Nama : Evinna Winda Merita
NPM : 2213053297
Kelas : 2g
Dari jurnal tersebut, Pasca reformasi konsolidasi demokrasi atau proses pendalaman demokrasi akan terhambat ketika parpol melalui para elit dan stakeholder terkait Pemilu menunjukkan perilaku yang tidak mendorong proses demokrasi. konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung kultural aktif dan belum berjalan secara reguler karena pilar-pilar pentingnya belum berfungsi efektif dan belum maksimal untuk menciptakan hal tersebut memerlukan prakondisi dan komitmen semua elemen bangsa untuk mematuhi peraturan yang ada. Terdapat beberapa masalah adanya konsolidasi demokrasi yang berjalan tidak efektif yakni politasi identitas dan sengitnya perebutan suara muslim, permasalahan parpol dan semua stakeholder, tata kelola pemilu yang belum mampu mengakomodasi keragaman masyarakat dan kentalnya politasi birokrasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Tumbuhnya rasa saling percaya di antara penyelenggara Pemilu parpol dan masyarakat menjadi syarat utama terbangunnya demokrasi yang berkualitas dan penopang terwujudnya stabilitas politik dan keamanan dalam masyarakat. Oleh karenanya semua stalker holder terkait Pemilu seperti partai politik penyelenggara Pemilu pemerintah dan instansi penegak hukum perlu bersinergi secara profesional untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap hasil Pilpres. Hal tersebut perlu dilakukan karena sukses tidaknya Pemilu konflik tidaknya Pilpres sangat bergantung pada tinggi rendahnya tingkat kepercayaan rakyat pada stakeholders tersebut.