Nama : Zahwa Arzetty Yusuf
NPM : 2216031159
Kelas : Regular A
Prodi : Ilmu Komunikasi
Analisis Soal
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Hal positif yang bisa didapat setelah membaca artikel ini adalah bahwa adanya upaya penegakkan HAM, Indonesia terus melaksanakan sejumlah reformasi penting untuk memastikan perlindungan hak asasi manusia yang lebih baik, penegakan supremasi hukum dan reformasi keamanan publik. Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional dan tampaknya tetap berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lain, meskipun belum dilaksanakan. Salah satunya adalah Konvensi PBB untuk Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa. Harapan juga terlihat pada kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap penggunaan kekuasaan negara
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Indonesia adalah negara yang kaya akan suku, bangsa, ras, dan agama. Maka dari itu kita punya sembonyan bhineka tunggal ika. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa menurut saya adalah sebagai pola berpikir, juga berprilaku sebagai masyarakat Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai kemerdekaan, persamaan dan juga persaudaraan antar sesama manusia dengan kerja sama, saling percaya, toleransi, dan kompromi.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?Menurut pendapat saya masih banyak kekurangan bahkan kekacauan demokrasi di Indonesia seperti banyaknya kasus korupsi yang bermunculan ataupun kasus korupsi yang masih belum menemukan titik terang. Korupsi adalah salah satu bentuk pelanggaran HAM, namun dikutip dari website Indonesia.go.id disebutkan bahwa demokrasi di Indonesia mengalami peningkatan yakni,
"Dalam peringkat global, indeks demokrasi Indonesia bertengger di posisi 52, naik 12 tingkat dari 2020. Sejak 2006, indeks demokrasi Indonesia bergerak di kisaran 6,30–7,03. Indonesia mencatat kemajuan dalam kehidupan demokrasi di sepanjang 2021. Kemajuan itu ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Demokrasi Indonesia dari 6,30 pada 2020 menjadi 6,71 pada 2021. Peningkatan itu membawa Indonesia kini bertengger pada peringkat 52 dunia, terkerek setinggi 12 anak tangga dibanding posisi ke-64 pada 2020."
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sangat disayangkan apabila anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat. Menurut pendapat saya anggota parlemen, pemerintah, pejabat pusat maupun daerah dipilih untuk mengedepankan kepentingan masyarakat umum, bukan kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompoknya saja. Tidak melaksanakan kepentingan nyata masyarakat adalah suatu hal yang betolak belakang dengan tujuan dibentuknya anggota parlemen, jadi bisa dibilang tindakan ini sangat egois dan tidak etis dilakukan.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Ini sering sekali terjadi, banyak pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat, terlebih sekarang sedang gencar gencarnya pemilihan presiden 2024 mendatang. Partai partai besar mengandalkan sosok yg dianggap tokoh besar itulah senjata mereka karena mereka punya tujuan, punya politik untuk menguasai atau bahkan memanipulasi emosi rakyat untuk tujuan tertentu, bagus kalau tujuannya baik, kalau sebaliknya? Peristiwa ini bisa mengkikis konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini, seperti terjadinya kasus korupsi, dipersulitnya kebebasan berpendapat ataupun berekspresi dan lain sebagainya. Akan tetapi haal ini bisa kita cegah dengan tidak terpengaruh dengan publik figur yang kharismatik, karena bisa jadi karisma yang ditunjukkan di publik bertolak belakang dengan prilakunya dibelakang layar, mengetahui seluk beluknya sebelum memilih pemimpin, siapa tahu ada track record jelek yang ditutupi dan hanya menonjolkan sisi karismatiknya tersebut.
NPM : 2216031159
Kelas : Regular A
Prodi : Ilmu Komunikasi
Analisis Soal
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Hal positif yang bisa didapat setelah membaca artikel ini adalah bahwa adanya upaya penegakkan HAM, Indonesia terus melaksanakan sejumlah reformasi penting untuk memastikan perlindungan hak asasi manusia yang lebih baik, penegakan supremasi hukum dan reformasi keamanan publik. Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional dan tampaknya tetap berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lain, meskipun belum dilaksanakan. Salah satunya adalah Konvensi PBB untuk Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa. Harapan juga terlihat pada kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap penggunaan kekuasaan negara
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Indonesia adalah negara yang kaya akan suku, bangsa, ras, dan agama. Maka dari itu kita punya sembonyan bhineka tunggal ika. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa menurut saya adalah sebagai pola berpikir, juga berprilaku sebagai masyarakat Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai kemerdekaan, persamaan dan juga persaudaraan antar sesama manusia dengan kerja sama, saling percaya, toleransi, dan kompromi.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?Menurut pendapat saya masih banyak kekurangan bahkan kekacauan demokrasi di Indonesia seperti banyaknya kasus korupsi yang bermunculan ataupun kasus korupsi yang masih belum menemukan titik terang. Korupsi adalah salah satu bentuk pelanggaran HAM, namun dikutip dari website Indonesia.go.id disebutkan bahwa demokrasi di Indonesia mengalami peningkatan yakni,
"Dalam peringkat global, indeks demokrasi Indonesia bertengger di posisi 52, naik 12 tingkat dari 2020. Sejak 2006, indeks demokrasi Indonesia bergerak di kisaran 6,30–7,03. Indonesia mencatat kemajuan dalam kehidupan demokrasi di sepanjang 2021. Kemajuan itu ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Demokrasi Indonesia dari 6,30 pada 2020 menjadi 6,71 pada 2021. Peningkatan itu membawa Indonesia kini bertengger pada peringkat 52 dunia, terkerek setinggi 12 anak tangga dibanding posisi ke-64 pada 2020."
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sangat disayangkan apabila anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat. Menurut pendapat saya anggota parlemen, pemerintah, pejabat pusat maupun daerah dipilih untuk mengedepankan kepentingan masyarakat umum, bukan kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompoknya saja. Tidak melaksanakan kepentingan nyata masyarakat adalah suatu hal yang betolak belakang dengan tujuan dibentuknya anggota parlemen, jadi bisa dibilang tindakan ini sangat egois dan tidak etis dilakukan.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Ini sering sekali terjadi, banyak pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat, terlebih sekarang sedang gencar gencarnya pemilihan presiden 2024 mendatang. Partai partai besar mengandalkan sosok yg dianggap tokoh besar itulah senjata mereka karena mereka punya tujuan, punya politik untuk menguasai atau bahkan memanipulasi emosi rakyat untuk tujuan tertentu, bagus kalau tujuannya baik, kalau sebaliknya? Peristiwa ini bisa mengkikis konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini, seperti terjadinya kasus korupsi, dipersulitnya kebebasan berpendapat ataupun berekspresi dan lain sebagainya. Akan tetapi haal ini bisa kita cegah dengan tidak terpengaruh dengan publik figur yang kharismatik, karena bisa jadi karisma yang ditunjukkan di publik bertolak belakang dengan prilakunya dibelakang layar, mengetahui seluk beluknya sebelum memilih pemimpin, siapa tahu ada track record jelek yang ditutupi dan hanya menonjolkan sisi karismatiknya tersebut.