གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ DEA NISA SIFANA

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

DEA NISA SIFANA གིས-
Dea Nisa Sifana
2216031001
REG A

Berdasarkan pengalaman tersebut, bangsa Indonesia melihat berbagai perubahan prinsip, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Posisi pemerintahan Orde Baru tentu saja bertentangan dengan sifat dan kondisi Indonesia yang pada awalnya dibedakan sebagai bangsa yang majemuk, dipandang sebagai gerakan politik yang menekankan identitas kedaerahan dan memusuhi penciptaan stabilitas nasional. . Memang, kebebasan yang dinikmati rakyat Indonesia atas nama demokrasi memberikan gambaran yang kabur tentang keadaan bangsa itu. Identitas Nasional dan Integrasi Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, identitas nasional ditandai dengan bentuk fisik dan kesamaan politik bagi seluruh rakyat Indonesia (termasuk penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa Indonesia, dll). Jadi identitas adalah produk budaya yang terjadi sedemikian kompleks. Dari perspektif waktu, identitas bukanlah bentuk yang ada sejak awal dan tetap dalam esensi abadi.
Tingkat identitas bergantung pada peran yang dimainkan, keadaan objektif yang dihadapi, dan juga ditentukan oleh bagaimana seseorang menanggapi situasi dan peran tersebut.

Dan reaksi ini juga secara tidak langsung memberikan bentuk lain dari apa yang kita alami saat ini. Identitas bukanlah sesuatu yang tertutup dan final, melainkan ruang yang senantiasa memperbarui, yang karakternya selalu diperbarui, dan ruang yang senantiasa dinegosiasikan, sehingga bentuknya selalu bergantung pada proses yang menyusunnya. Seperti identitas kita saat ini, ia menghadirkan citra yang tidak tunggal tetapi sangat jamak. Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan karena mereka berasal dari suku yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda atau bahkan asal daerah.

Ia mendirikan gerakan besar yang saling terkait "Strategi Penguatan Budaya Multi Nilai untuk Memperkokoh Rasa Persatuan dan Persatuan Bangsa dalam Rangka Pembangunan Nasional" yang diadakan oleh Ditjiansosbud Lemhanas. , 2 September 2010 di Jakarta. Mengontrol dan memerintah, antara mempengaruhi dan memengaruhi, provokatif dan memprovokasi, penguasa dan diatur, bahkan antara citra ruang publik dan domestik adalah bagian dari refleksi sehari-hari. Hal tersebut telah menjadi fenomena komunikasi yang tidak terlepas dari karakteristik individu yang kemudian menjadi objek dan subjeknya.