Kiriman dibuat oleh Intan Zavira

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Intan Zavira -
Nama: Intan Zavira
NPM: 2216031094
Kelas: Reguler B

Judul: PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.

Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu.

Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.

Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek.

Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Berangakat dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

oleh Intan Zavira -
Nama: Intan Zavira
NPM: 2216031094
Kelas: Reguler B

A. Sila pertama: Melengkapi ilmu pengetahuan menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irasional, antara rasa dan akal. Sila ini menempatkan manusia dalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya.
Sila kedua: Memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok lapisan tertentu.
Sila ketiga: Mengkomplementasikan universalisme dalam sila-sila yang lain,sehingga supra sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem. Solidaritas dalam sub-sistem sangat penting untuk kelangsungan keseluruhan individualitas, tetapi tidak mengganggu integrasi.
Sila keempat: Mengimbangi otodinamika ilmu pengetahuan dan teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa. Eksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat dimusyawarahkansecara perwakilan, sejak dari kebijakan, penelitian sampai penerapanmassal.
Sila kelima: Menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitasdan inovasi.

B. Harapan saya terhadap sosok pemimpin di masa mendatang adalah harus memiliki dan memegang prinsip serta tekad berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila yang merupakan kepribadian khas bangsa Indonesia. Sosok pemimpin harus yang memahami ideologi Pancasila sehingga tetap terbuka dengan gaya hidup atau budaya baru, namun identitas dasar tidak boleh ditinggalkan sebagai pedoman hidup bernegara dan bermasyarakat.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

oleh Intan Zavira -
Nama: Intan Zavira
NPM: 2216031094
Kelas: Reguler B

A. Sekarang ini sulit membedakan antara berita yang benar dan juga berita hoaks. Hal ini terjadi karena berita hoaks dikemas secara menarik dan selah-olah berita tersebut adalah berita benar. Masyarakat akan percaya bukan lagi pada isi berita melainkan apabila suatu berita banyak disebarkan oleh orang lain, masyarakat akan lebih mempercayai hal itu. Padahal banyaknya penyebar berita juga tidak bisa menjadi tolok ukur akan kebenaran berita.

Yang saya lakukan dalam mengantisipasi dampak negatif dari penyebaran hoaks adalah dengan mengedukasi diri sendiri dan orang sekitar terkait bahayanya berita hoaks yang tersebar luas. Selain itu juga lebih berhati-hati dalam memilah bacaan dan juga membagikan suatu hal atau pun berita di media sosial.

B. Jika nilai-nilai Pancasila tidak diterapkan dengan baik dalam kemajuan perkembangan IPTEK di media sosial, hal ini akan menghasilkan masalah baru yang dapat menghambat atau merusak suatu negara. Perkembangan IPTEK yang juga didominasi oleh negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, solusinya adalah masyarakat tidak boleh melupakan nilai-nilai Pancasila yang mana merupakan pedoman hidup serta jati diri bangsa Indonesia. Masyarakat yang memahami nilai-nilai Pancasila harus tetap terbuka dengan gaya hidup atau budaya baru, namun identitas dasar tidak boleh ditinggalkan sebagai pedoman hidup bernegara dan bermasyarakat.

C. Budaya konsumerisme yang secara konstan kita terima tentunya lambat laun juga akan bertumbuh dan menjadi budaya yang dimiliki oleh generasi millenial. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bersama bagi semua pemangku kepentingan baik pelaku industri keuangan maupun non-keuangan untuk menciptakan ekosistem yang dapat membantu generasi millenial untuk mengatur keuangannya secara tepat, cepat, mudah dan aman, sehingga daya beli generasi millenial akan meningkat secara bertahap bukan berkurang, sesuai pertambahan usia dan pendapatan mereka.

Solusi yang dapat dilakukan sesuai dengan program studi studi Ilmu Komunikasi dalam mengatasi sikap konsumerisme adalah dengan memanfaatkan media seperti iklan karena iklan merupakan media promosi dan pengenalan pada masyarakat untuk menjalankan bisnis di berbagai bidang.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

oleh Intan Zavira -
Nama: Intan Zavira
NPM: 2216031094
Kelas: Reguler B

7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat yang memicu persatuan Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, dan sejumlah negara jajahan Inggris, serta sejumlah negara Amerika Latin untuk bersama melawan Jepang. Puncak perang sekutu melawan Jepang adalah dengan dijatuhkannya bom atom ke kota Hiroshima pada 6 agustus 1945. Tidak berhenti sampai di sana, 3 hari kemudian bom atom kedua juga dijatuhkan oleh sekutu ke kota Nagasaki. Pada 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu sebagai tanda berakhirnya Perang Dunia II di Asia Pasifik yang mana menjadi peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekannya 2 hari setelahnya yakni 17 Agustus 1945.