གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Fakhri Farros

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Muhammad Fakhri Farros གིས-
M Fakhri Farros_2216031100_Reguler B
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Muhammad Yamin bahwa Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik, sedangkan pendapatnya Notonegoro bahwa pancasila adalah dasar falsafah negara indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia (Burhanudin S, 1988). Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turuntemurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia(Sunoto, 1991). Pancasila merupakan hasil dari berbagai macam pemikiran yang lahir dari budaya nusantara. Sukusuku bangsa di nusantara telah melakukan akulturasi antar suku bangsa, antar bangsa sehingga terbentuklah kepribadian kebudayaan bangsa. Akulturasi budaya terus berkembang hingga abad ke 16 ketika bangsa Eropa masuk ke Indonesia dan mulai melakukan usaha penjajahan. Pada masa penjajahan, bangsa Indonesia banyak mengalami berbagai macam akulturasi budaya, ekonomi, politik, pendidikan hingga pengetahuan Pancasila sebagai Filsafat Ilmu Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa pancasila merupakan pedoman atau petunjuk dalam hidup berbangsa dan bernegara yang merupakan hasil dari proses berpikir yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara. Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Menurut Friedrich Hegel bahwa hakekat filsafat ialah satu sinthese fikiran yang lahir dari pada antithese fikiran. Dari pertentangan fikiran lahirlah perpaduan pendapat yang harmonis. Begitu pulalah dengan ajaran pancasila, satu sinthese Negara yang lahir dari pada satu antithese. (Sunoto, 1991), sedangkan menurut Muhtar Filsafat dapat diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam, dan ingin melihat dari segala segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan (Muhtar Latif, 2014). Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK 1. Ketuhanan yang maha esa Ketuhanan berasal dari kata Tuhan ialah pencipta segala yang ada dan semua mahluk. Yang maha esa berarti maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam Zatnya, Esa dalam sifatnya, Esa dalam perbuatannya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sesempurna-sempurnanya. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu mahluk yang berbudi, yang memiliki Potensi Pikir, rasa karsa dan cipta. Karena Potensi ini manusia menduduki martabat yang paling tinggi. Dengan akal budinya manusia menjadi kebudayaan, dengan budi murninya manusia menyadari nilai-nilai dan norma-norma. Kemanusiaan terutama berarti sifat manusia yang merupakan esensial dan identitatas manusia karena martabat kemanusiaanya 3. Persatuan Indonesia Persatuan berasal dari kata Satu, yang berarti utuh tidak pecah belah, persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan. Jadi persatuan Indonesia ialah persatuan Indonesia yang mendiami wilayah Indonesia. Bangsa ini bersatu karena didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah Negara yang merdeka dan berdaulat. Persatuan Indonesia, bertujuan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan perdamaian yang abadi. Persatuan Indonesia adalah perwujudan dari pada paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh Ketuhanan yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab. (Burhanudin, 1988). Adapun nilai-nilai pada sila ke 3 adalah a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat Istiadat dan kebudayaan. b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme). c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme). 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Kerakyatan yang berasal dari kata rakyat, yang berarti sekelompok manusia yang berdiam dalam satu wilayah tertentu. Kerakyatan dalam hubungan sila IV ini berarti bahwa kekuasaan yang tertinggi berada di 39 tangan rakyat. Kerakyatan disebut Pula kedaulatan rakyat (rakyat berdaulat/berkuasa) atau demokrasi (rakyat yang memerintah). Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan rasio/akal yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan rakyat, dan dilaksanakan dengan sadar, jujur dan bertanggung jawab serta didorong oleh itikad baik sesuai dengan hati nurani manusia. 5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan berasal dari kata adil, yang berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia berarti setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia, baik yang berdiam di bawah kekuasaan maupun warga Indonesia yang berdiam di luar negeri. (Burhanudin, 1988). Jadi keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang ada dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Adapun nilai-nilai sila ke 5 adalah: a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, social dan budaya. b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia. c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban. d. Menghormati hak milik orang lain e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat indonesia. f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

