Nama : Ruth Elsa Adelina K. P
NPM : 2216031134
Kelas : Reguler B
Prodi : S1 Ilmu Komunikasi
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisisnya secara jelas? Hal positif apa saja yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel di atas membahas tentang hak asasi manusia. Hak asasi manusia sendiri merupakan hak yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap individu di bumi. Setiap orang wajib menjaga, melindungi serta menghormati haknya setiap orang. Dalam artikel ini menyatakan bahwa penegakan HAM di Indonesia sendiri terbilang masih buruk. banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Selama dua dekade pelembagaan pengadilan HAM melalui undang-undang tidak kunjung berhasil mengadili penjahat HAM. Namun, Indonesia sendiri masih berusaha untuk melakukan reformasi agar hukum mengenai pelanggaran HAM dapat diadili dengan baik demi kesejahteraan rakyat. Hal positif yang dapat saya ambil dari membaca artikel tersebut ialah saya jadi mengetahui bahwa peran kita sebagai masyarakat sipil sangat penting dalam proses penegakan HAM, salah satunya memastikan capaian indikator pemenuhan HAM terjadi, serta kritis terhadap kebijakan yang berdasarkan atas asumsi moralitas dan populisme semata tanpa data dan ilmu. Karena, kembali kepada prinsip HAM yang sangat jelas, yaitu tiada seorang pun yang boleh dilanggar kemerdekaan dan kebebasannya serta diperlakukan diskriminatif
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Menurut saya demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai nilai adat istiadat/ budaya asli Indonesia adalah hal yang baik karena kita sendir sebagai masyarakat berkebangsaan Indonesia memiliki identitas sendiri yang kental akan buday ayang beragam. Budaya yang diturunkan juga bersifat positif seperti dalam aspek musyawarah yang dimana Indonesia memiliki tradisi adat yang kuat dalam pengambilan keputusan melalui musyawarah. Pendekatan ini tercermin dalam sistem politik Indonesia, termasuk proses pembuatan kebijakan dan mekanisme konsultasi publik. Selain musyawarah kita juga memliki budaya gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, serta kepemimpinan yang bersifat kolaboatif. Meskipun demikian, implementasi nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli dalam demokrasi Indonesia masih menghadapi tantangan dan perbedaan pendapat. Adat istiadat yang kompleks dan budaya yang beragam sering kali menghadirkan tantangan dalam memastikan bahwa semua kelompok masyarakat terwakili secara adil dan mendapatkan kesempatan yang sama dalam proses politik. Meskipun demikian, nilai-nilai ini tetap menjadi landasan penting dalam membangun dan mengembangkan demokrasi Indonesia.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini, apakah sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 serta menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia?
Dari hasil pengamatan saya, demokrasi di Indonesia sudahlah berjalan menurut UUD NRI tahun 1945. Seluruh masyarakat berhak untuk mengaspirasikan pendapat guna kemajuan serta kesejahteraan kita sendiri sebagai rakyat. Meskipun sudah cukup sesuai dalam menerapkan nilai-nilai demokrasi, masih banyak tantangan yang terjadi seperti banyaknya oknum baik dari sisi rakyat maupun sisi ppejabat yang tidak bertanggung jawab sehingga demokrasi menjadi suatu hal yang dicap merusuh dan menimbulkan banyak keributan. Upaya terus dilakukan untuk memperkuat demokrasi Indonesia sesuai dengan Pancasila, UUD NRI tahun 1945, dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia. Tentunya dalam hal ini diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga negara, masyarakat sipil, dan individu, untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan melindungi hak-hak warga negara.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sangat disayangkan apabila hal tersebut benar benar terjadi. Anggota parlemen perlu tahu dan diingatkan kembali bahwa mereka terpilih bukan sekedar diberikan pekerjaan, namun terdapat label "wakil rakyat" yang melekat pada jabatan mereka karena mereka dapat berada di posisi tersebut karena pilihan rakyat sendiri. Situasi di mana anggota parlemen menggunakan posisinya untuk melayani agenda politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat dapat dianggap sebagai pelanggaran etika politik dan dapat merugikan demokrasi. Prinsip dasar demokrasi adalah mewakili kepentingan dan suara rakyat. Anggota parlemen diharapkan untuk bertindak sebagai perwakilan yang jujur dan bertanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat yang mereka layani. Ketika mereka mengabaikan atau mengesampingkan kepentingan rakyat demi kepentingan pribadi atau kelompok, itu dapat mengurangi kepercayaan rakyat dan menghambat perkembangan demokrasi yang sehat.
E. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Menurut saya, penyalahgunaan kekuasaan kharismatik yang menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dapat menjadi perhatian serius dalam konteks demokrasi dewasa saat ini. Konsep hak asasi manusia dalam era demokrasi dewasa menekankan pentingnya menghormati dan melindungi hak-hak fundamental setiap individu, termasuk hak hidup, kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, dan lain-lain. Penyalahgunaan kekuasaan kharismatik yang memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat seringkali melibatkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Dalam demokrasi yang sehat, pemimpin dan pihak yang memiliki kekuasaan harus bertanggung jawab dan melindungi hak-hak individu. Mereka harus mengutamakan kepentingan publik dan tidak menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompok yang merugikan hak-hak asasi manusia. Oleh karena itu, penting untuk membangun lembaga-lembaga yang kuat, termasuk sistem peradilan yang independen dan mekanisme pengawasan yang efektif, untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan melindungi hak-hak asasi manusia. Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang hak-hak asasi manusia juga penting untuk memperkuat perlindungan dan penegakan hak-hak tersebut.
