri khas asli) dan akulturasi (penerimaan unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan lokal). Konsep integrasi ini diperjelas dengan teori Myron Weiner, yang menekankan pentingnya penyatuan budaya, pembentukan wewenang, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, kesepakatan nilai-nilai bersama, serta perilaku yang menunjukkan identitas nasional. Kesimpulannya, pemahaman dan penguatan identitas serta integrasi nasional sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Nama: Dwi Pauliyanna Safitri
NPM: 2217011061
Kelas: B

Jurnal diatas membahas peran kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Kajian ini menyoroti bahwa perubahan sosial dan tuntutan yang berlebihan dalam berbagai aspek kehidupan dapat mengancam keutuhan bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai budaya lokal perlu digali, dikaji, dan direvitalisasi untuk memperkuat fondasi identitas nasional.

Dalam konteks multikulturalisme, jurnal diatas menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman etnis dan budaya. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika dianggap sebagai cita-cita yang masih harus diperjuangkan, mengingat masih adanya konflik sosial berbasis etnis, agama, dan budaya. Jurnal ini juga mengungkapkan bahwa globalisasi membawa tantangan berupa homogenisasi budaya, yang dapat melemahkan identitas nasional jika tidak diantisipasi dengan baik.

Sebagai solusi, jurnal diatas menekankan pentingnya revitalisasi kearifan lokal sebagai modal budaya untuk membangun identitas nasional yang kuat. Kearifan lokal diyakini mampu menjadi referensi dalam membangun wawasan kebangsaan, meningkatkan kualitas manusia, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui diplomasi budaya. Jurnal diatas menutup dengan ajakan untuk menjaga keberagaman budaya Indonesia sebagai aset berharga dalam membangun persatuan dan keutuhan bangsa.
Nama: Dwi Pauliyanna Safitri
NPM: 2217011061
Kelas: B

Video diatas menjelaskan identitas nasional Indonesia dengan menyoroti empat unsur utama: suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa. Selain itu, video juga menguraikan simbol-simbol identitas nasional yang tercantum dalam UUD 1945, seperti bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, dan Pancasila. Penyampaian materi cukup jelas dan ringkas, menekankan pentingnya keberagaman sebagai kekuatan bangsa serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga jati diri nasional. Namun, kurang mendalam dalam membahas tantangan identitas nasional di era globalisasi serta memiliki beberapa bagian dengan struktur kalimat yang kurang rapi. Meski demikian, video diatas cukup sebagai pengantar yang baik untuk memahami dasar-dasar identitas nasional Indonesia.