Nama :Fenty Yulina Sari
Npm : 2216031028
Kelas : Reg B
Prodi : Ilmu Komunikasi
a. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakkan HAM dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban :
Isi artikel tersebut menerangkan bagaimana indonesia masih terletak pada posisi yang terpuruk kala berdialog menimpa HAM, perihal ini jelas sekali bagi pemikiran saya dimana kebebasan orang dalam menyuarakan pendapatnya masih kerap di batasi serta sering kali terjalin gejala kecaman ataupun ancaman kepada orang- orang yang berupaya memperoleh hak asasi manusianya, perihal positif yang bisa saya ambil dalam artikel ini yakni sedikit demi sedikit kita sudah banyak membangun pondasi dalam menyadarkan publik mengenai pentingnya penegakan HAM.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Dari nilai-nilai adat istiadat/budaya masyarakat Indonesia, demokrasi Indonesia dapat dianalisa sebagai proses pembangunan berkelanjutan dengan menjaga keberagaman dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu). Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa merupakan perwujudan dari keyakinan dan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini mencerminkan pengakuan terhadap kemajemukan agama dan kepercayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi Indonesia.
c. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Pratik demokkrasi Indonesia pada saat ini masih terbilang tidak sesuai dengan Pancasila dan uud nri 1945 karena banyak di temukan para pejabat yang tidak ingin mendengar aspirasi dari rakyat dan banyak terjadi kritik kritik personal yang tidak berhubungan dengan kinerja atau jabatan yang di pegegang oleh yang di kritik.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sangat disayangkan kondisi di mana anggota parlemen menggunakan suara rakyat untuk kepentingan politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan masyarakat. Hal ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat dan mencederai esensi demokrasi yang seharusnya secara adil mewakili kehendak dan kepentingan masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat saya akan menolak praktik politik yang tidak memperhatikan kepentingan nyata masyarakat dan saya merasa bahwa perlunya akuntabilitas dan transparansi dalam tindakan para anggota parlemen.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini ?
Jawaban :
Pendapat saya adalah, hal ini tentunya merupakan suatu penyelewengan HAM karena seseorang dapat kehilangan haknya untuk berpendapat, pihak yang memiliki kekuasaan lebih tinggi cenderung merasa dirinya mampu melakukan hal apapun, meski mengorbankan hak orang lain.
Npm : 2216031028
Kelas : Reg B
Prodi : Ilmu Komunikasi
a. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakkan HAM dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban :
Isi artikel tersebut menerangkan bagaimana indonesia masih terletak pada posisi yang terpuruk kala berdialog menimpa HAM, perihal ini jelas sekali bagi pemikiran saya dimana kebebasan orang dalam menyuarakan pendapatnya masih kerap di batasi serta sering kali terjalin gejala kecaman ataupun ancaman kepada orang- orang yang berupaya memperoleh hak asasi manusianya, perihal positif yang bisa saya ambil dalam artikel ini yakni sedikit demi sedikit kita sudah banyak membangun pondasi dalam menyadarkan publik mengenai pentingnya penegakan HAM.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Dari nilai-nilai adat istiadat/budaya masyarakat Indonesia, demokrasi Indonesia dapat dianalisa sebagai proses pembangunan berkelanjutan dengan menjaga keberagaman dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu). Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa merupakan perwujudan dari keyakinan dan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini mencerminkan pengakuan terhadap kemajemukan agama dan kepercayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi Indonesia.
c. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Pratik demokkrasi Indonesia pada saat ini masih terbilang tidak sesuai dengan Pancasila dan uud nri 1945 karena banyak di temukan para pejabat yang tidak ingin mendengar aspirasi dari rakyat dan banyak terjadi kritik kritik personal yang tidak berhubungan dengan kinerja atau jabatan yang di pegegang oleh yang di kritik.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sangat disayangkan kondisi di mana anggota parlemen menggunakan suara rakyat untuk kepentingan politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan masyarakat. Hal ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat dan mencederai esensi demokrasi yang seharusnya secara adil mewakili kehendak dan kepentingan masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat saya akan menolak praktik politik yang tidak memperhatikan kepentingan nyata masyarakat dan saya merasa bahwa perlunya akuntabilitas dan transparansi dalam tindakan para anggota parlemen.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini ?
Jawaban :
Pendapat saya adalah, hal ini tentunya merupakan suatu penyelewengan HAM karena seseorang dapat kehilangan haknya untuk berpendapat, pihak yang memiliki kekuasaan lebih tinggi cenderung merasa dirinya mampu melakukan hal apapun, meski mengorbankan hak orang lain.