Nama : Annisa Akhlatul Karimah
NPM: 2217011013
Kelas : B
Kearifan Budaya Lokal sebagai Perekat Identitas Bangsa
Jurnal ini membahas bagaimana kearifan budaya lokal dapat menjadi perekat identitas bangsa Indonesia di tengah tantangan globalisasi. Dalam era modern, tuntutan sosial yang semakin besar berisiko memicu perpecahan dan konflik, sehingga diperlukan penguatan nilai-nilai budaya lokal untuk menjaga persatuan bangsa. Identitas nasional Indonesia terbentuk dari berbagai suku bangsa dengan keanekaragaman budaya yang unik. Namun, globalisasi membawa homogenisasi budaya yang dapat mengancam keberagaman tersebut. Oleh karena itu, penting untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal agar tetap relevan dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan berdaya saing.
Selain itu, jurnal ini menyoroti bagaimana kebudayaan lokal telah mengalami transformasi akibat pengaruh kapitalisme, modernisme, dan globalisasi. Konflik antara budaya tradisional dan modern sering terjadi, tetapi sinergi antara keduanya tetap memungkinkan. Identitas bangsa bukan sesuatu yang statis, melainkan terus berkembang mengikuti dinamika sosial dan budaya. Dengan memperkuat nilai-nilai lokal, seperti gotong royong dan toleransi, masyarakat dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri. Kesadaran akan pluralisme dan multikulturalisme juga menjadi kunci dalam mempertahankan persatuan di tengah perbedaan, sehingga kearifan lokal dapat terus menjadi dasar dalam membangun bangsa yang harmonis dan berkeadaban.
NPM: 2217011013
Kelas : B
Kearifan Budaya Lokal sebagai Perekat Identitas Bangsa
Jurnal ini membahas bagaimana kearifan budaya lokal dapat menjadi perekat identitas bangsa Indonesia di tengah tantangan globalisasi. Dalam era modern, tuntutan sosial yang semakin besar berisiko memicu perpecahan dan konflik, sehingga diperlukan penguatan nilai-nilai budaya lokal untuk menjaga persatuan bangsa. Identitas nasional Indonesia terbentuk dari berbagai suku bangsa dengan keanekaragaman budaya yang unik. Namun, globalisasi membawa homogenisasi budaya yang dapat mengancam keberagaman tersebut. Oleh karena itu, penting untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal agar tetap relevan dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan berdaya saing.
Selain itu, jurnal ini menyoroti bagaimana kebudayaan lokal telah mengalami transformasi akibat pengaruh kapitalisme, modernisme, dan globalisasi. Konflik antara budaya tradisional dan modern sering terjadi, tetapi sinergi antara keduanya tetap memungkinkan. Identitas bangsa bukan sesuatu yang statis, melainkan terus berkembang mengikuti dinamika sosial dan budaya. Dengan memperkuat nilai-nilai lokal, seperti gotong royong dan toleransi, masyarakat dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri. Kesadaran akan pluralisme dan multikulturalisme juga menjadi kunci dalam mempertahankan persatuan di tengah perbedaan, sehingga kearifan lokal dapat terus menjadi dasar dalam membangun bangsa yang harmonis dan berkeadaban.