NAMA : Aisah Fawwaz Sulaimah
NPM : 2217011119
Dalam jurnalnya yang berjudul Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa, Ida Bagus Brata (2016) menguraikan bahwa kearifan budaya lokal memiliki peran sentral dalam menjaga dan memperkuat identitas bangsa Indonesia. Dalam konteks globalisasi yang semakin kuat, perubahan sosial, ekonomi, dan politik terjadi begitu cepat sehingga dapat mengancam kelestarian nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Brata berpendapat bahwa sejak era reformasi, masyarakat Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan identitas nasionalnya. Reformasi membawa berbagai tuntutan baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang di satu sisi memberikan kebebasan, tetapi di sisi lain juga berpotensi melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam kondisi ini, kearifan budaya lokal menjadi semakin penting karena mengandung nilai-nilai kebijaksanaan yang telah teruji dalam membentuk harmoni sosial dan menciptakan stabilitas di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya yang ada di Indonesia.
Menurut Brata, kearifan budaya lokal merupakan ekspresi dari nilai-nilai luhur yang berkembang dalam suatu masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai tersebut mencerminkan cara hidup, norma, etika, serta prinsip-prinsip yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat dalam berinteraksi satu sama lain maupun dengan lingkungannya. Oleh karena itu, keberadaan kearifan budaya lokal tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga merupakan pedoman yang dapat digunakan untuk menghadapi tantangan zaman. Lebih lanjut, Brata menyoroti pentingnya revitalisasi kearifan budaya lokal agar tetap relevan dalam kehidupan modern. Hal ini mencakup upaya untuk menggali, mengkaji, serta mengadaptasikan nilai-nilai budaya lokal dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan esensi dan maknanya. Ia menegaskan bahwa jika nilai-nilai budaya lokal dapat diberdayakan dengan baik, maka budaya Indonesia tidak akan mudah tergerus oleh arus globalisasi yang cenderung membawa pengaruh budaya asing.
Selain itu, Brata juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai budaya lokal masih dapat berfungsi sebagai perekat identitas bangsa di era globalisasi. Ia menggarisbawahi bahwa tantangan utama dalam mempertahankan kearifan budaya lokal adalah bagaimana menyeimbangkan antara pelestarian nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan akan modernisasi. Jika tidak dikelola dengan baik, ada kemungkinan bahwa budaya lokal akan tergeser oleh budaya global yang lebih dominan, sehingga identitas bangsa menjadi semakin kabur. Dalam kesimpulannya, Brata menegaskan bahwa kearifan budaya lokal bukan hanya sekadar simbol tradisi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat jati diri bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari berbagai pihak, baik masyarakat, pemerintah, maupun akademisi, untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal agar tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, kearifan budaya lokal dapat terus menjadi perekat identitas bangsa Indonesia di tengah dinamika perubahan global.