Posts made by ADELIA PRASETIYANI 2213053039

Nama : Adelia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 2G

Analisis Jurnal

Jurnal yang dibahas oleh R. Siti Zahro membahas tentang dinamika sosial politik menjelang Pemilu Serentak 2019. Dalam artikel ini, penulis mengungkapkan beberapa faktor yang memengaruhi dinamika sosial politik sebelum Pemilu Serentak 2019.

Salah satu faktor yang dikemukakan oleh penulis adalah berkaitan dengan adanya spesifikasi Pilpres dan Pileg. Menurut penulis, ketidaksesuaian antara Pilpres dan Pileg dalam periode ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di benak masyarakat terutama dalam hal persoalan pemilihan anggota legislatif yang sering kali dianggap tidak terlalu penting.

Selain itu, penulis juga menyebutkan bahwa faktor politik yang memengaruhi dinamika sosial di masa perhelatan Pemilu Serentak 2019 tersebut terdiri dari beberapa faktor seperti politik identitas, politik keislaman, dan politik elit.

Politik identitas mengacu pada bagaimana masyarakat terkotak-kotak dan dibagi-bagi menjadi kelompok-kelompok identitas seperti etnis, agama, dan kedaerahan. Sementara itu, politik keislaman sangat berkaitan erat dengan isu-isu agama yang muncul di tengah masyarakat, terutama setelah adanya aksi demonstrasi yang menuntut penindakan atas dugaan penistaan agama di Indonesia. Politik elit bahkan termasuk faktor yang sangat memengaruhi dinamika sosial politik di Indonesia karena penyebaran berita-berita yang dihasilkan oleh mereka bisa menimbulkan efek yang sangat besar pada masyarakat.

Lebih lanjut penulis menyebutkan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor-faktor yang memengaruhi dinamika sosial politik ini. Salah satunya adalah dengan menjalin hubungan baik antara politikus dan masyarakat, sehingga cita-cita untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap politikus dan politik dapat terpenuhi. Selain itu, strategi komunikasi yang efektif pula dianggap penting karena mampu membentuk pola pikir masyarakat dan mempengaruhi perspektif mereka.

Dari analisis jurnal ini, dapat disimpulkan bahwa dinamika sosial politik di masa perhelatan Pemilu Serentak 2019 sangat bergantung pada faktor-faktor seperti spesifikasi Pilpres dan Pileg, politik identitas, politik keislaman, dan politik elit. Oleh karenanya, upaya-upaya untuk mengatasi faktor-faktor ini seperti menjalin hubungan baik antara politikus dan masyarakat serta strategi komunikasi yang efektif akan sangat penting untuk dilakukan.
Nama : Adelia Prasetiyani
Npm : 223053039
Kelas : 2G

Analisis Vidio

1. Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan. Demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas.

2. Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945-1959)
di masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia, sebab hampir semua elemen demokrasi bisa ditemukan pada perwujudan kehidupan politik di Indonesia. namun demokrasi parlementer gagal sebab,
a). Dominannya politik peredaran sebagai akibatnya membawa konsekuensi terhadap pengelolaan perseteruan, mirip partai islam, partai nasionalis, partai jengkol, partai non-Islam.
b). Basis sosial ekonomi yang masih sangat lemah.
c). Persamaan kepentingan antara Presiden Soekarno menggunakan kalangan angkatan darat, yang sama-sama tak suka dengan proses politik yang berjalan.

3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat bertenaga antara ketiga kekuatan politik yang primer di ketika itu, yaitu ABRI vs Soekarno vs PKI.

4. Perkembangan Demokrasi pada Pemerintahan Orde Baru
Demokrasi Pancasila (orba)
tiga tahun awal kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan pada kekuatan warga . setelah 3 tahun dominannya peranan ABRI birokratisasi dan sentralisasi pengembangan keputusan politik, restriksi peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintahan dalam problem partai politik serta publik, masa mengambang, monolitisasi ideologi negara dan inkorporasi forum non pemerintah.

5. Perkembangan Demokrasi di Masa Reformasi (1998 hingga menggunakan kini )
Demokrasi yg ditetapkan negara kita pada era reformasi ini adalah demokrasi Pancasila, tentu saja menggunakan ciri yg tidak sama dengan orde baru serta sedikit seperti menggunakan demokrasi parlementer tahun 1950-1959.

ciri Demokrasi Era Reformasi
1. pertama, Pemilu yang dilaksanakan (1999-2004) jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya.
dua. kedua, rotasi kekuatan dilaksanakan dari mulai pemerintah pusat sampai di tingkat Desa.
3. Ketiga, pola rekruitmen politik buat pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka
4. Keempat, sebagian akbar hak dasar bisa terjamin mirip adanya kebebasan menyatakan pendapat.

Memang demokrasi reformasi masih mampu dibilang masih pada termin pencarian jati diri, akan tetapi kami konfiden suatu ketika Demokrasi reformasi mendapatkan jati dirinya.

Nama : Adelia Prasetiyani

Npm : 2213053039

Kelas : 2G

Analisis Jurnal

"Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia" oleh Galih Puji Mulyono dan Rizal Fatoni.

Jurnal tersebut membahas tentang pentingnya implementasi nilai-nilai sila keempat Pancasila dalam proses pemilihan umum di daerah di Indonesia dan bagaimana demokrasi dapat menjadi wujud nyata dari nilai-nilai tersebut. Jurnal ini menekankan bahwa demokrasi harus menghormati hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi sebagai bentuk dari nilai sila keempat, yakni "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia".

Dalam jurnal ini, penulis menekankan bahwa partisipasi publik dan keterlibatan masyarakat harus menjadi bagian integral dari proses pemilihan umum di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa suara dan aspirasi rakyat benar-benar didengar dan diperhatikan oleh para pemimpin yang terpilih. Selain itu, penulis juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemilihan umum, sehingga pemilihan umum dapat berlangsung secara adil dan jujur.

Penulis juga membahas tentang berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan demokrasi dalam pemilihan umum di Indonesia, seperti praktik politik uang, korupsi, dan intimidasi politik. Oleh karena itu, penulis menekankan pentingnya tanggung jawab sosial politik dari setiap warga negara dan partai politik dalam menjaga integritas dan transparansi dalam proses pemilihan umum. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan gambaran yang jelas dan detail tentang bagaimana nilai-nilai sila keempat Pancasila dapat diwujudkan melalui demokrasi dalam pemilihan umum di daerah di Indonesia. Jurnal ini juga memberikan berbagai solusi dan rekomendasi untuk mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan demokrasi dalam pemilihan umum di Indonesia.