Posts made by Muhammad Rheya Defansa

Nama : Muhammad Rheya Defansa
NPM: 2216031060
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Komunikasi

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Menurut artikel tersebut, pada tahun 2019, terjadi beberapa pelanggaran HAM yang signifikan di Indonesia. Salah satunya adalah peningkatan kasus kekerasan terhadap aktivis, jurnalis, dan pembela HAM. Artikel ini juga menyoroti penindasan terhadap masyarakat adat, termasuk penggusuran paksa dan pelanggaran terhadap hak-hak mereka. Hal positif yang dapat saya ambil dalam artikel ini adalah, kita sebagai rakyat Indonesia harus lah banyak membangun pondasi dalam menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya hak asasi manusia yang dimulai dari lingkungan sekitar kita.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Menurut saya, demokrasi Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia merupakan aset berharga. Prinsip berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan landasan spiritual dan religiusitas yang kuat dalam masyarakat Indonesia, namun harus diinterpretasikan secara inklusif dan menghormati hak asasi manusia serta prinsip kesetaraan, kebebasan, dan pluralisme. Dalam praktiknya, demokrasi Indonesia harus menjaga keseimbangan antara prinsip berke-Tuhanan yang Maha Esa dengan prinsip kesetaraan, kebebasan, dan pluralisme yang merupakan pijakan demokrasi modern.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Secara keseluruhan, praktik demokrasi Indonesia saat ini telah berupaya mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945. Namun dalam praktiknya, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam memastikan bahwa demokrasi Indonesia sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945. Misalnya adanya isu korupsi, ketimpangan sosial-ekonomi, dan kurangnya perlindungan terhadap hak-hak minoritas. Upaya terus dilakukan untuk memperbaiki sistem demokrasi, termasuk melalui reformasi politik dan perbaikan lembaga-lembaga negara.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jika ada anggota parlemen yang menggunakan klaim mewakili suara rakyat tetapi memperjuangkan agenda politik pribadi yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat, tentu saja saya akan menyuarakan suara saya untuk memprotes hal tersebut.

E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Menurut saya, pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama untuk memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat, bahkan mengorbankan rakyat untuk tujuan yang tidak jelas, adalah sangat negatif dan tidak etis. Tindakan semacam itu melanggar prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Dalam era demokrasi dewasa saat ini, dimana pentingnya hak asasi manusia diakui secara luas, pemerintahan harus bertanggung jawab untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak individu setiap warga negara. Hal ini termasuk hak untuk bebas berekspresi, berkumpul, dan berpendapat, serta hak atas kehidupan, kebebasan, dan keamanan pribadi. Pemerintahan harus didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, kebebasan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Semua warga negara harus memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses politik dengan bebas dan tanpa tekanan atau manipulasi yang tidak etis.
Nama : Muhammad Rheya Defansa
NPM : 2216031060
Kelas : Reguler B
Prodi : S1 Ilmu Komunikasi

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Dari artikel ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa konflik komunal tidak hanya merugikan individu atau kelompok tertentu, tetapi juga berdampak pada stabilitas dan keamanan kedua negara. Oleh karena itu, upaya penyelesaiannya harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah dan masyarakat. Hal positif yang bisa kita ambil adalah: dalam menyelesaikan suatu masalah kita harus berpikir dengan kepala dingin.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Menurut pendapat saya, konsepsi wawasan nusantara sangat penting bagi wilayah dan bangsa Indonesia. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka mungkin akan terjadi polarisasi antara daerah-daerah yang berbeda di Indonesia. Hal ini bisa memicu konflik horizontal yang dapat merusak stabilitas dan keamanan nasional. Tanpa wawasan nusantara, Indonesia akan kesulitan untuk menjaga integrasi dan kesatuan bangsa serta menjaga keragaman budaya yang menjadi identitas Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Konsepsi Wawasan Nusantara mengandung nilai-nilai yang dapat membantu mencegah timbulnya konflik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dalam konteks konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang dijelaskan dalam artikel tersebut, terdapat beberapa nilai Wawasan Nusantara yang dapat diterapkan sebagai upaya pencegahan konflik, yaitu: keadilan, musyawarah dan mufakat, persatuan dan kesatuan, dan kemandirian.
Nama : Muhammad Rheya Defansa
NPM : 2216031060
Kelas : Reguler B
Prodi : S1 Ilmu Komunikasi

Berdasarkan analisis saya pada video tersebut, saya menyimpulkan Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. Teori Geopolitik Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan untuk pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia. Teori Geopolitik Indonesia diperkenalkan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI I pada Juni 1945. Prinsip geopolitik di Indonesia tidak mementingkan dalam hal wilayah, tetapi lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam suatu wilayah. Terdapat beberapa macam teori geopolitik yaitu: Teori Geopolitik Frederich Ratzel, Teori Geopolitik Rudolf Kjellen, Teori Geopolitik Karl Haushofer, Teori Geopolitik Halford Mackinder, Teori Geopolitik Alfred Tahyer Mahan, Teori Geopolitik Guilio Douhet, dan lain lain. Wawasan Nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD NKRI. Hakikat dari wawasan Nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. Negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik yang memiliki keunggulan berupa jumlah dan potensi penduduknya cukup besar, memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya, Letak wilayah yang strategis, dan masih banyak lagi.