Nama : Ajeng Akmala Sari
NPM : 2253053022
Judul "Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja" yang ditulis oleh H. Wanto Rivaie.
Nilai-nilai hubungan antar
manusia warga bangsa perlu dibangun
berdasarkan saling menghargai, saling
percaya untuk menciptakan
kehidupan yang sejahterah. Nilai-nilai
hubungan antar manusia seyogyanya
seperti tersebut pada soal ini, dan
untuk menjawabnya, terkait dengan
kedudukan manusia sebagai makhluk
Sosial.McDougall menekankan
pentingnya faktor personal dalam
menentukan interaksi sosial dalam
membentuk perilaku individu.
Menurutnya, faktor-faktor personallah
yang menentukan perilaku manusia.
Menurut Edward E. Sampson,
terdapat perspektf yang berpusat pada
persona dan perspektif yang berpusat
pada situasi. Perspektif yang berpusat
pada personal mempertanyakan
faktor-faktor internal, apakah baik
berupa instik, motif, kepribadian,
sistem kognitif yang menjelaskan
perilaku manusia. Secara garis besar
terdapat dua aspek:
1. Aspek Biologis
Menurut Wilson,
perilaku sosial sosial dibimbing oleh
aturan-aturan yang sudah secara
genetis dalam jiwa manusia.
Pentingnya kita memperhatikan
pengaruh biologis terhadap perilaku
manusia.
2.Aspek Sosiopsikologis
Kita dapat mengklarifikasikannya
ke dalam tiga komponen:
a. Komponen Afektif; merupakan aspek
emosional dari faktor
sosiopsikologis, didahulukan karena
erat kaitannya dengan sebelumnya.
b. Komponen Kognitif; Aspek
intelektual yang berkaitan dengan
apa yang diketahui manusia,
c. Komponen Koaktif; Aspek
Volisional, yang berhubungan
dengan kebiasaan dan kemauan
bertindak
3. Motif Sosiogenesis
Motif Sosiogenesis disebut
juga dengan motif sekunder sebagai
lawan motif perimer (motif biologis).
Berbagai klasifikasi motif
sosiogenesis
Kesimpulan : Pembentukan nilai moral sosial
budaya Indonesia di kalangan anakanak dan remaja merupakan tanggung
jawab orang tua, masyarakat dan
pemerintah secara bersinergis.
Kerjasama yang baik antara ketiga
lingkungan pendidikan yang oleh Ki
Hajar Dewantoro (1964) .
NPM : 2253053022
Judul "Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja" yang ditulis oleh H. Wanto Rivaie.
Nilai-nilai hubungan antar
manusia warga bangsa perlu dibangun
berdasarkan saling menghargai, saling
percaya untuk menciptakan
kehidupan yang sejahterah. Nilai-nilai
hubungan antar manusia seyogyanya
seperti tersebut pada soal ini, dan
untuk menjawabnya, terkait dengan
kedudukan manusia sebagai makhluk
Sosial.McDougall menekankan
pentingnya faktor personal dalam
menentukan interaksi sosial dalam
membentuk perilaku individu.
Menurutnya, faktor-faktor personallah
yang menentukan perilaku manusia.
Menurut Edward E. Sampson,
terdapat perspektf yang berpusat pada
persona dan perspektif yang berpusat
pada situasi. Perspektif yang berpusat
pada personal mempertanyakan
faktor-faktor internal, apakah baik
berupa instik, motif, kepribadian,
sistem kognitif yang menjelaskan
perilaku manusia. Secara garis besar
terdapat dua aspek:
1. Aspek Biologis
Menurut Wilson,
perilaku sosial sosial dibimbing oleh
aturan-aturan yang sudah secara
genetis dalam jiwa manusia.
Pentingnya kita memperhatikan
pengaruh biologis terhadap perilaku
manusia.
2.Aspek Sosiopsikologis
Kita dapat mengklarifikasikannya
ke dalam tiga komponen:
a. Komponen Afektif; merupakan aspek
emosional dari faktor
sosiopsikologis, didahulukan karena
erat kaitannya dengan sebelumnya.
b. Komponen Kognitif; Aspek
intelektual yang berkaitan dengan
apa yang diketahui manusia,
c. Komponen Koaktif; Aspek
Volisional, yang berhubungan
dengan kebiasaan dan kemauan
bertindak
3. Motif Sosiogenesis
Motif Sosiogenesis disebut
juga dengan motif sekunder sebagai
lawan motif perimer (motif biologis).
Berbagai klasifikasi motif
sosiogenesis
Kesimpulan : Pembentukan nilai moral sosial
budaya Indonesia di kalangan anakanak dan remaja merupakan tanggung
jawab orang tua, masyarakat dan
pemerintah secara bersinergis.
Kerjasama yang baik antara ketiga
lingkungan pendidikan yang oleh Ki
Hajar Dewantoro (1964) .