Posts made by Echa Reza Ananda

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

by Echa Reza Ananda -
Nama: Echa Reza Ananda
Npm : 2211011031
Kelas : (A) S1 Manajemen

Pada 6 Agustus 1945, tentara Sekutu menjatuhkan bom atom ke kota hiroshima, 145 ribu orang tewas. Dan bom atom kedua dijatuhkan oleh Sekutu ke kota nagasaki pada 9 Agustus 1945. Dan setelahnya Jepang menyerah kepada sekutu, tujuan penghancuran Hiroshima dan Nagasaki tidak lain tidak bukan adalah untuk melemahkan Jepang. Dikarenakan keduanya menjadi pusat militer Jepang yang kuat. Kota Hiroshima sebagai markas militer dan pusat industri Jepang.
Dampaknya dari tragedi itu sangat besar antaranya menelan ratusan ribu korban jiwa, kerugian material, timbulnya banyak penyakit sebab terpapar radiasi membuat penduduk jepang saat itu sangat menderita. Menandai berakhirnya perang Dunia Kedua. Lalu pada 17 Agustus, Indonesia memanfaatkan kekosongan kekuasaan untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Menurut saya, peristiwa pemboman tersebut menimbulkan banyak sekali dampak negatif yang timbul bagi masyarakat Jepang seperti hancurnya rumah, gedung dan bangunan lainnya karena bom tersebut, luka berat, dan juga efek radiasi bom tersebut. Tragedi ledakan tersebut juga pasti mengakibatkan kota hangus dan ratusan ribu warga/masyarakatnya meninggal dunia. Perilaku tersebut sangat bertentangan dengan nilai nilai pancasila. Karena dalam tragedi tersebut banyak warga sipil yang ikut terkena dampaknya. Didalam suatu perang seharusnya pihak yang berperang tidak diperbolehkan menyerang warga sipil. Dan itu adalah salah satu pelanggaran peraturan dunia tentang perang, dimana tidak ada rasa kemanusiaan tentang hal itu.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-1

by Echa Reza Ananda -
Nama: Echa Reza Ananda
Npm : 2211011031
Kelas : (A) S1 Manajemen

Di dalam video tersebut menunjukkan adanya aksi kontra/ketidakpuasan oleh sejumlah warga terhadap perusahaan yang membuang limbah industri ke sungai dekat pemukiman warga. Akibatnya, warga merasa terganggu akan polusi bau yang ditimbulkannya. Dari informasi yang didapatkan, limbah tersebut berasal dari pabrik/industri pakaian dari 6 perusahaan yang tidak bertanggung jawab mengatasi pengolahan limbahnya. Diketahui, aksi tersebut terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Sejumlah warga yang merasa terganggu, melakukan aksi penolakan dengan mengusung spanduk yang menunjukkan adanya ketidakterimaan akan limbah tersebut, dan berharap pihak perusahaan dapat segera menindaklanjuti. Selain itu, aksi penolakan dilakukan dengan menutup saluran/pipa tempat limbah tersebut mengalir.

Jika ingin dikaitkan dengan Pancasila, tentunya tindakan pihak perusahaan ini telah menyalahi nilai dan butir-butir Pancasila, terutama pada sila ke 5, yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Didalam sila ini, tersiratkan makna bahwa warga negara yang baik, tidak akan merusak fasilitas umum/publik, karena dengan hal tersebut kita sudah mengganggu ketenangan orang lain. Oleh karena itu, dalam pembahasan video tersebut mempunyai kaitan terhadap penerapan Pancasila.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

by Echa Reza Ananda -
Nama : Echa Reza Ananda
Npm : 2211011031
Kelas : A (S1 manajemen)

a. - Menurut saya berita tersebut sangatlah miris mengingat betapa mudahnya hoax/berita bohong menyebar dengan mudah dan betapa memalukannya elit politik yg dengan sengaja menyebarkan hoax hanya semata-mata untuk mendapatkan kemenangan.
- Untuk mengantisipasi penyebaran hoax saya mungkin akan lebih berpikir lebih logis dan kritis serta membaca berita tersebut secara keseluruhan terlebih dahulu sebelum saya menyimpulkan bahwa berita tersebut ditulis secara fakta atau tidak.

b. - Dampak negatif IPTEK diberbagai bidang antara lain:
1. contoh negatif di bidang ekonomi ialah sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental instant.
2. Dampak Negatif dibidang sosial ialah kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
3. contoh negatif dari bidang budaya ialah terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa dan terjadi hilangnya semangat dan jiwa nasionalisme maupun patriorisme.
- Untuk pengembangan IPTEK di Indonesia yang lebih baik, hendaknya iptek ini selalu berpegangan teguh pada sila-sila pancasila yg selalu merupakan pedoman bangsa Indonesia.
 
