Posts made by Tisyah Apriliana_2211011030

Nama: Tisyah Apriliana
Npm: 2211011030
Kelas: S1 Manajemen A

Analisis Soal 2

1. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila sebagai sistem nilai akan mantap berfungsi sebagai paradigma ilmu,
apabila para akademisi dan praktisi, warga negara maupun penyelenggara negara,
telah meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai acuan dalam berolah ilmu maupun beramal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk sampai pada keyakinan demikian, segenap komponen bangsa perlu berupaya memahami secara menyeluruh atas nilai-nilai kebenaran yang terkait dengan dirinya sebagai manusia, kebenaran tentang alam, serta kebenaran Tuhan YME, sekaligus hubungan dan posisinya di antara ketiganya.

2. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Pemimpin yang dibutuhkan Bangsa Indonesia adalah pemimpin yang berjiwa Pancasila.

Yang dimaksud dengan pemimpin berjiwa pancasila adalah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Sehingga dengan begitu, semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa. Pemimpin harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat dalam Pancasila.

• Karakteristik yang pertama adalah Beriman,
• Karakteristik yang kedua adalah menjunjung tinggi HAM,
• Karakteristik yang ketiga adalah memiliki rasa nasionalisme,
• Karakteristik yang keempat adalah mendengarkan rakyat,
• Karakteristik yang kelima adalah adil.

Warganegara pancasilais harus selalu menghormati satu dengan yang lain, mentaati peraturan undang-undang yang berlaku di wilayah setempat, ikut serta dalam kegiatan masyarakat, melaksanakan kewajiban sebagai warga negara.

Begitu juga dengan golongan golongan yang lainnya,seluruh masyarakat yang lahir dan berwarga negara Indonesia harus mengamalkan kelima sila yang terdapat di pancasila agar kita bisa menjaga dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar tidak adanya konflik konflik yang membuat perpecahan.
Nama: Tisyah Apriliana
Npm: 2211011030
Kelas: S1 Manajemen A

Analisis Soal 1

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?

Penyebaran berita hoax menjadi lebih merajalela hingga menjadi lebih sulit antisipasi. Banyaknya berita hoax menimbulkan resah masyarakat yg mengakibatkan susah membedakan lagi antara yg benar atau hoax.

Oleh sebab itu dampak negatif ini perlu diantisipasi dengan cara menyaring informasi terkait berita yang tersebar di lingkungan sekitar maupun dunia maya. Penyaringan berita ini dilakukan agar masyarakat tidak terlalu banyak menerima berita yang belum tentu benar adanya.

Selain itu elit politik juga harus lebih bertanggung jawab ketika melakukan kontestasi politik dengan memberikan keteladanan dalam menggunakan media sosial secara bijak.

2. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan  solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?

Perkembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila mengakibatkan rusaknya norma-norma yang berlaku, seperti pembobolan kartu kredit, penyebaran berita hoax, penyebaran pornografi, dll.

Sehingga harus ada solusi untung menanganinya, dengan cara mengimplementasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan
menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
setiap pribadi, perseorangan, setiap warga
negara, setiap individu, setiap penduduk,
setiap orang Indonesia.


3. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?

Solusi yang perlu dikembangkan yaitu cermat ketika membeli barang, cara ini menghindari perilaku konsumtif adalah dengan mengubah pola pikir.

Tidak selamanya kamu harus membeli barang mahal. Justru, yang bisa kamu lakukan adalah untuk mulai membeli barang dengan melihat value-nya.

Atau, kamu juga bisa membeli barang berdasarkan kualitas yang ditawarkan. Saat ini, sudah banyak, kok, barang yang dijual dengan harga standar, tapi, bisa menawarkan kualitas terbaik.
Nama: Tisyah Apriliana
Npm: 2211011030
Kelas: S1 Manajemen A

Analisis Jurnal
"PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI"

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Muhammad Yamin bahwa Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik.

