Nama : Muhammad Hilmy Hibatulloh
NPM : 2216031123
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel “Refleksi 2019: Awan Gelap untuk HAM di Indonesia” dari The Conversation membahas tentang buruknya kinerja Indonesia dalam menegakkan hak asasi manusia pada tahun 2019. Artikel ini menyoroti beberapa masalah terkait pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia, termasuk kegagalan pemerintah dalam menangani kasus pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu, peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, serta penindasan terhadap kebebasan berekspresi dan berkumpul. Para penulis berpendapat bahwa masalah-masalah ini menunjukkan adanya masalah yang lebih besar dalam komitmen pemerintah terhadap hak asasi manusia. Mereka menyerukan adanya akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dari pemerintah, serta peningkatan kesadaran publik dan aktivisme terkait isu-isu hak asasi manusia. Adapun hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah kesadaran akan tantangan yang masih dihadapi dalam penegakan HAM di Indonesia. Kesadaran akan masalah tersebut penting untuk memicu tindakan dan perubahan yang lebih baik di masa depan.
2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Demokrasi Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Pancasila yang merupakan hasil dari nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar bagi cara hidup bernegara masyarakat Indonesia. Selain itu, nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia juga tercermin dalam prinsip-prinsip demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam prinsip “berke-Tuhanan yang Maha Esa”, demokrasi Indonesia bukan berarti negara mendukung agama tertentu atau menjalankan pemerintahan berdasarkan dogma agama. Sebaliknya, prinsip ini menyiratkan pengakuan akan pentingnya nilai-nilai agama dalam membentuk moralitas dan integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan komitmen untuk memadukan nilai-nilai demokrasi dengan nilai-nilai agama dan spiritualitas. Prinsip ini memberikan kerangka kerja yang menghormati kebebasan beragama sambil mengakui pentingnya moralitas dan keadilan yang diilhami oleh keyakinan agama.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi Indonesia saat ini masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Realisasi hak asasi manusia dalam konsepsi negara hukum dalam demokrasi di Indonesia merupakan hal yang paling fundamental. Namun, demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia belum berimbang. Keadilan dan kemakmuran rakyat diukur dari sejauh mana hak asasi manusia ditegakkan. Dalam demokrasi Pancasila, ada dua nilai dasar yang dikembangkan sebagai budaya politik, yaitu tidak otoriter dan tidak individualistik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama dari pemerintah, lembaga negara, serta masyarakat sipil untuk meningkatkan implementasi demokrasi dan hak asasi manusia yang berkedaulatan rakyat secara menyeluruh sebagai cita-cita yang hendak dicapai.
4. Bagaimanakah sikap Anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sikap saya terhadap kondisi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah sangat tidak setuju. Hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi di Indonesia, di mana kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat dan dilaksanakan untuk rakyat. Demokrasi seharusnya mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dan memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, tantangan demokrasi di Indonesia masih banyak, termasuk masalah ketidakseimbangan antara demokrasi dan hak asasi manusia serta problematika demokrasi yang dihadapi oleh Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Oleh karena itu, diperlukan transparansi dan akuntabilitas dalam proses politik. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat lembaga-lembaga pengawasan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ombudsman, dan Komisi Yudisial.
5. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Dalam era demokrasi dewasa saat ini, konsep hak asasi manusia menjadi sangat penting. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dan tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dapat membahayakan demokrasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, konsep hak asasi manusia harus dijaga dengan baik agar tidak terabaikan dalam pelaksanaan kekuasaan negara. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia dan prinsip-prinsip demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia. Selain itu, perlu aturan dengan dukungan dan menjadi dasar dalam kehidupan negara untuk menjamin dan melindungi hak-hak rakyat. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dapat menjadi acuan dalam menjaga konsep hak asasi manusia.
NPM : 2216031123
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel “Refleksi 2019: Awan Gelap untuk HAM di Indonesia” dari The Conversation membahas tentang buruknya kinerja Indonesia dalam menegakkan hak asasi manusia pada tahun 2019. Artikel ini menyoroti beberapa masalah terkait pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia, termasuk kegagalan pemerintah dalam menangani kasus pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu, peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, serta penindasan terhadap kebebasan berekspresi dan berkumpul. Para penulis berpendapat bahwa masalah-masalah ini menunjukkan adanya masalah yang lebih besar dalam komitmen pemerintah terhadap hak asasi manusia. Mereka menyerukan adanya akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dari pemerintah, serta peningkatan kesadaran publik dan aktivisme terkait isu-isu hak asasi manusia. Adapun hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah kesadaran akan tantangan yang masih dihadapi dalam penegakan HAM di Indonesia. Kesadaran akan masalah tersebut penting untuk memicu tindakan dan perubahan yang lebih baik di masa depan.
2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Demokrasi Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Pancasila yang merupakan hasil dari nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar bagi cara hidup bernegara masyarakat Indonesia. Selain itu, nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia juga tercermin dalam prinsip-prinsip demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam prinsip “berke-Tuhanan yang Maha Esa”, demokrasi Indonesia bukan berarti negara mendukung agama tertentu atau menjalankan pemerintahan berdasarkan dogma agama. Sebaliknya, prinsip ini menyiratkan pengakuan akan pentingnya nilai-nilai agama dalam membentuk moralitas dan integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan komitmen untuk memadukan nilai-nilai demokrasi dengan nilai-nilai agama dan spiritualitas. Prinsip ini memberikan kerangka kerja yang menghormati kebebasan beragama sambil mengakui pentingnya moralitas dan keadilan yang diilhami oleh keyakinan agama.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi Indonesia saat ini masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Realisasi hak asasi manusia dalam konsepsi negara hukum dalam demokrasi di Indonesia merupakan hal yang paling fundamental. Namun, demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia belum berimbang. Keadilan dan kemakmuran rakyat diukur dari sejauh mana hak asasi manusia ditegakkan. Dalam demokrasi Pancasila, ada dua nilai dasar yang dikembangkan sebagai budaya politik, yaitu tidak otoriter dan tidak individualistik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama dari pemerintah, lembaga negara, serta masyarakat sipil untuk meningkatkan implementasi demokrasi dan hak asasi manusia yang berkedaulatan rakyat secara menyeluruh sebagai cita-cita yang hendak dicapai.
4. Bagaimanakah sikap Anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sikap saya terhadap kondisi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah sangat tidak setuju. Hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi di Indonesia, di mana kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat dan dilaksanakan untuk rakyat. Demokrasi seharusnya mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dan memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, tantangan demokrasi di Indonesia masih banyak, termasuk masalah ketidakseimbangan antara demokrasi dan hak asasi manusia serta problematika demokrasi yang dihadapi oleh Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Oleh karena itu, diperlukan transparansi dan akuntabilitas dalam proses politik. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat lembaga-lembaga pengawasan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ombudsman, dan Komisi Yudisial.
5. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Dalam era demokrasi dewasa saat ini, konsep hak asasi manusia menjadi sangat penting. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dan tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dapat membahayakan demokrasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, konsep hak asasi manusia harus dijaga dengan baik agar tidak terabaikan dalam pelaksanaan kekuasaan negara. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia dan prinsip-prinsip demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia. Selain itu, perlu aturan dengan dukungan dan menjadi dasar dalam kehidupan negara untuk menjamin dan melindungi hak-hak rakyat. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dapat menjadi acuan dalam menjaga konsep hak asasi manusia.