Nama : Ajeng Akmala Sari
Npm : 2253053022
JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
Penulis: Ilham Hudi
Judul: PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Tahun: 2017
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar
luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan
mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait
merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya
bangsa dan perkembangan moralitas individu. ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas
moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru,
orangtua, dan masyarakat. Keteladanan ini dalam alam Indonesia dianggap
langka.Terjadinya berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh anak bangsa,
salah satunya disebabkan oleh krisis keteladanan di kalangan pemimpin bangsa.
Kondisi ini menjadikan anak tidak lagi peduli dengan nasihat guru karena contoh
perilaku negatif yang dipertontonkan oleh elit politik yang diperoleh anak di luar
kelas melalui media massa jauh lebih berpengaruh terhadap pembentukan
pribadinya. Akibatnya, sekolah, khususnya guru, tidak mampu lagi membendung
budaya negatif itu (Agus Zaenul F, 2012). Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan
pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral
feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik. Sebab perilaku dan
moralitas tidak terbentuk begitu saja atau membiarkan seorang anak berkembang apa
adanya (Hambali,2015.b). Oleh karena itu sesi formal haruslah dimuat dalam
kurikulum sekolah, di sini kurikulum berperan penting sebagai pemandu yang dapat
mengarahkan pendidikan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa. Terdapat enam karakter utama (pilar
karakter) pada diri manusia yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai
watak dan prilaku dalam hal-hal khusus.Keenam karakter ini dapat dikatakan
sebagai pilar-pilar karakter manusia, di antaranya: (1) Respect (Penghormatan); (2)
Responsibility (Tanggung Jawab); (3) Citizenship-Civic Duty (Kesadaran Berwarga
Negara); (4) Fairness (Keadilan dan Kejujuran); (5) Caring (Kepedulian dan
Kemauan Berbagi); dan (6) Trustworthiness (Keparcayaan).
Npm : 2253053022
JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
Penulis: Ilham Hudi
Judul: PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Tahun: 2017
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar
luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan
mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait
merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya
bangsa dan perkembangan moralitas individu. ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas
moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru,
orangtua, dan masyarakat. Keteladanan ini dalam alam Indonesia dianggap
langka.Terjadinya berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh anak bangsa,
salah satunya disebabkan oleh krisis keteladanan di kalangan pemimpin bangsa.
Kondisi ini menjadikan anak tidak lagi peduli dengan nasihat guru karena contoh
perilaku negatif yang dipertontonkan oleh elit politik yang diperoleh anak di luar
kelas melalui media massa jauh lebih berpengaruh terhadap pembentukan
pribadinya. Akibatnya, sekolah, khususnya guru, tidak mampu lagi membendung
budaya negatif itu (Agus Zaenul F, 2012). Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan
pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral
feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik. Sebab perilaku dan
moralitas tidak terbentuk begitu saja atau membiarkan seorang anak berkembang apa
adanya (Hambali,2015.b). Oleh karena itu sesi formal haruslah dimuat dalam
kurikulum sekolah, di sini kurikulum berperan penting sebagai pemandu yang dapat
mengarahkan pendidikan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa. Terdapat enam karakter utama (pilar
karakter) pada diri manusia yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai
watak dan prilaku dalam hal-hal khusus.Keenam karakter ini dapat dikatakan
sebagai pilar-pilar karakter manusia, di antaranya: (1) Respect (Penghormatan); (2)
Responsibility (Tanggung Jawab); (3) Citizenship-Civic Duty (Kesadaran Berwarga
Negara); (4) Fairness (Keadilan dan Kejujuran); (5) Caring (Kepedulian dan
Kemauan Berbagi); dan (6) Trustworthiness (Keparcayaan).