NAMA : ELISA AGUSTINA
NPM : 2216031110
KELAS : REGULER B
PRODI : ILMU KOMUNIKASI
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Secara garis besar artikel tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Beberapa lembaga, seperti Komnas HAM dan LBH Jakarta, menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ini marak terjadi pelanggaran HAM yang serius, terutama mengenai pelanggaran masa lalu dan konflik sumber daya alam. Selain itu tercatat pula bahwa banyak masalah yang terjadi, dimulai dari pembatasan kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, diskriminasi berbasis gender, dan kegagalan pemerintah dalam memberikan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM. Hal positif yang dapat diambil yaitu, ditengah maraknya perkembangan HAM ini pemerintah masih berusaha memberikan berbagai upaya untuk mengatasinya seperti melakukan langkah-langkah reformasi pemerintah untuk melindungi HAM dan meratifikasi perjanjian HAM internasional. Selain itu masyarakat juga berperan aktif dalam mempertahankan tuntutan mereka.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Dari nilai-nilai adat istiadat/budaya masyarakat Indonesia, demokrasi Indonesia dapat dianalisa sebagai proses pembangunan berkelanjutan dengan menjaga keberagaman dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu). Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa merupakan perwujudan dari keyakinan dan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini mencerminkan pengakuan terhadap kemajemukan agama dan kepercayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi Indonesia.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi di Indonesia saat ini masih perlu dievaluasi apakah sudah sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) serta menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Evaluasi ini mencakup aspek kebebasan berekspresi, partisipasi politik, perlindungan hak-hak warga negara, dan keadilan sosial. Namun demikian, evaluasi ini harus senantiasa mempertimbangkan konteks dan dinamika politik, sosial, dan ekonomi di Indonesia.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sangat disayangkan kondisi di mana anggota parlemen menggunakan suara rakyat untuk kepentingan politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan masyarakat. Hal ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat dan mencederai esensi demokrasi yang seharusnya secara adil mewakili kehendak dan kepentingan masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat saya akan menolak praktik politik yang tidak memperhatikan kepentingan nyata masyarakat dan saya merasa bahwa perlunya akuntabilitas dan transparansi dalam tindakan para anggota parlemen.
E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Menurut saya, pihak-pihak yang memiliki kekuatan karismatik yang berakar pada tradisi atau agama harus bertanggung jawab dalam menggunakan kekuasaan mereka. Mereka tidak seharusnya memanfaatkan kesetiaan dan emosi masyarakat untuk tujuan yang tidak jelas atau merugikan hak asasi manusia. Di era demokrasi saat ini, mereka yang memiliki kekuasaan karismatik harus menghormati dan melindungi hak asasi manusia sebagai prinsip dasar yang harus ditegakkan. Kekuasaan karismatik tidak boleh digunakan untuk menindas, membatasi kebebasan individu, atau melanggar hak-hak warga negara. Konsep hak asasi manusia menuntut perlakuan yang adil, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat setiap individu, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, mereka yang memiliki kekuasaan kharismatik harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya dengan mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan rakyat serta memastikan bahwa tindakannya sejalan dengan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
NPM : 2216031110
KELAS : REGULER B
PRODI : ILMU KOMUNIKASI
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Secara garis besar artikel tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Beberapa lembaga, seperti Komnas HAM dan LBH Jakarta, menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ini marak terjadi pelanggaran HAM yang serius, terutama mengenai pelanggaran masa lalu dan konflik sumber daya alam. Selain itu tercatat pula bahwa banyak masalah yang terjadi, dimulai dari pembatasan kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, diskriminasi berbasis gender, dan kegagalan pemerintah dalam memberikan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM. Hal positif yang dapat diambil yaitu, ditengah maraknya perkembangan HAM ini pemerintah masih berusaha memberikan berbagai upaya untuk mengatasinya seperti melakukan langkah-langkah reformasi pemerintah untuk melindungi HAM dan meratifikasi perjanjian HAM internasional. Selain itu masyarakat juga berperan aktif dalam mempertahankan tuntutan mereka.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Dari nilai-nilai adat istiadat/budaya masyarakat Indonesia, demokrasi Indonesia dapat dianalisa sebagai proses pembangunan berkelanjutan dengan menjaga keberagaman dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu). Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa merupakan perwujudan dari keyakinan dan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini mencerminkan pengakuan terhadap kemajemukan agama dan kepercayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi Indonesia.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi di Indonesia saat ini masih perlu dievaluasi apakah sudah sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) serta menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Evaluasi ini mencakup aspek kebebasan berekspresi, partisipasi politik, perlindungan hak-hak warga negara, dan keadilan sosial. Namun demikian, evaluasi ini harus senantiasa mempertimbangkan konteks dan dinamika politik, sosial, dan ekonomi di Indonesia.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sangat disayangkan kondisi di mana anggota parlemen menggunakan suara rakyat untuk kepentingan politik pribadi yang berbeda dengan kepentingan masyarakat. Hal ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat dan mencederai esensi demokrasi yang seharusnya secara adil mewakili kehendak dan kepentingan masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat saya akan menolak praktik politik yang tidak memperhatikan kepentingan nyata masyarakat dan saya merasa bahwa perlunya akuntabilitas dan transparansi dalam tindakan para anggota parlemen.
E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Menurut saya, pihak-pihak yang memiliki kekuatan karismatik yang berakar pada tradisi atau agama harus bertanggung jawab dalam menggunakan kekuasaan mereka. Mereka tidak seharusnya memanfaatkan kesetiaan dan emosi masyarakat untuk tujuan yang tidak jelas atau merugikan hak asasi manusia. Di era demokrasi saat ini, mereka yang memiliki kekuasaan karismatik harus menghormati dan melindungi hak asasi manusia sebagai prinsip dasar yang harus ditegakkan. Kekuasaan karismatik tidak boleh digunakan untuk menindas, membatasi kebebasan individu, atau melanggar hak-hak warga negara. Konsep hak asasi manusia menuntut perlakuan yang adil, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat setiap individu, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, mereka yang memiliki kekuasaan kharismatik harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya dengan mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan rakyat serta memastikan bahwa tindakannya sejalan dengan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.