Kiriman dibuat oleh TIARA CAHYA MUKTI

Nama : Tiara Cahya Mukti
NPM : 2217011027
Kelas : B

Video tersebut mencakup isu-isu penting terkait perubahan dan penerapan hukum dasar. Sehingga, analisis dapat mencakup bagaimana konstitusi Indonesia beradaptasi dengan perubahan sosial dan politik, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Sebagai contoh kasus "Perkembangan Konsitusi yang Berlaku di Indonesia" adalah isu hak asasi manusia dan demokrasi. Solusi atas kasus ini berupa evaluasi legislatif dan yudikatif untuk memastikan bahwa konstitusi tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi juga diimplementasikan secara efektif. Selain itu, pendidikan konstitusi bagi masyarakat juga penting agar mereka memahami hak-hak mereka dan dapat berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi. Lalu, pengawasan independen terhadap pelaksanaan konstitusi dan akuntabilitas pemerintah juga harus ditingkatkan untuk mencegah pelanggaran hukum. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan perkembangan konstitusi di Indonesia dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan menciptakan keadilan serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Apalagi isu HAM dan Demokrasi sangat sering terjadi pelanggaran hak konstitusi di negara Indonesia ini, maka dari itu diutamakan baik pemerintah maupun masyarakat harus lebih paham mengenai dasar konstitusi agar baik kewajiban maupun hak yang seharusnya dilakukan dan diperoleh dapat terlaksana dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM ANALISIS VIDEO

oleh TIARA CAHYA MUKTI -
Nama: Tiara Cahya Mukti
NPM: 2217011027
Kelas: B

Analisis Video Youtube
Identitas Nasional adalah suatu kumpulan nilai budaya yg tumbuh di segala macam aspek kehidupan di dalam suku budaya yang ada di indonesia, hakikat identitas nasional berpatok kepada pancasila, karena pancasila adalah aktulisasi mewujudkan kehidupan di indonesia. Unsur identitas nasional ada suku bangsa yang beragam, agama, budaya dan bahasa. Identitas Nasional dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
- Identitas fundamental, dimana indonesia adalah pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi negara
- Identitas instrumental, dimana indonesia adalah UUD 1945, aspek yang ada di dalam UUD 1945 mencakup bahasa indonesia, bendera merah putih, lambang garuda Indonesia, Semboyan bhinneka tunggal ika serta lagu Indonesia raya.
- Identitas alamiah, dimana indonesia adalah kepulauan dan pluralisme yang ada di indonesia segala suku bahasa dan agama yang ada di indonesia.

Integrasi Nasional adalah penyesuaian unsur yang berbeda karena terdiri dari berbagai macam perbedaan untuk menyempurnakan menggabungkan/keserasian fungsi. Faktor pendorong integrasi nasional adalah sumpah pemuda, adanya keinginan untuk bersatu, cinta tanah air, rela berkorban, adanya kesepakatan nasional seperti pancasila dan uud 1945, sedangkan faktor penghambat integrasi nasional adalah adanya heterogen karena berbagai macam kelompok atau suku, etnosentrisme atau adanya fanatisme terhadap suatu suku, ketimpangan atau ketidakadilan antar kelompok masyarakat yang ada, adanya kepentingan dari luar negeri yang membuat perpecahan di dalam negeri. Terdapat dua bentuk Integrasi Nasional, yakni asimilasi (pembauran pembudayaan terhadap ciri khas budaya asli) dan akulturasi (penerimaan sebagian unsur asing tanpa menghilangkan budaya aslinya).

Berikut 5 definisi negara menurut Myron Weiner (1971):
1. menyatukan kelompok budaya masyarakat
2. pembentukan wewenang kekuasaan
3. menghubungkan pemerintah dan yang diperintah
4. konsensus terhadap nilai
5. Perilaku yang terintegrasi

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

oleh TIARA CAHYA MUKTI -
Nama : Tiara Cahya Mukti
NPM : 2217011027
Kelas : Kimia-B

Analisis Jurnal "INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA"
Jurnal ini membahas masalah utama yang dihadapi Indonesia terkait dengan integrasi nasional dan etnosentrisme. Dalam konteks beragamnya identitas etnis, agama, dan budaya yang ada di Indonesia, ditekankan bahwa tantangan untuk membangun kesatuan sebagai bangsa sangatlah kompleks. Etnosentrisme, yang seringkali memicu konflik antar kelompok masyarakat, menjadi halangan serius bagi integrasi nasional. Ketidakpastian dan ketegangan yang ada menciptakan ketidakstabilan sosial yang berkepanjangan. Oleh karena itu, jurnal ini menekankan perlunya strategi budaya yang mampu mengakomodasi keragaman dan menjadikan pluralitas sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber perpecahan.

Selanjutnya, identitas memiliki peran ganda dalam proses integrasi nasional yang dibahas dalam jurnal ini. Di satu sisi, identitas dapat memperkuat rasa kebersamaan dan memfasilitasi penciptaan komunitas yang solid. Namun, di sisi lain, identitas yang terlalu kuat juga dapat menjadi penghalang bagi terciptanya integrasi yang lebih luas. Jurnal ini menyoroti pentingnya individu untuk dapat melebur dalam kebersamaan, dan meninggalkan batasan-batasan identitas yang sering kali memperkuat segregasi. Dengan mengedepankan kesadaran akan adanya kesamaan nilai dan tujuan, integrasi nasional diharapkan dapat terwujud sebagai solusi untuk menghadapi konflik yang disebabkan oleh etnosentrisme dan kepentingan yang bertentangan.