Posts made by Shelli Fidia Desshilfa

Nama : Shelli Fidia Desshilfa
NPM : 2256031015
Kelas : Paralel MAN A
PRODI : Ilmu Komunikasi

- Warga Negara yang Otonom:
Warga negara yang otonom adalah individu yang memiliki kemampuan untuk berpikir secara kritis, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap tindakan dan keputusan mereka. Mereka mampu memahami dan mengeksplorasi berbagai sudut pandang, serta mampu membentuk pendapatnya sendiri berdasarkan pengetahuan yang luas dan beragam. Warga negara otonom tidak hanya mengikuti arus tanpa pemikiran kritis, tetapi juga aktif dalam mencari informasi yang benar, mempertimbangkan kepentingan publik, dan berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan.

- Warga Negara yang Partisipatif:
Warga negara yang partisipatif adalah mereka yang secara aktif terlibat dalam urusan sipil dan kehidupan sosial komunitas di tingkat lokal, negara bagian, atau nasional. Mereka tidak hanya menjadi penonton pasif dalam proses politik dan kehidupan publik, tetapi juga ikut serta dalam diskusi, pemilihan umum, kegiatan sosial, atau gerakan masyarakat yang bertujuan untuk mencapai perubahan positif. Warga negara partisipatif memiliki kesadaran akan pentingnya pengaruh mereka dalam pembentukan kebijakan dan pemeliharaan masyarakat yang baik.
- Warga Negara yang Adil:
Warga negara yang adil adalah mereka yang menghormati prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan dalam hubungan antara individu dan kelompok dalam masyarakat. Mereka tidak membedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, gender, atau latar belakang sosial-ekonomi. Warga negara adil mendorong inklusi sosial, menghormati hak asasi manusia, dan berusaha untuk menghilangkan ketidakadilan dan ketimpangan dalam masyarakat. Mereka mempromosikan penghargaan terhadap keberagaman dan berupaya memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Nama : Shelli Fidia Desshilfa
Kelas: Paralel Man A
NPM : 2256031015
Prodi : Ilmu Komunikasi
Ketahanan nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang akan datang.
Ancaman bersumber dari ancaman ancaman yang bersifat langsung, luar, dalam dan tidak langsung.
Hal-hal yang di serang ialah integritas, identitas, kelangsungan hidup, perujuangan mencapai tujuan nasional. Ancaman itu tersebut terdiri dari beberapa sumber yaitu: Langsung, Tidak Langsung, Luar, Dalam
Ancaman tersebut juga akan menyerang beberapa faktor dalam suatu negara yaitu; integritas, identitas, kelangsungan hidup serat perjuangan dalam mencapai tujuan nasional Ancaman ada beberapa jenis, yaitu: Ancaman unsur Trigatra, yaitu ancaman terhadap lokasi & posisi geografis, keadaan & kekayaan alam, serta kemampuan penduduk. Lalu ada ancaman unsur Mancagatra yang mengancam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan Hankam.
Upaya perwujudan alamiah (Trigatra)
Lokasi dan posisi geografis: peningkatan potensi laut dan darat, posisi dengan negara tetangga.
Sumber daya alam: kesadaran nasional, pemanfaatan kekayaan alam.
Kemampuan penduduk: Pendidikan
Upaya perwujudan aspek sosial (Pancagatra)
Ideologi: rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
Politik: Demokrasi, keseimbangan input dan output
Ekonomi: sarana, modal, teknologi
Sosial budaya: tradisi, Pendidikan, kepemimpinan
Hankam: partisipasi dan kesadaran masyarakat.
Nama: Shelli Fidia Desshilfa
NPM: 2256031015
Kelas: Paralel (Man A)
Prodi: Ilmu Komunikasi

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Isi dari artikel diatas adalah mengenai HAM di Indonesia yang mana dapat kita tangkap dr point diatas yaitu, pemeliharaan dan perlindungan hak asasi manusia sangatlah penting bagi setiap manusia, karena hak asasi manusia berhubungan dengan harkat dan martabat pribadi sepenuhnya. Hak asasi manusia ini berkaitan dengan Pembentukan Pancasila di Indonesia yang tertuang dalam sila kedua . Jika hukum HAM Indonesia tidak ditegakkan, akan terjadi kekacauan dimana-mana. Oleh karena itu, penegakan dan perlindungan HAM di Indonesia harus dijaga dan dijunjung tinggi, dan point yang sangat penting bagi setiap manusia di Indonesia.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Gotong royong mencakup kerjasama dan kepedulian terhadap kepentingan bersama, sementara musyawarah menekankan pada pengambilan keputusan melalui dialog dan konsensus. prinsip "berkeTuhanan yang Maha Esa" dalam demokrasi Indonesia mengakui pentingnya agama dan keyakinan dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun Indonesia memiliki keragaman agama, prinsip ini menegaskan perlunya menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika yang diberikan oleh agama.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk lebih memastikan pemenuhan nilai hak asasi manusia dan keadilan sosial. Demokrasi Indonesia juga menghadapi tantangan dalam hal perlindungan hak asasi manusia. Ketimpangan sosial, kemiskinan, dan akses terbatas terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan masih menjadi masalah yang harus ditangani dan ditindak lanjuti.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi dimana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
dengan masalah ini, seharusnya Dewan Perwakilan Rakyat menjadi sebuah wadah untuk masyarakat untuk mengaspirasikan keluhan dan kritikan. Tugas utama mereka adalah memperjuangkan kepentingan dan aspirasi masyarakat yang mereka wakili. Untuk situasi ini, penting bagi masyarakat untuk menjadi lebih sadar dan kritis terhadap tindakan para anggota parlemen. Masyarakat dapat melibatkan diri dalam pemilihan umum dengan memilih calon yang berintegritas, berkomitmen untuk mewakili kepentingan masyarakat, dan melaksanakan tanggung jawab mereka dengan baik.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
pendapat saya mengenai kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi yaitu, mereka memanfaatkan keberagaman agama dan budaya kita yang mana hal tersebut dapat menjadi sumber kekhawatiran dalam konteks demokrasi dewasa saat ini. Hak asasi manusia adalah prinsip-prinsip universal yang mengakui martabat, kebebasan, dan keadilan bagi semua individu, terlepas dari kekuasaan kharismatik yang mungkin ada.