NPM : 2216031134
Kelas : Reguler B
Prodi : S1 Ilmu Komunikasi
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisisnya secara jelas? Hal positif apa saja yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel di atas membahas tentang hak asasi manusia. Hak asasi manusia sendiri merupakan hak yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap individu di bumi. Setiap orang wajib menjaga, melindungi serta menghormati haknya setiap orang. Dalam artikel ini menyatakan bahwa penegakan HAM di Indonesia sendiri terbilang masih buruk. banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Selama dua dekade pelembagaan pengadilan HAM melalui undang-undang tidak kunjung berhasil mengadili penjahat HAM. Namun, Indonesia sendiri masih berusaha untuk melakukan reformasi agar hukum mengenai pelanggaran HAM dapat diadili dengan baik demi kesejahteraan rakyat. Hal positif yang dapat saya ambil dari membaca artikel tersebut ialah saya jadi mengetahui bahwa peran kita sebagai masyarakat sipil sangat penting dalam proses penegakan HAM, salah satunya memastikan capaian indikator pemenuhan HAM terjadi, serta kritis terhadap kebijakan yang berdasarkan atas asumsi moralitas dan populisme semata tanpa data dan ilmu. Karena, kembali kepada prinsip HAM yang sangat jelas, yaitu tiada seorang pun yang boleh dilanggar kemerdekaan dan kebebasannya serta diperlakukan diskriminatif
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Menurut saya demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai nilai adat istiadat/ budaya asli Indonesia adalah hal yang baik karena kita sendir sebagai masyarakat berkebangsaan Indonesia memiliki identitas sendiri yang kental akan buday ayang beragam. Budaya yang diturunkan juga bersifat positif seperti dalam aspek musyawarah yang dimana Indonesia memiliki tradisi adat yang kuat dalam pengambilan keputusan melalui musyawarah. Pendekatan ini tercermin dalam sistem politik Indonesia, termasuk proses pembuatan kebijakan dan mekanisme konsultasi publik. Selain musyawarah kita juga memliki budaya gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, serta kepemimpinan yang bersifat kolaboatif. Meskipun demikian, implementasi nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli dalam demokrasi Indonesia masih menghadapi tantangan dan perbedaan pendapat. Adat istiadat yang kompleks dan budaya yang beragam sering kali menghadirkan tantangan dalam memastikan bahwa semua kelompok masyarakat terwakili secara adil dan mendapatkan kesempatan yang sama dalam proses politik. Meskipun demikian, nilai-nilai ini tetap menjadi landasan penting dalam membangun dan mengembangkan demokrasi Indonesia.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini, apakah sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 serta menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia?
Dari hasil pengamatan saya, demokrasi di Indonesia sudahlah berjalan menurut UUD NRI tahun 1945. Seluruh masyarakat berhak untuk mengaspirasikan pendapat guna kemajuan serta kesejahteraan kita sendiri sebagai rakyat. Meskipun sudah cukup sesuai dalam menerapkan nilai-nilai demokrasi, masih banyak tantangan yang terjadi seperti banyaknya oknum baik dari sisi rakyat maupun sisi ppejabat yang tidak bertanggung jawab sehingga demokrasi menjadi suatu hal yang dicap merusuh dan menimbulkan banyak keributan. Upaya terus dilakukan untuk memperkuat demokrasi Indonesia sesuai dengan Pancasila, UUD NRI tahun 1945, dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia. Tentunya dalam hal ini diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga negara, masyarakat sipil, dan individu, untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan melindungi hak-hak warga negara.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sangat disayangkan apabila hal tersebut benar benar terjadi. Anggota parlemen perlu tahu dan diingatkan kembali bahwa mereka terpilih bukan sekedar diberikan pekerjaan, namun terdapat label "wakil rakyat" yang melekat pada jabatan mereka karena mereka dapat berada di posisi tersebut karena pilihan rakyat sendiri. Situasi di mana anggota parlemen menggunakan posisinya untuk melayani agenda politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat dapat dianggap sebagai pelanggaran etika politik dan dapat merugikan demokrasi. Prinsip dasar demokrasi adalah mewakili kepentingan dan suara rakyat. Anggota parlemen diharapkan untuk bertindak sebagai perwakilan yang jujur dan bertanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat yang mereka layani. Ketika mereka mengabaikan atau mengesampingkan kepentingan rakyat demi kepentingan pribadi atau kelompok, itu dapat mengurangi kepercayaan rakyat dan menghambat perkembangan demokrasi yang sehat.
E. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Menurut saya, penyalahgunaan kekuasaan kharismatik yang menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dapat menjadi perhatian serius dalam konteks demokrasi dewasa saat ini. Konsep hak asasi manusia dalam era demokrasi dewasa menekankan pentingnya menghormati dan melindungi hak-hak fundamental setiap individu, termasuk hak hidup, kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, dan lain-lain. Penyalahgunaan kekuasaan kharismatik yang memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat seringkali melibatkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Dalam demokrasi yang sehat, pemimpin dan pihak yang memiliki kekuasaan harus bertanggung jawab dan melindungi hak-hak individu. Mereka harus mengutamakan kepentingan publik dan tidak menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompok yang merugikan hak-hak asasi manusia. Oleh karena itu, penting untuk membangun lembaga-lembaga yang kuat, termasuk sistem peradilan yang independen dan mekanisme pengawasan yang efektif, untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan melindungi hak-hak asasi manusia. Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang hak-hak asasi manusia juga penting untuk memperkuat perlindungan dan penegakan hak-hak tersebut.