NAMA : M.AL FAJRI YUSUF ALAMSYAH
NPM : 2215012036
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR
Artikel ini membahas mengenai konflik komunal yang terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste pada Oktober 2013, yang melibatkan serangan fisik antara warga kedua negara. Beberapa faktor penyebab konflik tersebut adalah masalah terkait delimitasi perbatasan antara kedua negara, perbedaan interpretasi mengenai zona netral di perbatasan, dan faktor sosial budaya yang memengaruhi konflik. Konflik tersebut merupakan masalah yang perlu segera diatasi, dan kesadaran akan pentingnya penyelesaian delimitasi perbatasan antara kedua negara serta perlunya pemahaman yang lebih baik antara masyarakat Indonesia dan Timor Leste diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik.
Tanpa adanya konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia tidak dapat menghadapi berbagai masalah yang ada, termasuk persengketaan batas dengan negara tetangga dan kehilangan kontrol dan kedaulatan atas sumber daya laut yang kaya. Konsepsi wawasan nusantara dapat membantu mencegah timbulnya konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga persahabatan dan kerjasama dengan negara tetangga, menyediakan kerangka hukum yang jelas dan teratur terkait dengan batas wilayah, meningkatkan pengawasan dan keamanan di wilayah perbatasan, dan memperkuat diplomasi regional dan kerjasama multilateral dalam mengelola konflik dan mempromosikan stabilitas di kawasan. Dengan konsepsi wawasan nusantara yang kokoh, Indonesia dapat mencegah dan menyelesaikan konflik, memperkuat hubungan baik dengan negara tetangga, dan memastikan keberlanjutan wilayah dan kedaulatan nasional.
NPM : 2215012036
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR
Artikel ini membahas mengenai konflik komunal yang terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste pada Oktober 2013, yang melibatkan serangan fisik antara warga kedua negara. Beberapa faktor penyebab konflik tersebut adalah masalah terkait delimitasi perbatasan antara kedua negara, perbedaan interpretasi mengenai zona netral di perbatasan, dan faktor sosial budaya yang memengaruhi konflik. Konflik tersebut merupakan masalah yang perlu segera diatasi, dan kesadaran akan pentingnya penyelesaian delimitasi perbatasan antara kedua negara serta perlunya pemahaman yang lebih baik antara masyarakat Indonesia dan Timor Leste diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik.
Tanpa adanya konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia tidak dapat menghadapi berbagai masalah yang ada, termasuk persengketaan batas dengan negara tetangga dan kehilangan kontrol dan kedaulatan atas sumber daya laut yang kaya. Konsepsi wawasan nusantara dapat membantu mencegah timbulnya konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga persahabatan dan kerjasama dengan negara tetangga, menyediakan kerangka hukum yang jelas dan teratur terkait dengan batas wilayah, meningkatkan pengawasan dan keamanan di wilayah perbatasan, dan memperkuat diplomasi regional dan kerjasama multilateral dalam mengelola konflik dan mempromosikan stabilitas di kawasan. Dengan konsepsi wawasan nusantara yang kokoh, Indonesia dapat mencegah dan menyelesaikan konflik, memperkuat hubungan baik dengan negara tetangga, dan memastikan keberlanjutan wilayah dan kedaulatan nasional.