Kiriman dibuat oleh Ayesa Bintang Maharani

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Ayesa Bintang Maharani -
Ayesa Bintang Maharani_2256031007_Reg M

Judul : Penanaman Nilai-Nilai Pancasila melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa untuk Menekan Kejahatan di Indonesia
Jurnal : Nurani Hukum
Volume dan Halaman :
Volume: 3
Halaman: 29-44
Tahun : 1 Juni 2020
Penulis : Ariesta Wibisono Anditya
Reviewer : Ayesa Bintang Maharani
Tanggal : 11 November 2022
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman nilai-nilai pancasila dalam peran media sosial
Metode Penelitian :
- Penelitian ini dilakukan secara normatif yakni penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang ada pada sistem hukum. Penelitiaan jenis ini dilakukan dengan menelaah asas-asas hukum lalu menjabarkannya sesuai dengan undang-undang yang terkait.
- Analisis dan pembahasan disajikan secara deskriptif-eksplanatoris
- Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan undangundang (statute approach), pendekatan sosial (social approach), serta pendekatan asas.
Hasil Penelitian : Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup. Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Oleh karena kedudukannya, maka nilai-nilai Pancasila merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan. Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi Pancasila.
Media massa merupakan bagian dari pers, dimana media massa merupakan perantara bagi pers dalam penyiaran berita dengan beberapa bentuk. Media massa merupakan sarana masyarakat memperoleh informasi, media massa memiliki fungsi atau peranan yang besar dalam membagikan informasi kepada audiensnya, yaitu sebuah sebutan untuk konsumen media. Media massa tidak bisa terlepas dari jurnalistik, jurnalistik merupakan kegiatan pencatatan dan pelaporan kepada masyarakat tentang apa yang terjadi sehari-hari.
Media massa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing Namun media cetak memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan penyampaian informasi karena harus melewati proses cetak dan pengiriman kepada khalayak, itupun khalayak terbatas wilayah geografis yang dapat dilalui saja. Media radio dan televisi keunggulannya selain bisa menyampaikan secara lebih cepat juga bisa menampilkan informasi yang “hidup” yakni dapat didengar dan dilihat secara langsung, serta dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.
Secara umum, media massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Hal ini seperti dirumuskan dalam Pasal 3 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yaitu Fungsi Pers Nasional adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, serta dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.
Salah satu bentuk lain untuk memperkuat posisi media massa dalam kontrol sosial adalah dengan merekonstruksi kembali sebuah pelanggaran hukum dan para penegak hukumnya, rekonstruksi harus memperhatikan kepentingan korban, pelaku, keluarga korban, penegak hukum dan masyarakat.
Kekuatan Penelitian :
a. Penelitian ini menggunkan bahasa yang lugas sehingga oembaca mudah memahami materi yang disampaikan
b. Penjelasan akan makna atau pengertian dari suatu topik dijelaskan secara menyeluruh berdasarkan para ahli, sehingga pembaca dapat mendalami pembahasan yang dipaparkan
Kekurangan Penelitian :
a. Tujuan penelitian tidak dituliskan secara gamblang dalam penelitian ini, sehingg pembaca tidak secara langsung mengetahui maksud penelitian ini
b. Tidak terdapat saran yang diberikan pada bab penutup
Kesimpulan : Pelaksanaan fungsi kontrol sosial media di Indonesia khususnya belum dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Berita-berita yang disebarkan kepada masyarakat umum seringkali keliru dan disebarluaskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. menelaah berita atau sumbernya. Dalam Al Hujurat ayat 6, Allah telah memerintahkan manusia dengan akal, cipta, rasa, dan niat agar berita yang muncul terlebih dahulu harus dikaji ulang sebelum dipercaya. Hal ini mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia lainnya. hak-hak dan nilai-nilai Pancasila, khususnya nilai-nilai material, spiritual, dan vital. Kabar bohong itu menunjukkan masih minimnya pengamalan jiwa Pancasila.
Berita yang keluar tentang masa depan kita harus ditelaah kembali sebelum dipercaya, seperti yang diperintahkan Allah dalam surat Al Hujurat ayat 6. Hanya orang-orang yang berakal, berkreativitas, bercita rasa, dan berakhlak yang dapat mengambil manfaat dari informasi yang disajikan oleh media massa. Hal ini telah mengakibatkan pelanggaran terhadap hak asasi manusia lainnya dan nilai-nilai Pancasila, khususnya materi, spiritual, dan vital. nilai-nilai.Berita-berita yang menyesatkan itu menunjukkan masih minimnya amalan jiwa Pancasila.Menurut tinjauan pustaka penulis, publik hanya menerima informasi yang kaya konten dari media massa.