Muhammad Abyansyah Amiruddin (2216031069) Reguler A
1. Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut dan hal apa yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara sesuai dengan artikel tersebut?
hal positif yang saya dapatkan ialah mengetahui tentang UU MK, UU cipta kerja, serta mengetahui tentang pentingnya konstitusi bagi suatu negara. Hal yang harus dibenahi ialah menurut saya, UU Cipta Kerja dan UU Mahkamah Konstitusi harus diperhatikan oleh bangsa dan negara, karena UU itu bermasalah bukan hanya secara formal atau informal, tetapi juga pada hakikatnya, atau kalaupun mengandung substansi, UU itu dirumuskan secara formal, tergesa-gesa, mengabaikan urgensi pandemi, yang menunjukkan tidak ada (sense of crisis) atau tidak ada urgensi dan kesadaran yang jelas untuk mengubah ketentuannya, dan bertentangan dengan asas penyusunan peraturan perundang-undangan yang diatur dalam UU No. 12. pada tahun 2011. Prinsip yang banyak diabaikan adalah transparansi (Pasal 88), partisipasi masyarakat (Pasal 96), termasuk Pasal 59 UU No. 59. 8 tahun 2011 sebagai perubahan pertama UU MK. Hal ini juga dapat dilakukan dengan menyelamatkan MK dari campur tangan politik agar putusannya berpihak kepada masyarakat.
2. Apa sebenarnya hakikat dari konstitusi itu dan apa pentingnya konstitusi bagi suatu negara, seperti halnya Indonesia dengan adanya UUD NRI 1945?
Inti dari konstitusi itu sendiri adalah kontrak sosial, yang secara sederhana berarti kesepakatan antara penguasa dan yang diperintah tentang hal-hal yang akan diatur kemudian. Oleh karena itu, penting kiranya seluruh isi konstitusi itu sesuai dengan kehendak negara, maka konstitusi mempunyai arti penting bagi negara, karena konstitusi mempunyai peran atau fungsi yang sangat penting yaitu mengatur dan membatasi. Kekuatan konstitusi dalam negara inilah memiliki peran penting dan pentingnya konstitusi dalam negara, begitu pula Indonesia yang memiliki Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berstatus konstitusi atau sumber hukum yang tertinggi dan mendasar legitimasi hukum dan peraturan di bawahnya. karena tidak boleh diperdebatkan dan harus diatur oleh UUD 1945.
3. Sebutkan contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional! Layakkah mendapat hukuman yang maksimal atau di beri kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya?
menurut saya contoh perilaku pejabat yang inkonstitusional adalah penyalahgunaan konstitusi atau nilai untuk keuntungan pribadi atau kelompok (oknum) yang sering disebut dengan korupsi. Orang-orang seperti itu harus dihukum sesuai dengan perbuatannya dan diberi hukuman yang setimpal. Mereka dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya tetapi bersyarat yang dapat membuat mereka jera akan perbuatannya dan tidak akan lagi mengulangi perbuatan yang sama, dan menjadi orang yang lebih baik.
1. Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut dan hal apa yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara sesuai dengan artikel tersebut?
hal positif yang saya dapatkan ialah mengetahui tentang UU MK, UU cipta kerja, serta mengetahui tentang pentingnya konstitusi bagi suatu negara. Hal yang harus dibenahi ialah menurut saya, UU Cipta Kerja dan UU Mahkamah Konstitusi harus diperhatikan oleh bangsa dan negara, karena UU itu bermasalah bukan hanya secara formal atau informal, tetapi juga pada hakikatnya, atau kalaupun mengandung substansi, UU itu dirumuskan secara formal, tergesa-gesa, mengabaikan urgensi pandemi, yang menunjukkan tidak ada (sense of crisis) atau tidak ada urgensi dan kesadaran yang jelas untuk mengubah ketentuannya, dan bertentangan dengan asas penyusunan peraturan perundang-undangan yang diatur dalam UU No. 12. pada tahun 2011. Prinsip yang banyak diabaikan adalah transparansi (Pasal 88), partisipasi masyarakat (Pasal 96), termasuk Pasal 59 UU No. 59. 8 tahun 2011 sebagai perubahan pertama UU MK. Hal ini juga dapat dilakukan dengan menyelamatkan MK dari campur tangan politik agar putusannya berpihak kepada masyarakat.
2. Apa sebenarnya hakikat dari konstitusi itu dan apa pentingnya konstitusi bagi suatu negara, seperti halnya Indonesia dengan adanya UUD NRI 1945?
Inti dari konstitusi itu sendiri adalah kontrak sosial, yang secara sederhana berarti kesepakatan antara penguasa dan yang diperintah tentang hal-hal yang akan diatur kemudian. Oleh karena itu, penting kiranya seluruh isi konstitusi itu sesuai dengan kehendak negara, maka konstitusi mempunyai arti penting bagi negara, karena konstitusi mempunyai peran atau fungsi yang sangat penting yaitu mengatur dan membatasi. Kekuatan konstitusi dalam negara inilah memiliki peran penting dan pentingnya konstitusi dalam negara, begitu pula Indonesia yang memiliki Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berstatus konstitusi atau sumber hukum yang tertinggi dan mendasar legitimasi hukum dan peraturan di bawahnya. karena tidak boleh diperdebatkan dan harus diatur oleh UUD 1945.
3. Sebutkan contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional! Layakkah mendapat hukuman yang maksimal atau di beri kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya?
menurut saya contoh perilaku pejabat yang inkonstitusional adalah penyalahgunaan konstitusi atau nilai untuk keuntungan pribadi atau kelompok (oknum) yang sering disebut dengan korupsi. Orang-orang seperti itu harus dihukum sesuai dengan perbuatannya dan diberi hukuman yang setimpal. Mereka dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya tetapi bersyarat yang dapat membuat mereka jera akan perbuatannya dan tidak akan lagi mengulangi perbuatan yang sama, dan menjadi orang yang lebih baik.