NAMA : Purwoko Dwicahyo Setiawan
NPM : 2216031104
KELAS : REG B
PRODI : S1 Ilmu Komunikasi
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Dalam artikel tersebut membahas tentang konflik komunal yang terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste yang mana dengan pemaparan kronologi pada artikel mengacu pada permasalahan mengenai zona bebas. Hal ini disebabkan karena perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara. Dari sudut pandang Indonesia, pemerintah dan warganya menganggap bahwa zona netral adalah zona yang masih belum ditetapkan statusnya sebagai milik negara Indonesia atau Timor Leste, sehingga harus dikosongkan dari segala aktivitas warga. Sementara dari sudut pandang Timor Leste, zona itu sebenarnya adalah wilayah Timor Leste yang digunakan oleh PBB sebagai kawasan koordinasi keamanan antara TNI dan PBB, sebagai tempat fasilitasi pembangunan pasar bagi warga di perbatasan, dan sebagai tempat rekonsiliasi antara masyarakat eks Timtim dengan masyarakat Pasabe, Distrik Oecussi. Dengan demikian, setelah PBB meninggalkan Timor Leste, seharusnya zona netral tersebut tetap menjadi bagian wilayah kedaulatan Timor Leste. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konflik tersebut terjadi karena adanya perbedaan pemahaman atau miss perceptions sehingga konflik mudah untuk dipicu. Hal positif yang dapat diambil dalam kasus ini yaitu ketersediaan warga untuk tetap berjaga di perbatasan agar tidak memakan korban kembali, dan juga aparat TNI yang turut mengawasi serta membantu melerai apabila terdapat hal-hal yang memicu konflik terjadi kembali.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Apabila, bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara maka akan muncul rasa keraguan dalam membela dan mempertahankan tanah air Indonesia baik dalam aspek teritori atau wilayah maupun kebudayaan, serta potensi sumber daya yang di miliki. Sebab, wawasan nusantara sudah bagaikan pedoman untuk menjaga kesatuan wilayah Indonesia. Dengan adanya konsepsi wawasan nusantara diharapkan dapat mencegah timbulnya konflik dengan negara lain, sebab fokusasi dari wawasan nusantara adalah untuk menjaga kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi, pertahanan dan keamanan. Oleh karena itu, kita dituntun untuk dapat menjaga kesatuan dan kesatuan sehingga kita tidak perlu memperebutkan wilayah yang bukan milik kita, kita hanya akan bertindak ketika terdapat ancaman terhadap wilayah politik, sosial budaya, ekonomi, pertahanan dan keamanan yang dimiliki. Apabila Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, bangsa serta wilayah di Indonesia tidak akan terkendali dan akan mudah terjadi konflik di wilayah seperti dalam artikel tersebut, bahkan mungkin dapat lebih banyak konflik yang timbul, serta dapat mengakibatkan bangsa Indonesia tidak dapat mengelola potensi-potensi yang ada.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Konsepsi wawasan nusantara dalam upaya mencegah konflik seperti pada artikel tersebut yaitu konflik komunal antara Indonesia dan Timor Leste salah satunya adalah menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mengedukasi pemahaman yang baik tentang konsep wawasan nusantara kepada masyarakat tidak kalah penting sehingga membuat masyarakat menyadari bahwa menjaga perdamaian, pertahanan dan keamanan dapat menciptakan kehidupan yang aman dan damai. Akan tetapi, mengedukasi masyarakat dengan berbagai harapan yang telah disebutkan tidaklah cukup, pemerintah juga harus meningkatkan keamanan di perbatasan dengan baik, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi dari berbagai ancaman internal maupun eksternal, mendorong pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan yang diharapkan dapat menunjang roda ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat perbatasan, serta membangun komunikasi yang baik dengan negara tetangga untuk mencegah terjadinya konflik di perbatasan. Dalam konteks konsepsi wawasan nusantara, hal ini dapat dilakukan dengan menjalin hubungan yang baik dan saling menghormati.
.