Kiriman dibuat oleh May Linda Maya Sari 2217011048

Nama: May Linda Maya Sari
NPM: 227011048
Kelas: B

Berikut adalah analisis dari jurnal yang berjudul “Demokrasi dan Pemilu Presiden 2019” dengan penulis R. Siti Zuhro:

Tulisan ini membahas tantangan konsolidasi demokrasi Indonesia dalam konteks Pemilu Presiden 2019. Meskipun pemilu tersebut merupakan bentuk penting dari demokrasi, implementasinya belum berhasil mewujudkan demokrasi yang substantif karena lemahnya pilar-pilar pendukung demokrasi seperti partai politik, civil society, dan birokrasi. Polarisasi tajam antar pendukung capres, politisasi identitas dan agama, serta maraknya hoaks dan ujaran kebencian menandai rendahnya kualitas demokrasi. Selain itu, netralitas birokrasi banyak dipertanyakan karena keterlibatan aparat dalam politik praktis. Pilpres 2019 menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia masih bersifat prosedural, bukan substantif, ditandai dengan ketidakmampuan menciptakan pemerintahan yang efektif dan akuntabel. Partai politik dinilai gagal dalam kaderisasi dan hanya mengejar kekuasaan pragmatis, sehingga menurunkan kepercayaan publik. Akhirnya, konsolidasi demokrasi tidak hanya membutuhkan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil, tetapi juga komitmen dari semua pemangku kepentingan untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi, meningkatkan peran masyarakat sipil, serta menjaga netralitas birokrasi agar proses politik benar-benar mencerminkan kedaulatan rakyat.
Nama: May Linda Maya Sari
NPM: 2217011048
Kelas: B

Berdasarkan video di atas dapat dianalisis sebagai berikut:

Dalam situasi yang sedang berlangsung, penting untuk menjaga ketenangan dan menghindari polemik atau kegaduhan. Demokrasi memang identik dengan kebisingan dan perdebatan karena merupakan ruang bagi kebebasan berekspresi. Namun, kebisingan tersebut sebaiknya tetap berada dalam koridor demokrasi yang prosedural dan tidak merusak tatanan. Di Indonesia, meskipun wajah demokrasi masih terlihat, terdapat tantangan signifikan yang memengaruhi kualitasnya. Berdasarkan studi dari Freedom House, peringkat kebebasan Indonesia menurun sejak masa akhir pemerintahan SBY pada 2013 hingga sekarang. Hal ini juga diperkuat oleh data dari The Economist Intelligence Unit yang menunjukkan bahwa Indonesia telah tergeser ke kategori demokrasi yang lebih rendah. Penurunan kualitas demokrasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga melanda berbagai negara, termasuk yang sebelumnya memiliki sistem demokrasi yang mapan seperti Amerika Serikat.