གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Vera Maria Margaretha Sihotang

Nama : Vera Maria Margaretha Sihotang
NPM : 2216031121
Kelas : Reguler A


Jurnal tersebut membahas mengenai “KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA”
Seperti yang kita ketahui indonesia adalah bangsa yang multikultural, atas dasar itulah semua komponen bangsa berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain.
Maka daripada itu kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Ada satu pertanyaan dalam jurnal tersebut yaitu “apakah nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa masih relevan untuk direvitalisasi dalam menghadapi berbagai permasalahan di era kesejagatan ini.”?
Jawabannya adalah ya karena budaya lokal cukup relevan direvitalisasikan dalam menghadapi berbagai krisis konflik yang berdimensi sosial, ekonomi, budaya, politik, dan termasuk persoalan Ham yang terjadi di tanah air. Secara historis seringkali pengalaman masa lalu menjadi begitu berharga dalam mempertahankan eksistensi kehidupan masyarakat. Wacana tentang upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan jaman menuju arah yang lebih baik

Upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa
Nama : Vera Maria Margaretha Sihotang
NPM : 2216031121
Kelas : Reguler A


Jurnal tersebut membahas mengenai “KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA”
Seperti yang kita ketahui indonesia adalah bangsa yang multikultural, atas dasar itulah semua komponen bangsa berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain.
Maka daripada itu kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Ada satu pertanyaan dalam jurnal tersebut yaitu “apakah nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa masih relevan untuk direvitalisasi dalam menghadapi berbagai permasalahan di era kesejagatan ini.”?
Jawabannya adalah ya karena budaya lokal cukup relevan direvitalisasikan dalam menghadapi berbagai krisis konflik yang berdimensi sosial, ekonomi, budaya, politik, dan termasuk persoalan Ham yang terjadi di tanah air. Secara historis seringkali pengalaman masa lalu menjadi begitu berharga dalam mempertahankan eksistensi kehidupan masyarakat. Wacana tentang upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan jaman menuju arah yang lebih baik

Upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.
Nama : Vera Maria Margaretha Sihotang
NPM : 2216031121
Kelas : Reguler A


Analisis Video di atas berjudul “ Identitas Nasional”
Dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, identitas nasional lebih dekat dengan arti jati diri yakni ciri-ciri atau karakeristik, perasaan atau keyakinan tentang kebangsaan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Apabila bangsa Indonesia memiliki identitas nasional maka bangsa lain akan dengan mudah mengenali dan mampu membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.
Istilah identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. Istilah identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.

Faktor pembentukan identitas nasional ada dua, yaitu (1) Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis, ekologis, dan demografis. (2) Faktor Subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan.
5 faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa yaitu, Primordial (ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa), Sakral (kesamaan agama atau ikatan ideologi yang kuat dalam masyarakat), Tokoh, Sejarah, dan Bhineka Tunggal Ika.

Identitas Nasional diperlukan sebagai Bahan Atau Objek Dalam Integrasi Nasional
Contoh identitas nasional berperan sebagai bahan atau objek. Jika identitas nasional ini tidak ada, maka integrasi nasional tidak dapat terjadi karena tidak ada komponen-komponen yang bisa disatukan. atau dilebur menjadi sebuah kesatuan yang utuh.
kemudian sebagai Penanda Ikatan Solidaritas
Contohnya, Indonesia yang terdiri dari begitu banyak unsur-unsur identitas nasional suku, ras, bahasa daerah, tradisi dan agama, memiliki sejarah kemerdekaan yang sama, lagu kebangsaan yang sama, serta bahasa negara yang sama. Hal ini membuat beragam komunitas kebudayaan itu menjadi terikat dan tetap menunjukkan bahwa keberagaman komunitas tersebut merupakan bangsa Indonesia.
Nama : Vera Maria Margaretha Sihotang
NPM : 2216031121
Kelas : Reguler A

Jurnal tersebut membahas mengenai ''urgensi Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, HAM dan masyarakat madani''.

Adapun analisis saya yaitu :
Bahwasanya di dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadaban peranan pendidikan kewarganegaraan (Civics Education) dirasa sangat urgen dan mendesak sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia. Dikarenakan transisi Indonesia menaiki demokrasi menimbulkan banyak kecemasan dimana pada saat yang sama masyarakat masih cenderung melakukan penyelesaian konflik melalui cara-cara yang tidak demokratis, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, dan praktik money politics sebagai cermin dari perilaku dan sikap yang bertolak belakang dengan demokrasi yang diperjuangkan oleh kalangarn reformis selama ini.

Fungsi daripada ciciv education yaitu untuk membentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan kepribadian bangsa yang demokratis, partisipatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.Dengan pemahaman yang baik tentang hal-hal seperti hak dan kewajiban sebagai warga negara, nilai-nilai kebangsaan, konstitusi dan sistem pemerintahan, serta bagaimana berpartisipasi dalam kehidupan berdemokrasi
mahasiswa dapat menjadi warga negara yang aktif, responsif, dan berperan dalam menjaga keutuhan negara dan memajukan bangsa serta membantu mencegah terjadinya tindakan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang bisa merusak nilai-nilai demokrasi.


Selain itu, HAM juga sangat penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia yang beradab dan menghargai martabat manusia. Pendidikan Kewarganegaraan dapat membantu masyarakat Indonesia memahami konsep-konsep HAM, seperti hak atas kebebasan berpendapat, hak atas perlindungan hukum, hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, dan hak atas keadilan.
Masyarakat madani juga menjadi fokus dalam pendidikan karakter bangsa Indonesia. Masyarakat madani adalah masyarakat yang memiliki kesadaran untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, toleransi, dan kebebasan. Pendidikan Kewarganegaraan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk memahami konsep-konsep masyarakat madani dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat madani.

Secara keseluruhan, pendidikan Kewarganegaraan memiliki urgensi yang besar dalam membentuk karakter bangsa Indonesia yang berbudaya demokrasi, menghargai HAM, dan membangun masyarakat madani. Oleh karena itu, pendidikan Kewarganegaraan harus menjadi bagian yang integral dalam sistem pendidikan nasional Indonesia dan diberikan dengan serius dan konsisten di semua tingkatan pendidikan.