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek.
• Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia.
•Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK

1. Ketuhanan yang maha esa

Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu mahluk yang berbudi, yang memiliki Potensi Pikir, rasa karsa dan cipta. Dengan akal budinya manusia menjadi kebudayaan, dengan budi murninya manusia menyadari nilai-nilai dan norma-norma.

3. Persatuan Indonesia

Persatuan berasal dari kata Satu, yang berarti utuh tidak pecah belah, persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Sila ini berarti bahwa rakyat dalam menjalankan kekuasaannya melalui system perwakilan dari keputusan-keputusannya diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat serta penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sila ini berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang ada dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan.

Pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.

Manajemen A MKU Pancasila -> Forum Diskusi

by Tisyah Apriliana_2211011030 -
Nama: Tisyah Apriliana
Npm: 2211011030
Kelas: S1 Manajemen A

4a
"Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi
Perkembangan IPTEK"

a.) Perkembangan IPTEK di Indonesia

Perkembngan IPTEK di Indonesia dapat dilihat dengan adanya teknologi yang terus berkembang seperti adanya satelit yaitu di Indnesia misalnya ada satelit Palapa yang
menjadikan Indonesia dapat mengakses
berbagai informasi melalui sinyal yang
dipancarkan ke perangkat elektronik
seperti televisi, radio, telepon dan yang
lainnya, adanya smartphone dan gadget
beserta berbagai aplikasi yang ada dengan
adanya jaringan internet juga merupakan
contoh kemajuan IPTEK.

b.) Dampak Positif dan Negatif
Perkembangan Iptek

Perkembangan IPTEK dapat memberikan
dampat positif bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu :
• Menunjang kegiatan produksi
• Memudahkan komunikasi dengan orang
lain
• Memudahkan proses pembelajaran.

Selanjutnya yaitu dampak negatif dari
perkembangan IPTEK bagi kehidupan
manusia, diantaranya yaitu :
• Carding (pembobolan kartu kredit).
• Membuat ketergantungan dan rasa malas.
• Mengandung unsur kekerasan bahkan
pornografi.
c.) Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Bangsa

Adapun kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa adalah sebagai berikut :
a. Pancasila sebagai sumber solusi
penyelesaian masalah.
b. Pancasila sebagai pembangun karakter.
c. Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa.

d.) Makna Tiap Sila Pancasila

Sila Pertama : Ketuhanan yang Maha
Esa, nilai Ketuhanan yang dijadikan
sebagai sila pertama menunjukkan bahwa
Tuhan menjadi pedoman yang utama bagi
setiap manusia dalam menjalankan
kehidupannya.

• Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab,makna dari Pancasila sila kedua
ini yaitu mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya serta gotong royong.

• Sila Ketiga: Persatuan Indonesia,makna
dari Pancasila sila ketiga ini yaitu
walaupun bangsa Indonesia terdiri dari
berbagai macam suku, agama, dan unsur
latar belakang yang berbeda namun tetap
bisa bersatu untuk negara.

• Sila Keempat: Kerakyatan yang
Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan/ Perwakilan,
makna dari Pancasila sila keempat ini
adalah menjadikan musyawarah sebagai
solusi untuk setiap perbedaan atau
pertentangan yang terjadi di kehidupan.

• Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi
Seluruh Rakyat Indonesia, makna dari
Pancasila sila kelima ini yaitu suatu
keadilan sosial yang mana keadilan social
ini berhak didapatkan oleh setiap
masyarakat tanpa melihat status maupun
kedudukannya serta negara ini menjamin
kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

e.) Implementasi Nilai-Nilai Pancasila
Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Implementasi nilai-nilai pancasila dalam
kehidupan sehari-hari yaitu dengan
menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
setiap pribadi, perseorangan, setiap warga
negara, setiap individu, setiap penduduk,
setiap orang Indonesia.

4b
"Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu"

1. Teori koherensi
Bagi teori kebenaran ini, pernyataan
dianggap benar jika pernyataan bersifat
konsisten dengan pernyataan sebelumnya
yang dianggap benar.

