Nama : Tiara Cahya Mukti
NPM : 2217011027
Kelas : B
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi dari berita tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut?
Jawab :
Hal positif yang dapat diambil oleh kita sebagai mahasiswa/masyarakat, kita perlu sadar akan hak kita untuk menyampaikan pendapat dan menuntut kebijakan yang lebih baik, karena ini membuktikan bahwa demokrasi masih berjalan dan mahasiswa/warga negara peduli dengan masa depan negaranya. Lalu isu tersebut juga mengajarkan kita pentingnya bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan, kesadaran kesehatan publik, dan solidaritas serta kepedulian sosial yang tiggi.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai tata cara mengemukakan pendapat di tempat umum seperti demonstran yang merusak fasilitas umum saat menyampaikan orasinya tetapi merasa tidak bersalah meskipun telah jelas-jelas merusak dan bagaimanakah cara menyalurkan aspirasi yang lebih baik di tengah pandemi covid-19?
Jawab :
Menurut saya, kebebasan berpendapat itu hak setiap warga negara, termasuk menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi. Tapi, kalau dalam penyampaiannya sampai merusak fasilitas umum, itu jelas tidak bisa dibenarkan. Fasilitas umum itu milik bersama, dibangun dengan uang rakyat, dan merusaknya justru merugikan masyarakat sendiri. Demonstrasi yang berujung anarkis juga bisa menghilangkan fokus dari isu yang diperjuangkan, sehingga pesan yang ingin disampaikan malah tenggelam oleh tindakan destruktif.
3.Bagaimanakah solusimu mengenai permasalahan benturan kepentingan antara pengusaha dan buruh dalam konteks tetap mengedepankan antara hak dan kewajiban yang seimbang?
Jawab :
Kita dapat menghadapi benturan itu dengan menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban kedua pihak. Pengusaha harus memberikan upah layak sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan menjamin hak buruh, sementara buruh juga harus menjalankan kewajibannya dengan disiplin agar produktivitas tetap tinggi. Selain itu, sistem kerja yang fleksibel tanpa eksploitasi dapat diterapkan untuk meningkatkan keseimbangan kerja-hidup, didukung oleh pelatihan keterampilan agar buruh memiliki nilai tawar yang lebih baik. Lalu oemerintah perlu berperan sebagai mediator yang adil dengan memastikan kepatuhan terhadap UU Ketenagakerjaan dan mencegah tindakan sewenang-wenang dari kedua belah pihak. Dengan pendekatan ini, buruh dapat memperoleh kesejahteraan tanpa mengorbankan kelangsungan usaha pengusaha, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan bagi semua pihak.
4.Jelaskan hal yang perlu diperbaiki dalam rangka menjunjung tinggi hak dan kewajiban antara negara dan warga negara sehingga mewujudkan kehidupan yang harmoni dalam konsep bermasyarakat, berbangsa dan bernegara?
Jawab :
- Negara harus memastikan bahwa aturan yang dibuat benar-benar ditegakkan tanpa diskriminasi, sementara warga negara wajib menaati hukum dengan penuh kesadaran.
- Pelayanan publik yang berkualitas dan merata harus diperbaiki untuk menjamin hak dasar warga negara, seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, sementara warga negara juga harus aktif dalam berkontribusi, seperti membayar pajak dan menjaga ketertiban umum.
NPM : 2217011027
Kelas : B
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi dari berita tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut?
Jawab :
Hal positif yang dapat diambil oleh kita sebagai mahasiswa/masyarakat, kita perlu sadar akan hak kita untuk menyampaikan pendapat dan menuntut kebijakan yang lebih baik, karena ini membuktikan bahwa demokrasi masih berjalan dan mahasiswa/warga negara peduli dengan masa depan negaranya. Lalu isu tersebut juga mengajarkan kita pentingnya bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan, kesadaran kesehatan publik, dan solidaritas serta kepedulian sosial yang tiggi.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai tata cara mengemukakan pendapat di tempat umum seperti demonstran yang merusak fasilitas umum saat menyampaikan orasinya tetapi merasa tidak bersalah meskipun telah jelas-jelas merusak dan bagaimanakah cara menyalurkan aspirasi yang lebih baik di tengah pandemi covid-19?
Jawab :
Menurut saya, kebebasan berpendapat itu hak setiap warga negara, termasuk menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi. Tapi, kalau dalam penyampaiannya sampai merusak fasilitas umum, itu jelas tidak bisa dibenarkan. Fasilitas umum itu milik bersama, dibangun dengan uang rakyat, dan merusaknya justru merugikan masyarakat sendiri. Demonstrasi yang berujung anarkis juga bisa menghilangkan fokus dari isu yang diperjuangkan, sehingga pesan yang ingin disampaikan malah tenggelam oleh tindakan destruktif.
3.Bagaimanakah solusimu mengenai permasalahan benturan kepentingan antara pengusaha dan buruh dalam konteks tetap mengedepankan antara hak dan kewajiban yang seimbang?
Jawab :
Kita dapat menghadapi benturan itu dengan menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban kedua pihak. Pengusaha harus memberikan upah layak sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan menjamin hak buruh, sementara buruh juga harus menjalankan kewajibannya dengan disiplin agar produktivitas tetap tinggi. Selain itu, sistem kerja yang fleksibel tanpa eksploitasi dapat diterapkan untuk meningkatkan keseimbangan kerja-hidup, didukung oleh pelatihan keterampilan agar buruh memiliki nilai tawar yang lebih baik. Lalu oemerintah perlu berperan sebagai mediator yang adil dengan memastikan kepatuhan terhadap UU Ketenagakerjaan dan mencegah tindakan sewenang-wenang dari kedua belah pihak. Dengan pendekatan ini, buruh dapat memperoleh kesejahteraan tanpa mengorbankan kelangsungan usaha pengusaha, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan bagi semua pihak.
4.Jelaskan hal yang perlu diperbaiki dalam rangka menjunjung tinggi hak dan kewajiban antara negara dan warga negara sehingga mewujudkan kehidupan yang harmoni dalam konsep bermasyarakat, berbangsa dan bernegara?
Jawab :
- Negara harus memastikan bahwa aturan yang dibuat benar-benar ditegakkan tanpa diskriminasi, sementara warga negara wajib menaati hukum dengan penuh kesadaran.
- Pelayanan publik yang berkualitas dan merata harus diperbaiki untuk menjamin hak dasar warga negara, seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, sementara warga negara juga harus aktif dalam berkontribusi, seperti membayar pajak dan menjaga ketertiban umum.