Kiriman dibuat oleh 2255012012 Adine Gloria Kalalo

Nama : Adine Gloria Kalalo
NPM : 2255012012
Kelas : B

Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu kelima di era transisi demokrasi dan pengalaman pertama bagi bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan pemilu parlemen bersamaan dengan pemilu presiden dan wakil presiden. Keberhasilan pemilu tidak lepas dari kemauan mereka yang berkecimpung di segala bidang, terutama bidang politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Namun, masih banyak persoalan yang dapat membahayakan penyelenggaraan pemilu yang demokratis. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan kondisi sektoral secara menyeluruh sebelum pilkada serentak 2019 berlangsung guna mendapatkan gambaran umum peta status para aktor. Kerangka politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, dan politik keamanan yang relatif baik dan stabil mendukung terselenggaranya pemilu yang demokratis. Berdasarkan keadaan di atas, antologi ini mempertimbangkan dinamika sosial dan politik menjelang pemilu serentak 2019. Data dikumpulkan dari hasil penelitian kualitatif di sembilan kota dan tujuh provinsi. Antologi ini juga memuat hasil analisis komprehensif terhadap penyelenggaraan pemilu serentak 2019 yang diperlukan untuk pengambilan keputusan politik, termasuk minimalisasi kemungkinan ancaman pemilu terhadap terwujudnya demokrasi yang terkonsolidasi. 
Pimpinan daerah juga bisa “bermain” dengan birokrasi, misalnya dengan melakukan mutasi, merekrut dan menerjunkan orang-orang yang dipercaya, serta menggunakan segala perangkat birokrasi untuk keuntungan politik jangka pendek. Keberadaan birokrasi dapat digunakan untuk kepentingan bersama, tetapi pada saat yang sama juga dapat digunakan untuk kepentingan politik tertentu. Hal ini umumnya menjadikan birokrasi sebagai alat untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.
Nama : Adine Gloria Kalalo
NPM : 2255012012
KELAS : B

Pada prinsipnya, sistem demokrasi memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapatnya. Itulah sebabnya demokrasi sering disebut sebagai sistem yang berisik.

Meskipun demokrasi berisik, itu digunakan oleh banyak negara. Alasannya, demokrasi dapat menjaga keamanan dan kesejahteraan dalam jangka panjang.

Selain itu, menurut peneliti, negara-negara demokrasi memiliki penegakan HAM yang tinggi, tingkat korupsi yang lebih rendah, dan warga negara yang lebih sehat dan bahagia dibandingkan dengan negara-negara non-demokratis. Namun baru-baru ini, "keyakinan" pada demokrasi telah dirusak oleh banyak situasi yang baru dan unik di abad ke-21.