Kiriman dibuat oleh DEA NISA SIFANA

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh DEA NISA SIFANA -
NAMA : DEA NISA SIFANA
NPM 2216031001
KELAS: REGULER A
MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Pengertian identitas nasional
Identitas ( identifity) secara harfiah berati ciri-cir, tanda-tanda atau jatidiri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain (ICCE,2005: 23). Sedangkan kata nasional (national) merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesaman-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama, bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan.

Unsur-unsur pembentukan identitas negara yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, bahasa. Dari unsur-unsur identitas nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagi berikut
1. Identitas fundamental , yaitu pancasila yang merupakan falsafah bangsa, dasar negara, dan ideologi negara
2. Identitas instrumental, yang berisi UUD 1945 dan tata perundangannya, bahasa indonesia, lambang negara, bendera negara, lagu kebangsaan "indonesia raya"
3. Identitas alamiah yang meliputi negara kepulauan dan pluralisme dalam suku bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan.
Faktor pembentukan identitas nasional
1.Faktor obkektif yang meliputi faktor geografis ekologis dan demografis.
2. Faktor subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa indonesia ( surya, 2002)

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa indonesia meliputi:
1. Primodial ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa daerah bahasa dan adat istiadat merupakan faktoe primodial yang dapat membentuk bank negara bangsa.
2. Sakral, kesamaan agama yang dianut oleh suatu masyarakat atau ikatan ideologi yang kuat dalam masyarakat juga merupakan faktor yang dapat membentuk negara bangsa namun kadang terjadi kesamaan agama dan ideologi
3. Tokoh, kepemimpinan dari seseorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat dapat menjadi faktor yang menyatukan suatu negara bangsa.
4. Sejarah, resep yang sama tentang soal asal usul atau tentang pengalaman masa lalu
5. Bhineka tunggal ika, prinsip bersatu dalam perbedaaan merupakan satu faktor yang dapat membentuk bangsa negara.

Tujuan dan fungsi identitas nasional
1. Sebagai alat pemersatu bangsa
2. Sebagai pembeda dengan bangsa lainnya
3. Merupakan landasan negara
4. Identitas nehara tersebut
5. Nilai potensi bangsa

Peran identitas nasional
1. Sebagai bahan atau objek dalam integrasi nasional contohnta integrasi nasional identitas nasional berperan sebagai bahan atau objek
2. Pengontrol sumber daya ekonomi.
Hal ini termasuk mengelaborasi pembagian kerja serta mendorong persebaran dan mobilitas barang dan tenaga kerja
3. Menjadi penanda ikatan solidaritas, contohnya indonesia yang terdiri dari begitu banyak unsur-unsur identitas nasional suku, ras, bahasa daerah, tradisi dan agama, memiliki sejarah kemerdekaan yang sama, lagu kebangsaan yang sama, serta bahasa negara yang sama.
4. Menjadi definisi territorial
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, identitas nasional terikat pada wilayah. Maka, identitas nasional jika dilihat dari perspektif teritori juga berperan sebagai definisi sebuah ruang yang pasti. Di dalam ruang inilah para warga hidup, bekerja dan melakukan segala aktivitasnya.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh DEA NISA SIFANA -
NAMA : DEA NISA SIFANA
NPM 2216031001
KELAS REGULER A
MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Jurnal "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"

Kearifan lokal merupakan unsur budaya yang harus dipelajari, digali dan dihidupkan kembali, karena esensinya begitu penting untuk memperkuat fondasi identitas bangsa dan menjawab tantangan globalisasi. Bagi negara modern seperti Indonesia, bukan hanya entitas geopolitik, tetapi sebenarnya selalu mencakup kelompok sosial dan sistem budaya yang berbeda, yang tercermin dalam keragaman budaya etnis. Oleh karena itu, penting untuk memahami budaya Indonesia dari berbagai sudut pandang untuk melihat integrasi sebagai bagian penting pemersatu bangsa. Budaya Indonesia berakar dari budaya etnik (lokal) Indonesia yang menunjukkan keragaman. Sehubungan dengan tujuan tersebut, sangat penting untuk menumbuhkan rasa persatuan dalam membudidayakan dan mengembangkan budaya Indonesia agar dapat dipahami melalui pendekatan budaya Indonesia yang holistik. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam budaya yang berbeda-beda seperti:
Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makassar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak dan budaya lainnya yang hidup berdampingan dan saling melengkapi.

Berpegang pada prinsip bahwa tidak ada masyarakat dan kebudayaan yang statis, maka dari segi kebudayaan masyarakat dan kebudayaan setempat pada umumnya berkembang secara dinamis. Dalam pengertian ini, antara lain, sangat penting untuk memahami budaya etnik yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal dan membahas persoalan kesadaran kolektif lokal, yang mencerminkan identitas suatu suku bangsa atau suatu bangsa. Perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun nyatanya, di tengah gelombang perubahan yang diakibatkan oleh kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antara budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindari, meskipun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta budaya yang tak terbantahkan. Atas dasar itu, kearifan lokal dapat dimaknai sebagai manusia dan politik masyarakat, dengan menggunakan filosofi, nilai, etika, adat istiadat dan perilaku yang terlembagakan yang secara tradisional telah mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia dan sumber daya alam. Konservasi sumber daya alam yang kaya ini untuk kelangsungan hidup yang berkelanjutan.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh DEA NISA SIFANA -
NAMA : DEA NISA SIFANA
NPM 2216031001
KELAS REGULER A
MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Jurnal "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"

Kearifan lokal merupakan unsur budaya yang harus dipelajari, digali dan dihidupkan kembali, karena esensinya begitu penting untuk memperkuat fondasi identitas bangsa dan menjawab tantangan globalisasi. Bagi negara modern seperti Indonesia, bukan hanya entitas geopolitik, tetapi sebenarnya selalu mencakup kelompok sosial dan sistem budaya yang berbeda, yang tercermin dalam keragaman budaya etnis. Oleh karena itu, penting untuk memahami budaya Indonesia dari berbagai sudut pandang untuk melihat integrasi sebagai bagian penting pemersatu bangsa. Budaya Indonesia berakar dari budaya etnik (lokal) Indonesia yang menunjukkan keragaman. Sehubungan dengan tujuan tersebut, sangat penting untuk menumbuhkan rasa persatuan dalam membudidayakan dan mengembangkan budaya Indonesia agar dapat dipahami melalui pendekatan budaya Indonesia yang holistik. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam budaya yang berbeda-beda seperti:
Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makassar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak dan budaya lainnya yang hidup berdampingan dan saling melengkapi.

Berpegang pada prinsip bahwa tidak ada masyarakat dan kebudayaan yang statis, maka dari segi kebudayaan masyarakat dan kebudayaan setempat pada umumnya berkembang secara dinamis. Dalam pengertian ini, antara lain, sangat penting untuk memahami budaya etnik yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal dan membahas persoalan kesadaran kolektif lokal, yang mencerminkan identitas suatu suku bangsa atau suatu bangsa. Perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun nyatanya, di tengah gelombang perubahan yang diakibatkan oleh kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antara budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindari, meskipun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta budaya yang tak terbantahkan. Atas dasar itu, kearifan lokal dapat dimaknai sebagai manusia dan politik masyarakat, dengan menggunakan filosofi, nilai, etika, adat istiadat dan perilaku yang terlembagakan yang secara tradisional telah mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia dan sumber daya alam. Konservasi sumber daya alam yang kaya ini untuk kelangsungan hidup yang berkelanjutan.