2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu
pernyataan benar jika materi pengetahuan
yang dikandung pernyataan itu berhubungan
dengan objek yang dituju oleh pernyataan
tersebut. Sistem filsafat Pancasila dinyatakan sebagai jiwa bangsa Indonesia,
berkepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa dan pedoman hidup bangsa.

3. Teori pragmatik
Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Teori ini tercermin dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia.

Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai
Pengembangan Ilmu.

1) bahwa setiap ilmu pengetahuan yang
dikembangkan di Indonesia haruslah tidak
bertentangan dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila.

2)Kedua, bahwa setiap ilmu yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila
sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.

3) bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan ilmu di Indonesia, artinya mampu mengendalikan ilmu agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.

4)bahwa setiap pengembangan ilmu harus
berakar dari budaya dan ideologi bangsa
Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal
dengan istilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu).

Visi Ilmu di Indonesia

Visi dan orientasi operasionalnya diletakkan pada dimensi-dimensi :

a. Teleologis, dalam arti bahwa ilmu
pengetahuan hanya sekedar sarana yang
memang harus kita pergunakan untuk
mencapai suatu teleos (tujuan).

b. Etis, dalam arti bahwa ilmu pengetahuan harus kita operasionalisasikan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.

c. Integral/Integratif, dalam arti bahwa
penerapan ilmu pengetahuan untuk
meningkatkan kualitas manusia, sekaligus
juga diarahkan untuk meningkatkan
kualitas struktur masyarakatnya, sebab
manusia selalu hidup dalam relasi baik
dengan sesama maupun dengan
masyarakat yang menjadi ajangnya.
Nama: Tisyah Apriliana
Npm: 2211011030
Kelas: S1 Manajemen A

Analisis jurnal:

"Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK"

Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga disatu pihak
dibutuhkan semangat obyektifitas dipihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

1. Konsep Dasar Nilai Pancasila
Sebagai Pengembangan Ilmu

Pancasila sebagai sistem nilai acuan,
kerangka-kerangka berpikir, pola acuan
berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai
yang dijadikan kerangka landasan,
kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan
bagiyang menyandangnya sehingga
Pancasila menjadi kaidah penuntun
dalam pembangunan hukum nasional.
Artinya niali-nilai dasar Pancasila secara
normatifmenjadi dasar, kerangka acuan,
dan tolakukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalan kan
di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi
atas pengakuan dan penerimaan bangsa
Indonesia terhadap Pancasila sebagai
dasar negara dan idiologi nasional.

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai
dan Moral dalam Pengembangan IPTEK

Pancasila merupakan satu kesatuan
dari sila-sila Pancasila haruslah
merupakan sumber nilai, kerangka
berpikir dan serta sebagai asas moralitas
bagi pembangunan ilmu pengethuan dan
teknologi. Hal ini dapat ditunjukkan
dalam sila-sila Pancasila yang merupakan
sebuah sistem etika.

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada
sila ini dapat mengimplementasikan
ilmu pengetahuan, yang
mempertimbangjan rasional, antara
akal, rasa dan kehendak.

b. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang
Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi
manusia dalam mengembangkan iptek.

c. Sila Persatuan Indonesia, memberikan
rasa kesadaran akan nasionalisme dari
bangsa Indonesia akan sumbnagsihnya
iptek sehingga dapat terjalinnya rasa
terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah dan itu semua karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

d. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh
hikmad kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan, hal yang mendasar adalah dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi.

e. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat
menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusian.

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan
Politik Pancasila Sebagai Dasar
Nilai Pengembangan Iptek

Sumber historis Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan iptek di
Indonesia dapat ditelusuri dalam
Pembukaan UUD 1945. Pada alenia
keempat Pembukaan UUD 1945.

Sebagai sumber sosiologis Pancasila
sebagai dasar nilai pengembangan iptek
dapat ditemukan dalam sikap masyarakat
yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan
Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa
yang terjadi dalam masyarakat.

Sumber Politis Pancasila sebagai
dasar nila pengembangan iptek dapat
dilihat dari berbagai kebijakan yang
dilakukan oleh para penyelenggara
negara.