Posts made by M. Rifqi Riziq

Nama: M. Rifqi Riziq
NPM: 2216031099
Kelas: REG A
PRODI: Ilmu Komunikasi

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Artikel ini membahas tentang Penegakan Hak Asasi Manusia yang ada di Indonesia, dalam artikel ini juga menekankan isu-isu agar masyarakat dan pemerintah dapat melakukan perubahan yang diperlukan untuk membela hak asasi manusia di Indonesia. Satu hal posistif yang saya dapat yaitu pentingnya kesadaran yang besar terhadap mengohrmati Hak Asasi Manusia. Artikel ini bisa menjadi patokan bagi setiap induvidu dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia di negara sendiri.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berkeTuhanan yang Maha Esa?

Demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia memiliki kekhasan dan ciri-ciri yang unik. Prinsip "berke-Tuhanan yang Maha Esa" dalam Pancasila menggarisbawahi pentingnya menghormati keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Prinsip ini mempromosikan inklusi dan partisipasi politik bagi semua warga negara tanpa memandang latar belakang agama. Hal ini penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati dalam kerangka demokrasi. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa juga menegaskan perlunya menghargai nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan politik. Namun, prinsip ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa tidak ada penindasan atau diskriminasi terhadap kelompok agama atau kepercayaan tertentu. Prinsip ini seharusnya tidak menghalangi kebebasan beragama atau merugikan hak-hak minoritas.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Praktik demokrasi di Indonesia sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, yaitu contohnya dalam penyelenggaraan pemilu. Dimana para warganegara yang sudah berusia 17 tahun memiliki hak yang sama dalam menentukan pilihannya, lalu adanya musyawarah dalam menentukan suatu keputusan, terdapat keseimbangan antara hak dan kewajiban, lalu masyarakat dalam menjalankan kehidupan berpatok pada Pancasila sebagai dasarnya. Namun dalam menjunjung tinggi nilai HAM menurut saya belum berjalan sepenuhnya dengan baik, contohnya masih ada beberapa pelanggaran HAM yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menghalangi kelompok lain untuk menyampaikan pendapatnya. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip demokrasi yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Sikap saya tentu tidak setuju dengan hal tersebut sebab dalam sistem demokrasi yang baik, anggota parlemen seharusnya menjadi perwakilan rakyat yang memperjuangkan kepentingan dan aspirasi masyarakat yang mereka wakili. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan pendapat dan kebutuhan rakyat serta membuat keputusan yang berlandaskan pada kepentingan publik. Jika anggota parlemen menggunakan posisi dan suara mereka untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, hal ini dapat merusak integritas sistem demokrasi dan mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah dan lembaga demokratis. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dari masyarakat adalah penting dalam mengatasi masalah semacam ini.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Ini sering sekali terjadi, banyak pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat, terlebih sekarang sedang gencar gencarnya pemilihan presiden 2024 mendatang. Partai partai besar mengandalkan sosok yg dianggap tokoh besar itulah senjata mereka karena mereka punya tujuan, punya politik untuk menguasai atau bahkan memanipulasi emosi rakyat untuk tujuan tertentu, bagus kalau tujuannya baik, kalau sebaliknya? Peristiwa ini bisa mengkikis konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini, seperti terjadinya kasus korupsi, dipersulitnya kebebasan berpendapat ataupun berekspresi dan lain sebagainya. Akan tetapi haal ini bisa kita cegah dengan tidak terpengaruh dengan publik figur yang kharismatik, karena bisa jadi karisma yang ditunjukkan di publik bertolak belakang dengan prilakunya dibelakang layar, mengetahui seluk beluknya sebelum memilih pemimpin, siapa tahu ada track record jelek yang ditutupi dan hanya menonjolkan sisi karismatiknya tersebut.
Nama: M. Rifqi Riziq
NPM: 2216031099
Kelas: REG A
Prodi: Ilmu Komunikasi

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?