c. Hal ini juga bisa diambil dampak positifnya bagi negara Indonesia, contohnya: misalnya Indonesia ingin mengambil seseran/pemasukan didalam kegiatan ini, Indonesia dapat memberlakukan kebijakan persyaratan kandungan lokal, yg dimana produk yg di impor tersebut tidak boleh di imporkan secara utuh, sehingga harus dirakit kembali di Indonesia, hal ini dapat meningkatkan peluang kerja di Indonesia.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

by Echa Reza Ananda -
Nama: Echa Reza Ananda
Npm : 2211011031
Kelas : Manajemen S1 (A)

14 A.

Ilmu pengetahuan dan teknologi atau disingkat dengan iptek adalah sumber yang digunakan manusia untuk suatu penemuan baru maupun mengembangkan ilmu dan teknologi itu sendiri.
Iptek sudah berkembang pesat dan memiliki dampak positif dan negatif terhadap dunia
Contoh dampak positif nya adalah :
1. Menunjang kegiatan produksi
2. Memudahkan komunikasi dengan orang
3. Memudahkan proses pembelajaran
Contoh dampak negatif
1. Carding, pembobolan kartu credit melalui internet
2. Ketergantungan dan kemalasan
3. Mengandung unsur pornografi
Agar terhindar dari dampak buruk yang di sebabkan oleh iptek, manusia harus lah dapat mengimplementasikan pandangan hidup dan nilai nilai pancasila dalam menghadapi perkembangan iptek :
Kedudukan pancasila sebagai pandangan hidup :
1. Sebagai sumber solusi
2. Sebagai pembangun karakter
3. Pemersatu bangsa
Nilai nilai pancasila :
1. Ketuhanan , iptek harus dipikirkan secara rasional agar memiliki dampak positif
2. Kemanusiaan, bersikap adil dan beradab, persamaan derajat dan menghargai perbedaan
3. Persatuan, iptek dapatdikembangkan persatuan
4. Kerakyatan, menjadikan musyawarah sebagai solusi menghadapi perkembangan iptek
5. Keadilan, mewujudkan iptek harus adil tanpa membeda bedakan suku ras agama.

14 B.

Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Pengetahuan adalah hasil tahu manusia
terhadap sesuatu, atau segala perbuatan
manusia untuk memahami suatu obyek yang
dihadapinya, atau hasil usaha manusia untuk
memahami suatu obyek tertentu.
Epistemologi adalah cabang filsafat
yang membicarakan tentang terjadinya
pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula
pengetahuan, batas-batas, sifat, metode dan
validity pengetahuan.
The Liang Gie (2000; 88-89)
memberikan pengertian ilmu adalah rangkaian
aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan
suatu metode untuk memperoleh pemahaman
secara rasional empiris mengenai dunia ini
dalam berbagai seginya, dan keseluruhan
pengetahuan sistematis yang menjelaskan
berbagai gejala yang ingin dimengerti
manusia.
Pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie (2000; 127-130) mempunyai 5 ciri pokok :
1. Empiris. Pengetahuan itu diperoleh
berdasarkan pengamatan dan percobaan.
2. Sistematis. Berbagai keterangan dan data
yang tersusun sebagai kumpulan
pengetahuan itu mempunyai hubungan
ketergantungan dan teratur.
3. Obyektif. Ilmu berarti pengetahuan itu
bebas dari prasangka perseorangan dan
kesukaan pribadi.
4. Analitis. Pengetahuan ilmiah berusaha
membeda-bedakan pokok-soalnya ke
dalam bagian-bagian yang terperinci untuk
memahami berbagai sifat, hubungan, dan
peranan dari bagian-bagian itu.
5. Verifikatif. Dapat diperiksa kebenarannya
oleh siapapun juga.

Sedangkan Daoed Joesoef (1987)
menunjukkan bahwa pengertian ilmu mengacu pada tiga hal, yaitu : produk, proses, masyarakat. Ilmu pengetahuan sebagai produk yaitu pengetahuan yang telah diketahui dan
diakui kebenarannya oleh masyarakat
ilmuwan.
Van Melsen (1985; 65-67)
mengemukakan ada delapan ciri yang menandai ilmu, yaitu :
1. Ilmu pengetahuan secara metodis harus
mencapai suatu keseluruhan yang secara
logis koheren. Itu berarti adanya sistem
dalam penelitian (metode) maupun harus
(susunan logis).
2. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih, karena hal
itu erat kaitannya dengan tanggung jawab
ilmuwan.
3. Universalitas ilmu pengetahuan.
4. Obyektivitas, artinya setiap ilmu terpimpin
oleh obyek dan tidak didistorsi oleh
prasangka-prasangka subyektif.
5. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi
oleh semua peneliti ilmiah yang
bersangkutan, karena itu ilmu pengetahuan
harus dapat dikomunikasikan.
6. Progresivitas artinya suatu jawaban ilmiah
baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh, bila
mengandung pertanyaan-pertanyaan baru
dan menimbulkan problem-problem baru
lagi.
7. Kritis, artinya tidak ada teori yang difinitif,
setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan
kritis yang memanfaatkan data-data baru.
8. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan
sebagai perwujudan kebertauan antara teori
dengan praktis.

Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai
Pengembangan Ilmu.

Pengertian Pancasila sebagai dasar
nilai pengembangan ilmu dapat mengacu
pada beberapa jenis pemahaman. Pertama,
bahwa setiap ilmu pengetahuan yang
dikembangkan di Indonesia haruslah tidak
bertentangan dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa
setiap ilmu yang dikembangkan di Indonesia
harus menyertakan nilai-nilai Pancasila
sebagai faktor internal pengembangan iptek
itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai
Pancasila berperan sebagai rambu normatif
bagi pengembangan ilmu di Indonesia,
artinya mampu mengendalikan ilmu agar
tidak keluar dari cara berpikir dan cara
bertindak bangsa Indonesia. Keempat,
bahwa setiap pengembangan ilmu harus
berakar dari budaya dan ideologi bangsa
Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal
dengan istilah indegenisasi ilmu
(mempribumian ilmu).

Menurut Kaelan (2000)
bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi
pembangunan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Oleh karena itu sila-sila dalam
Pancasila menunjukkan sistem etika dalam
pembangunan iptek yakni :
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,
mengimplementasikan ilmu pengetahuan,
mencipta, perimbangan antara rasional
dengan irrasional, antara akal, rasa, dan
kehendak.

2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab,
memberikan dasar-dasar moralitas bahwa
manusia dalam mengembangkan iptek
haruslah secara beradab.

3. Sila Persatuan Indonesia, memberikan
kesadaran kepada bangsa Indonesia
bahwa rasa nasionalisme bangsa
Indonesia akibat dari sumbangan iptek,
dengan iptek persatuan dan kesatuan
bangsa dapat terwujud dan terpelihara,
persaudaraan dan persahabatan antar
daerah di berbagai daerah terjalin karena
tidak lepas dari faktor kemajuan iptek.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, mendasari
pengembangan iptek secara demokratis.

5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia, kemajuan iptek harus dapat
menjaga keseimbangan keadilan dalam
kehidupan kemanusiaan, yaitu
keseimbangan keadilan dalam
hubungannya dengan dirinya sendiri,
manusia dengan Tuhannya, manusia
dengan manusia lain, manusia dengan
masyarakat bangsa dan negara serta
manusia dengan alam lingkungannya.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Echa Reza Ananda -
Nama: Echa Reza Ananda
Npm :  2211011031
Kelas :Manajemen S1 (A)

URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Pancasila sebagai idiologi negara
merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya
dan agama dari bangsa Indonesia.

Pengembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (Iptek) dewasa ini
mencapai kemajuan pesat sehingga
peradapan manusia mengalami perubahan
yang luar biasa . Pengembangan Iptek
tidak dapat terlepas dari situasi yang
melengkapinya, artinya iptek selalu
berkembang dalam suatu ruang budaya.

Kepemilikan iptek ini juga mendehumanisasikan manusia itu sendiri, karena penggunaan iptek ini dapat mengarah ke arah positif dan negatif.

Dalam pengertian Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan ilmu ,
dapat disampaikan pemahaman,
Pertama,
bahwa setiap ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek) yang dikembangkan di
Indonesia haruslah tidak bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila.
Kedua,bahwa setiap
perkembangan iptek harus didasarkan
dengan nilai Pancasila sebagai faktor
internal pengembangan.
Ketiga, nilai-
nilai Pancasila berperan sebagai rambu
normatif bagi pengembangan iptek di
Indonesia.
Keempat, bahwa setiap
pengembangan iptek harus berakar dari
budaya dan idiologi bangsa Indonesia
sendiri.


Hal lain yang menegaskan peran
Pancasila sebagai sumber nilai dalam
pengembangan iptek adalah,
Pertama
bahwa pengembangan iptek
harus menghormati keyakinan religius
masyarakat,
Kedua, iptek ditujukan bagi
pengembangan kemanusiaan .
Ketiga, iptek merupakan hal
yang menghomogenisasikan budaya
sehingga dapat mempersatukan
masyarakat.
Keempat, Prinsip demokrasi akan
menuntut bahwa pengusaan iptek harus
merata kesemua lapisan masyarakat
karena pendidikan adalah tuntutan
masyarakat.
Kelima, Kesenjangan
dalam penguasaan iptek harus
dipersempit terus menerus sehingga semakin merata sebagai salah satu prinsip
keadilan.

Dasar nilai pengembangan pancasila juga didukung oleh sumber historis, sosiologis, dan politis.