Kiriman dibuat oleh Fasli Karman

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

oleh Fasli Karman -
Fasli Karman_2216031055_Reg A

A. Menurut saya berita hoax memang sudah ada sejak dulu dan saya sangat tidak setujuh dengan adanya berita hoax dan sampai sekarang kini berita hoax sering kali terjadi. Berita hoax juga kini banyak tersebar di media-media, mulai dari whatssapp, ig, facebook dll. Dengan adanya hoax masyarakat pun begitu mudah percaya ketika mereka melihatnya dan hoax ini begitu cepat membuat masyarkat akan percaya hal nya. Seperti halnya yang dikatakan oleh Ibu Anita pada artikel tersebut, orang berpendidikan saja belum tentu bisa kebal terhadap hoax. Maka dari itu kita tetap memperluas pengetahuan kita agar tidak mudah tertipu lagi dengan hoax dan ketika ada informasi yang kita dapat sebaiknya di liat dulu dari siapa dan valid gak buat kita agar kita terhindar dari hoax dan setidaknya kita menyaring terlebih dalu informan itu apakah benar atau salah sebelum kita memberikan informan ke orang lain.

B. IPTEK jika tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila akan banyak memunculkan banyak masalah, contohnya adalah media sosial yang di dalamnya terdapat banyak dampak negatif, seperti hate speech atau cyber bullying, selain itu muncul banyak hacker yang dapat membahayakan data pribadi ataupun data-data dalam teknologi digital. Solusinya adalah dengan menyertakan nilai-nilai Pancasila yang di mana dapat dijadikan dasar dari nilai pengetahuan dan dapat dijadikan sumber pengembangan ilmu dan teknologi itu sendiri. Pengembangan IPTEK tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila agar pengembangan IPTEK berjalan dengan baik.

C. Berkomunikasi dengan diri sendiri apa dan harus bagaimana dan jika kita sudah berkomunikasi dengan diri kita sendiri belajar dari diri sendiri untuk menahan pembelian produk luar dan juga menahan diri untuk membeli sesuatu yang hanya buat gaya-gaya, dan kita juga mengkomunikasikan ke lingkungan keluarga agar lebih baik membeli produk dalam negeri karena dalam negeri juga kualitasnya tidak kalah jauh dengan luar negeri.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

oleh Fasli Karman -
Fasli Karman_2216031055_Reg A

Menurut analisis saya tentang sejarah Kemerdekaan RI Peristiwa Sejarah Sebelum Proklamasi RI yang di mana dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima, dapat di liat dari video itu bahwa berita yang terdapat dalam video tersebut adalah penyalahgunaan pengembangan teknologi yang banyak memberikan kerugian bagi banyak orang sehingga 140ribu orang tewas.
Tidak hanya itu, bom atom ke 2 juga di jatuhkan ke kota Nagasaki Jepang pada 9 Agustus 1945. Pada tanggal 15 Agustus 195 akhirnya Jepang menyerah pada sekutu dan di tanda tangani oleh menteri luar negeri Jepang di atas kapal perang Amerika Serikat, dan ini menandai berakhirnya Perang Dunia II di Asia Pasifik, sehingga hal tersebut memberi peluang untuk bangsa Indonesia mengproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-1

oleh Fasli Karman -
Fasli Karman_2216031055_Reg A

Menurut analisis saya dengan video tersebut bahwa Masyarakat Desa Pekalongan, Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pembuatan pakaian. Warga melakukan unjuk rasa karenakan mereka merasakan tidak nyaman dengan tercemarnya lingkungan sekitar sungai dan menimbulkan bau busuk yang ditimbulkan. Dalam video ini bisa di lihat bahwa mereka tidak di dasari dengan nilai nilai Pancasila yaitu sebagai sila ke 2 yakni kemanusiaan yang adil dan beradab, maka dari itu pentingnya kita menerapkan nilai Pancasila dalam diri kita.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