Menurut saya mengenai isi artikel yang memuat konflik komunal yang terjadi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste yang terjadi tahun 2013, dan 2012. Konflik tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman antara WNI dengan warganegara Timor Leste. Menurut warga Timor Tengah Utara, pembangunan jalan yang dilakukan oleh pemerintah Republik Demokratik Timor Leste melintasi wilayah NKRI sejauh 500 meter, dan menggunakan zona bebas sejauh 50 meter, padahal menurut kesepakatan tahun 2005, zona bebas ini tidak boleh digunakan secara sepihak baik dari Indonesia maupun Timor Leste. Hal ini jelas membangkitkan disharmoni atau ketidaksesuaian, yang berujung pada konflik antar kedua belah pihak. Lalu kasus sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 2012, bentrokan ini dipicu oleh pembangunan Kantor Pelayanan Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) Timor Leste di zona netral yang masih disengketakan, bahkan dituduh telah melewati batas dan masuk ke wilayah Indonesia sejauh 20 m. Tanaman dan pepohonan di tanah tersebut dibabat habis oleh pihak Timor Leste.

dari kedua konflik diatas itu terjadi akibat kesalahpahaman dari kedua belah pihak dikarenakan kurangnya komunikasi antar sesamanya. Hal positif yang bisa didapatkan adalah perlu adanya pengetahuan dan persetujuan dari kedua belah pihak yang benar-benar dipahami agar konflik-konflik tersebut tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Menurut saya, jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka wilayah dan bangsa Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan dan potensi konflik yang lebih besar. Konsepsi wawasan nusantara merupakan konsep yang mendasar bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau dan keragaman suku, budaya, dan agama. Tanpa konsepsi tersebut, kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia dapat terancam. Konsepsi wawasan nusantara memberikan pandangan holistik terhadap wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang terdiri dari berbagai pulau dan entitas. Dalam konsepsi ini, setiap pulau dan daerah diakui keberadaannya serta dihargai perbedaan-perbedaannya. Selain itu, wawasan nusantara juga mengedepankan kerjasama antardaerah dan pemenuhan kepentingan bersama untuk memperkuat persatuan.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawab:
Konsepsi wawasan Nusantara untuk mencegah konflik komunal yang terjadi antara Indonesia dan Timor Leste adalah dengan cara memandang perbedaan yang ada seharusnya tidak dijadikan sebagai musuh atau sesuatu yang dianggap membahayakan. Dengan konsep wawasan nusantara yang benar, seharusnya perbedaan-perbedaan yang ada justru bisa dijadikan sebagai cara untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan agar tidak terjadinya disintegrasi yang terjadi antara warganegara Timor Leste dengan WNI. Sehingga dengan adanya hal tersebut, baik dari kedua belah pihak akan menganggap saudara dan bekerjasama dalam memajukan daerah setempat. Ketika kita sadar bahwa perbedaan sebenarnya adalah hal yang indah, maka kita akan timbul rasa ingin bersatu, saling menjaga, dan lain sebagainya. Maka perbedaan yang ada jangan kita jadikan sebagai persoalan, namun kita jadikan untuk saling melengkapi dan tolong menolong.
Nama: M. Rifqi Riziq
NPM: 2216031099
Kelas: REG A
Prodi: Ilmu Komunikasi

Analisis mengenai video yang berjudul "GEOPOLITIK INDONESIA". geopolitik merupakan ilmu dalam penyelenggaraan negara dan dalam pengambilan kebijakannya dikaitkan dengan kondisi geografi suatu bangsa.

Macam-macam teori Geopolitik :
1. Teori Geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen
3. Teori Geopolitik Karl Haushofer
4. Teori Geopolitik Halford Mackinder
5. Teori Geopolitik ALfred Thayer Mahan
6. Teori Geopolitik Guilio Douhet,
William Mitchel, Saversky, dan JFC

Prinsip geopolitik Indonesia Secara umum, geopolitik juga dapat diartikan sebagai sistem atau peraturan politik berupa kebijakan dan strategi nasional yang berpedoman pada letak geografis suatu negara. Prinsip geopolitik Indonesia bukanlah persoalan kawasan, melainkan menciptakan persatuan bangsa dalam satu kawasan. Geopolitik Indonesia dikenalkan pertama kali oleh bapak presiden pertama Indonesia, Ir.Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945.

Konsep Geopolitik Indonesia, Teori geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia.

Cara Pandang Bangsa Indonesia
A. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai suatu kesatuan politik
B. Perwujudan Kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi
C. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya
D. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan Kehidupan Bernegara Dalam Konsep NKRI.