Nama : Sagita Septiani
Npm: 2216031047
Kelas : reg A
Prodi : ilmu komunikasi
Analisis soal
1. Artikel ini berfokus pada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas), yang menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah, terutama untuk menangani pelanggaran HAM berat dan konflik sumber daya alam (SDA) masa lalu. Tahun 2019 bisa dikatakan sebagai tahun kelam; banyak program HAM terhenti, kualitas HAM juga mengalami kemunduran, bahkan para pembela HAM pun diserang. Misalnya masalah Papua, di mana tidak hanya orang yang menginginkan kemerdekaan, tetapi anggota suatu bangsa yang diperlakukan berbeda dan dianggap memiliki identitas sosial yang berbeda karena gaya hidup, tradisi, dan warna kulitnya. Positifnya perlindungan HAM setelah membaca artikel tersebut adalah meskipun masih banyak catatan degradasi HAM di Indonesia, masih ada harapan yang bisa dilihat dari kembalinya gerakan mahasiswa ke kontrol sosial. selama kekuasaan negara. Di Bali, gerakan masyarakat terus menentang keras pemugaran Teluk Benoa. Di Kendeng, Jawa Tengah, masyarakat dataran tinggi masih bisa mempertahankan klaimnya di bawah tekanan dari segala arah, termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan.
2. Adat istiadat/nilai budaya asli masyarakat Indonesia terhadap demokrasi yaitu: pertama, gotong royong, dalam nilai ini nilai gotong royong dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan secara kolektif. Kedua, musyawarah mufakat berdasarkan nilai musyawarah mufakat, masyarakat dapat memahami pentingnya mendengarkan semua pihak untuk mencapai mufakat melalui dialog dan musyawarah serta menghindari keputusan berdasarkan dominasi atau otoritas individu. Ketiga, keadilan, berdasarkan nilai keadilan, masyarakat dapat berfungsi secara adil, berusaha menjaga demokrasi. Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa menurut saya merupakan prinsip yang sangat penting, mengingat Indonesia adalah negara dengan budaya yang berbeda-beda, salah satunya adalah keberagaman agama. Di bawah kaidah asas ini, diharapkan masyarakat mampu menghargai keragaman agama dan kepercayaan masyarakat serta mendorong toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
3. Menurut saya pelaksanaan HAM di Indonesia saat ini sudah sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjaga nilai-nilai HAM. Namun, masih ada tantangan dalam menerapkan demokrasi yang sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai tersebut dalam praktiknya. Misalnya, penyalahgunaan kekuasaan untuk tujuan korupsi. Karena itu penting untuk terus memperkuat dan meningkatkan praktik demokrasi Indonesia agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam melindungi nilai-nilai hak asasi manusia.
4. Ketika anggota parlemen mewakili suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri yang bertentangan dengan kepentingan nyata rakyat, hal ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan ketidakpuasan di kalangan rakyat. Hal ini dapat menimbulkan distorsi representasi politik dan mempengaruhi kualitas demokrasi. Jika terjadi situasi dimana anggota parlemen melaksanakan agenda politiknya tanpa mempertimbangkan kepentingan riil rakyat, hal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi yang sehat. Dalam situasi seperti itu, penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik, termasuk melalui kontribusi, memantau kinerja anggota parlemen dan menggunakan hak pilih secara bijak dalam pemilihan parlemen.
5. Pada prinsipnya, kepemimpinan karismatik yang bersandar pada tradisi atau agama untuk membangkitkan loyalitas dan emosi rakyat dapat memiliki efek yang kompleks terhadap hak asasi manusia dalam konteks demokrasi. Pemimpin karismatik dapat menggunakan pengaruhnya untuk memanipulasi opini dan memobilisasi loyalitas populer untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompok tertentu. Dalam hal ini, hak asasi manusia dapat terancam, karena kemungkinan pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat atau hak-hak pribadi lainnya.
Npm: 2216031047
Kelas : reg A
Prodi : ilmu komunikasi
Analisis soal
1. Artikel ini berfokus pada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas), yang menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah, terutama untuk menangani pelanggaran HAM berat dan konflik sumber daya alam (SDA) masa lalu. Tahun 2019 bisa dikatakan sebagai tahun kelam; banyak program HAM terhenti, kualitas HAM juga mengalami kemunduran, bahkan para pembela HAM pun diserang. Misalnya masalah Papua, di mana tidak hanya orang yang menginginkan kemerdekaan, tetapi anggota suatu bangsa yang diperlakukan berbeda dan dianggap memiliki identitas sosial yang berbeda karena gaya hidup, tradisi, dan warna kulitnya. Positifnya perlindungan HAM setelah membaca artikel tersebut adalah meskipun masih banyak catatan degradasi HAM di Indonesia, masih ada harapan yang bisa dilihat dari kembalinya gerakan mahasiswa ke kontrol sosial. selama kekuasaan negara. Di Bali, gerakan masyarakat terus menentang keras pemugaran Teluk Benoa. Di Kendeng, Jawa Tengah, masyarakat dataran tinggi masih bisa mempertahankan klaimnya di bawah tekanan dari segala arah, termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan.
2. Adat istiadat/nilai budaya asli masyarakat Indonesia terhadap demokrasi yaitu: pertama, gotong royong, dalam nilai ini nilai gotong royong dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan secara kolektif. Kedua, musyawarah mufakat berdasarkan nilai musyawarah mufakat, masyarakat dapat memahami pentingnya mendengarkan semua pihak untuk mencapai mufakat melalui dialog dan musyawarah serta menghindari keputusan berdasarkan dominasi atau otoritas individu. Ketiga, keadilan, berdasarkan nilai keadilan, masyarakat dapat berfungsi secara adil, berusaha menjaga demokrasi. Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa menurut saya merupakan prinsip yang sangat penting, mengingat Indonesia adalah negara dengan budaya yang berbeda-beda, salah satunya adalah keberagaman agama. Di bawah kaidah asas ini, diharapkan masyarakat mampu menghargai keragaman agama dan kepercayaan masyarakat serta mendorong toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
3. Menurut saya pelaksanaan HAM di Indonesia saat ini sudah sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjaga nilai-nilai HAM. Namun, masih ada tantangan dalam menerapkan demokrasi yang sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai tersebut dalam praktiknya. Misalnya, penyalahgunaan kekuasaan untuk tujuan korupsi. Karena itu penting untuk terus memperkuat dan meningkatkan praktik demokrasi Indonesia agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam melindungi nilai-nilai hak asasi manusia.
4. Ketika anggota parlemen mewakili suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri yang bertentangan dengan kepentingan nyata rakyat, hal ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan ketidakpuasan di kalangan rakyat. Hal ini dapat menimbulkan distorsi representasi politik dan mempengaruhi kualitas demokrasi. Jika terjadi situasi dimana anggota parlemen melaksanakan agenda politiknya tanpa mempertimbangkan kepentingan riil rakyat, hal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi yang sehat. Dalam situasi seperti itu, penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik, termasuk melalui kontribusi, memantau kinerja anggota parlemen dan menggunakan hak pilih secara bijak dalam pemilihan parlemen.
5. Pada prinsipnya, kepemimpinan karismatik yang bersandar pada tradisi atau agama untuk membangkitkan loyalitas dan emosi rakyat dapat memiliki efek yang kompleks terhadap hak asasi manusia dalam konteks demokrasi. Pemimpin karismatik dapat menggunakan pengaruhnya untuk memanipulasi opini dan memobilisasi loyalitas populer untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompok tertentu. Dalam hal ini, hak asasi manusia dapat terancam, karena kemungkinan pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat atau hak-hak pribadi lainnya.