Nama: Tisyah Apriliana
Npm: 2211011030
Kelas: S1 Manajemen A
Analisis Vidio 2
Pengeboman Kota Hiroshima dan Kota Nagasaki di Jepang terjadi pada tanggal 6 - 9 Agustus tahun 1945. Pengeboman tersebut dilakukan oleh Pihak Amerika karena penyerangan yang dilakukan Jepang kepada Amerika.
Dampak pengeboman tersebut bagi Negara Republik Indonesia adalah Indonesia dapat mempercepat kemerdekaannya. Apalagi setelah pengeboman tersebut Jepang mengaku kalah di perang penjajahan melawan Indonesia.
Karena jatuhnya Bom Atom di Kota Hiroshima dan Kota Nagasaki tersebut berdampak buruk bagi Jepang, Bom Atom tersebut banyak memakan korban jiwa yang hampir menewaskan sembilan puluh ribu sampai seratus empat puluh enam ribu orang di Kota Hiroshima dan tiga puluh sembilan ribu sampai delapan puluh ribu orang di Kota Nagasaki Jepang.
Juga membuat Jepang merasa terdesak dalam suatu perang besar yang akan terjadi di Negaranya dan juga dalam Perang Asia Pasifik dan secara resmi Jepang mengumumkan penghentian Perang Pasifik melawan para sekutu.
Karena itulah Jepang memberikan janji kedua untuk Kemerdekaan Indonesia.
Hal tersebut terlihat pada saat pihak Jepang memanggil pihak Indonesia ke Dalat, Saigon, Vietnam oleh Marsekal Terauchi.
Pihak Indonesia yang dipanggil oleh Jepang adalah Ir. Soekarno, Moh Hatta dan Radjiman.
Pada saat peristiwa jatuhnya Bom Atom di Kota Hiroshima dan Kota Nagasaki Jepang situasi Negara Indonesia saat itu mengalami kekosongan kekuasaan dan hal tersebut mendorong masyarakat Indonesia untuk melakukan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Dan juga peristiwa pengeboman tersebut menjadi kesempatan oleh Negara Indonesia untuk terbebas dari penjajahan Jepang.
Maka dari itu pada tanggal 17 Agustus 1945 seluruh masyarakat Republik Indonesia berkumpul dan mendengarkan pemimpin negara yaitu presiden pertama Negara Indonesia Ir. Soekarno untuk membacakan teks proklamasi dan menyelenggarakan upacara kemerdekaan.