Kiriman dibuat oleh ADELIA PRASETIYANI 2213053039

Nama: Adellia Prasetiyani
NPM: 2213053039
Kelas: 3G
Prodi: PGSD

Analisis Jurnal 1
A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul: PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
2. Penulis: Rukiyati (rukiyati@uny.ac.id) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
Jurnal Humanika, Th. XVII, No. 1. September 2017

Hasil Analisis:

Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya.

Sebagai sebuah mikrosistem, sekolah diperkirakan mempunyai pengaruh yang kuat yang dapat dilihat secara langsung dalam diri subjek didik.

Dengan kata lain, fungsi sekolah terkait dengan upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu.

Maka, pengembangan manusia dalam pendidikan dapat didefinisikan menjadi "keseluruhan tindakan dan komunikasi lisan dan tertulis yang melihat tujuan pendidikan lebih mengutamakan pada upaya membantu, mendorong, memfasilitasi pertumbuhan siswa sebagai manusia utuh, termasuk di dalamnya sisi kognitif, emosional, sosial, etik, kreatif dan spiritualnya Berdasarkan pertimbangan di atas, perlu dilakukan perencanaan terkait pendidikan moral di sekolah yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya.

Tulisan ini akan membahas komponen pendidikan moral tersebut sebagai unsur penting yang harus diperhatikan agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan lebih optimal.

Rangkuman berbagai teori diambil dari hasil pemikiran dan penelitian para pakar pendidikan moral seperti Kirschenbaum, Thomas Lickona, Darmiyati Zuchdi dan Nurul Zuriah yang kemudian diinterpretasi dan disintesiskan oleh penulis sehingga diperoleh kesatuan gagasan tentang teori pendidikan moral di sekolah.

Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya.

Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan.

Dalam konteks inilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis.

Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli.

Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru.

Pendidikan agama yang di dalamnya sarat dengan nilai-nilai moral diberi tempat yang khusus dan penting,Nilai-nilai moral yang diajarkan di dalam ajaran agama menjadi sumber nilai bagi kehidupan masyarakat Indonesia sehingga di sekolah pun nilainilai moral agama tetap diberi tempat khusus sebagaimana telah dimasukkan dalam kurikulum, baik intra maupun ekstra kurikuler.

Maka, ada metode lain yang lebih sesuai yaitu inkulkasi atau penanaman nilai. a. Inkulkasi nilai Metode ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara.
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

Analisis Video 2
"PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL"

Pendekatan pentahelix adalah sebuah konsep kolaborasi yang melibatkan lima elemen kekuatan, yaitu pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media. Konsep ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk dalam pendidikan nilai dan moral. 

pendekatan pentahelix dalam pendidikan nilai dan moral:

Dalam sebuah penelitian, konsep pentahelix diterapkan dalam upaya optimalisasi mutu manajemen dan lulusan SMK. Konsep ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK yang memiliki keterampilan, moral, dan etika yang baik.

Dalam sebuah artikel, konsep pentahelix diaplikasikan dalam pengelolaan pendidikan seni di PAUD dengan model kolaborasi pentahelix. Konsep ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media dalam melatih moral dan intelektual siswa.

Dalam sebuah penelitian, konsep pentahelix diterapkan dalam mendukung implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Konsep ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan moral siswa.

Dari hasil pencarian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pentahelix dapat diterapkan dalam pendidikan nilai dan moral dengan melibatkan lima unsur kekuatan, yaitu pemerintah, sejarawan, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media. Konsep ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan moral siswa dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan.
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

Analisis Video
"PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL"

Pendidikan nilai dan moral dalam PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) sangat penting untuk diterapkan di dunia pendidikan.

Guru PPKn memiliki tanggung jawab yang besar dalam perilaku dan tindakan siswa, karena tindakan siswa yang tidak bermoral seperti bolos sekolah, curang, bullying, mencuri, membuang sampah sembarangan, tidak menghormati guru dan orang tua, tidak menghormati agama lain, dan sebagainya sering terjadi di sekolah. Oleh karena itu, guru PPKn harus memberikan pendidikan moral yang baik kepada siswa.

Pembelajaran PPKn sangat penting diberikan kepada siswa karena Indonesia masih memiliki minat yang rendah terhadap moral dan karakter, terutama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru PPKn dan mata pelajaran PPKn harus dapat memberikan contoh yang baik dalam perilaku dan tindakan mereka.

Pendidikan moral adalah pendidikan etika untuk mengikuti prinsip-prinsip kehidupan yang benar. Ini terdiri dari beberapa prinsip dasar, seperti kejujuran, kejujuran, kasih sayang, dan sebagainya. Oleh karena itu, pendidikan nilai dan moral sangat penting dalam dunia pendidikan.

Penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan moral di sekolah masih dalam krisis dan kurang efektif. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pendidikan moral yang baik di sekolah untuk membentuk masyarakat yang moralm

Dari hasil analisis video tersebut, dapat saya simpulkan bahwa pendidikan nilai dan moral dalam PPKn sangat penting untuk diterapkan dalam dunia pendidikan. Hal ini dapat membentuk siswa yang memiliki karakter dan moral yang baik, sehingga dapat mencegah perilaku yang tidak bermoral dan melanggar hukum di masa depan.
Nama : Adellia Prasetiyani
Npm : 2213053039
Kelas : 3G

IDENTITAS JURNAL

Nama Jurnal : JIPSINDO
Judul jurnal : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG
Penulis Jurnal : Enung Hasanah
Nomer : 2
Volume : 6
Tahun terbit : September 2019
Kata Kunci: teori kohlberg, SD, moral
Korespondensi : enung.hasanah@mp.uad.ac.id


HASIL ANALISIS JURNAL

Mereka harus mahir dalam kolaborasi, komunikasi dan pemecahan masalah, yang merupakan beberapa keterampilan yang dikembangkan melalui pembelajaran sosial dan emosional (SEL).

Salah satu aspek yang menunjang perkembangan kemahiran dalam kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah adalah dengan membantu perkembangan moral siswa agar tumbuh optimal.

Penalaran moral berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan moral ketika dihadapkan pada dilemma moral tentang sikap dan perilaku yang sebaiknya dipilih, Pendidikan merupakan proses seumur hidup mulai dari dalam kandungan dan berlangsung sampai akhir dari kehidupan.

Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam.

Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri.

Selain itu, masyarakat semakin sadar bahwa lingkungan dan masyarakat memainkan peran penting untuk melatih anak tentang norma-norma moral dan sosial yang mengatur kehidupan manusia.

Teori Kohlberg Perkembangan moral telah dipelajari dari berbagai perspektif psikologis, termasuk teori belajar, psikoanalisis, dan lain-lain.

Studi saat ini tentang perkembangan moral telah dipengaruhi oleh pendekatan perkembangan kognitif Jean Piaget dan Lawrence Kohlberg.

Kohlberg mengidentifikasi beberapa masalah filosofis mendasar yang mendasari studi perkembangan moral, seperti pertanyaan tentang definisi konstruk yang adil secara budaya.

Penelitian Kohlberg menunjukan bahwa bila penalaran-penalaran yang diajukan oleh seseorang mengapa ia mempunyai pertimbangan moral tertentu atau melakukan tindakan tertentu diperhatikan, maka akan tampak jelas adanya perbedaan-perbedaan yang berarti dalam pendangan moral orang tersebut.

Dengan demikian, apa yang membedakan tingkatan moral seseorang apat dilihat dari alasan apa yang digunakan seseorang untuk melakukan sesuatu.