Muhammad Fakhri Farros གིས-
M Fakhri Farros_2216031100_Reguler B

1.Sila ketuhanan yang Maha Esa mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antar rasional atau irasional, antar akal, rasa, atau kehendak. Menurut pernyataan pertama, IPTEK tidak hanya mengamati apa yang dikatakan, ditulis, dan dicatat; itu juga memperkuat hubungan antara apa yang diamati dan apa yang terjadi pada lingkungan sekitar dan manusia.
Sila Kemanusian yang Adil dan Beradab memberikan bukti moral bahwa manusia harus berperilaku baik dalam mengembangkan IPTEK. IPTEK merupakan komponen dari proses pembangunan manusia yang bermoral dan beradab. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK harus didasarkan pada kebutuhan manusia secara keseluruhan, bukan menjadikan mereka sebagai obyek penggunaan IPTEK yang lemah dan malang.
Sila Persatuan Indonesia memberikan kesadaran kepada rakyat Indonesia bahwa nasionalisme di Indonesia yang disebabkan oleh IPTEK, persatuan IPTEK, dan persatuan bangsa dapat berkembang dan terwujud.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan prinsip demokrasi sebagai “jiwa sila keempat” dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana seharusnya manusia bersikap untuk memahami dan memajukan IPTEK. Setiap ilmuaan juga harus memiliki kemampuan mengkritisi dan mengevaluasi hasil pemikiran orang lain, serta mampu bersuara menentang kesimpulannya. Penemuan iptek yang akhir-akhir ini teruji harus bisa tersampaikan kepada banyak anggota masyarakat.
Sila Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia kemajuan IPTEK harus mampu menjawab isu-isu kunci yang berpusat pada manusia seperti masalah yang berpusat pada manusia antara manusia satu dengan yang lain, masalah yang berpusat pada manusia antara manusia dan Tuhan sebagai penciptanya, dan yang berpusat pada manusia antara manusia dan lingkungan di mana mereka berada.
2 Harapan saya mengenai model pemimpin untuk sekarang dan dimasa mendatang yang pastinya harus berjiwa Pancasila. Mengapa demikian? karena pemimpin berjiwa pancasila adalah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Sehingga dengan begitu, semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa. Pemimpin harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat dalam Pancasila. Dalam 5 karakteristik pemimpin yang dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia yaitu, Beriman, menjunjung tinggi HAM, memiliki rasa nasionalisme, mendengarkan rakyat, serta adil. Dengan karakter yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi Negara , diharapkan pemimpin mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi , yaitu kepada kesejahteraan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat Indonesia .

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

Muhammad Fakhri Farros གིས-
M Fakhri Farros_2216031100_Reguler B

A Masih banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan mana berita benar dan berita hoax yang menyebabkan banyaknya berita berita palsu yang menyebabkan dampak negatif, menurut saya untuk mengantisipasi dampak negatif dari penyebaran hoax adalah memperbanyak pengetahuan atau wawasan dan inisiatif dalam mencari kebenaran berita sebelum disebar kemasyarakat luas
B Media sosial merupakan media tanpa batas apabila tidak adanya implementasi dari nilai nilai pancasila di media sosial akan mengakibatkan banyaknya hal hal negative yang bermunculan seperti cyberbullying terhadap suatu ras atau suku yang mengakibatkan perpecahan, solusi dari saya mulailah bijak dan mengimplementasikan nilai nilai pancasila dalam media sosial agar tidak terjadinya hal hal yang tidak diinginkan
C Sikap konsumerisme merupakan sikap konsumsi suatu barang berlebihan dan dengan paksaan diri sendiri, solusi yang dapat dilakukan dalam pencegahan sikap konsumerisme ini adalah 1. Sadar bahwa sikap konsumerisme merupakan sikap yang negative, 2 edukasi akan sikap konsumerisme, 3 membeli produk lokal dalam persaingan pasar global

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

Muhammad Fakhri Farros གིས-
M Fakhri Farros
Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah pada sekutu ditandai dengan ditanda tangani oleh menteri luar negeri Jepang diatas kapal perang Amerika Serikat
Sebelumnya pada tanggal 6 dan 9 agustus pasukan amerika membom dua kota di jepang yaitu hirosima dan nagasaki yang menewaskan lebih dari 140rb orang
Ini merupakan momentum yang tepat untuk indonesia memproklamasikan kemerdekaan dua hari setelahnga yaitu tanggal 17 agustus 1945

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-1

Muhammad Fakhri Farros གིས-
M Fakhri Farros_2216031100_Reguler B

Video tersebut membahas tentang limbah pabrik yang mencemari lingkungan dan membuat warga sekitar tidak nyaman, limbah yang berasal dari 6 pabrik tersebut selama 25 tahun

Menurut saya itu merupakan penerapan perkembangan teknologi yang tidak sesuai dengan nilai nilai pancasila, lebih tepatnya sila ke 2 yaitu "Kemanusiaan yang adil dan beradab" Seharusnya penerapan teknologi ini harus sejalan dengan penerapan nilai nilai pancasila, sehingga tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan
Dari video diatas harusnya pemilik pabrik mengetahui cara limbah dibuang dan menerapkan nilai nilai pancasila sehungga kejadian tersebut tidak terulang