oleh Fasli Karman -
Fasli Karman_2216031055_Reg A

1. Perkembangan iptek dari zaman ke zaman semakin maju dan tak terbatas. Kemajuan iptek adalah suatu gejala yang tidak dapat dihindarkan, karena kemajuan teknologi berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan iptek memunculkan banyak masalah nilai dalam iptek itu sendiri. Iptek tanpa nilai Pancasila dengan tidak menerapkan dengan baik dapat berbahaya karena memunculkan banyak masalah. Contohnya adalah media sosial yang di dalamnya terdapat banyak dampak negatif, seperti hate speech atau cyber bullying. Selain itu, muncul banyak hacker yang dapat membahayakan data pribadi ataupun data-data dalam teknologi digital. Untuk itu, dibutuhkan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara Indonesia, yang dapat dijadikan dasar dari nilai pengetahuan, dapat dijadikan sumber pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan iptek tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, iptek harus menyertakan nilai-nilai Pancasila, serta iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.

2. Sudah tentu pengaruhnya sangat penting, apa lagi kemajuan teknologi. Pada jaman modern sekarang ini, banyak manusia yang membutuhkan suatu alat bantu praktis, untuk mempermudah manusia melakukan berbagai kegiatannya. Teknologi mempunyai peranan yang sangat penting untuk menunjang kemudahan itu. Sudah banyak teknologi yang diciptakan oleh manusia untuk mewujudkan keinginan manusia itu sendiri. Upaya yang dilakukan ini, agar kita tidak perlu lagi repot-repot untuk melakukan aktifitas yang melelahkan.

Bayangkan saja pada masa sekarang ini, dengan menggunakan teknologi manusia dapat berkomunikasi, mencari informasi dan belajar dimana saja. Kemajuan teknologi yang telah tercapai sekarang ini benar-benar memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sebagai contoh: hampir setiap orang tidak bisa terpisah dari adanya teknologi. Setiap orang menggunakan HP sebagai alat komunikasi langsung jarak jauh untuk berkomunikasi dengan orang lain atau bahkan menggunakan teknologi sebagai sumber ekonomi contoh bisnis online,itu sangat membantu sekali kemajuan perekonomian, seperti ATM dan teknologi lainnya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Artikel 14 a dan 14 b

oleh Fasli Karman -
Fasli Karman_2216031055_Reg A

Hubungan IPTEK dan Nilai-nilai Pancasila

Menurut tanggapan saya, Pancasila bukan merupakan ideologi yang kaku dan tertutup, namun justru bersifat reformatif, dinamis, dan antisipatif. Dengan demikian Pancasila mampu menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yaitu dengan tetap memperhatikan dinamika aspirasi masyarakat. Kemampuan ini sesungguhnya tidak berarti Pancasila itu dapat mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung, tetapi lebih menekan pada kemampuan dalam mengartikulasikan suatu nilai menjadi aktivitas nyata dalam pemecahan masalah yang terjadi inovasi teknologi canggih. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menuntut setiap individu harus cepat untuk menumbuhkembangkan kemampuan literasi teknologi, data, dan sumber daya manusia. Ketiga hal tersebut menjadi modal dasar dalam pengembangan berbagai kompetensi diri setiap individu. Perkembangan dan kemajuan IPTEK saat ini juga tidak terlepas dari penguasaan ketiga literasi tersebut. Perkembangan IPTEK yang tidak diimbangi dengan pijakan landasan fundamental bangsa, justru akan lebih banyak menyumbangkan pengaruh negatif dari pada positif. Penyalahgunaan IPTEK akan mengancam eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan senjata untuk menangkal berbagai kemungkinan negatif perkembangan IPTEK, salah satunya adalah Pancasila. Kesaktian Pancasila tidak hanya sebatas sebagai dasar negara, pedoman hidup, dan pemersatu bagi bangsa Indonesia, tetapi juga dijadikan sebagai bintang penuntun dalam segala aspek kehidupan, termasuk pengembangan IPTEK. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila harus dijadikan sebagai pedoman pokok dalam pengembangan IPTEK. Pancasila dijadikan sebagai dasar pengembangan IPTEK diharapkan memberi dampak luas pada kemaslahatan kehidupan bangsa Indonesia. IPTEK boleh berkembang dan maju, namun harus diimbangi dengan menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur ideologi bangsa di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu, Pancasila dijadikan sebagai filter untuk menyeleksi mana yang sesuai dengan karakter dan kebudayaan bangsa dan mana yang tidak sesuai.