Nama : Ayesha Adellia
NPM : 2216031013
Kelas : Reg A
1. Menurut saya artikel diatas menjelaskan tentang filsafat dari wayang sebagai studi yang masuk kedalam kurikulum kuliah, pada artikel tersebut menjelaskan pula bahwa filsafat pada wayang adalah jenis filsafat non eksplisit, sitematis dan kreatif. Sayang nya generasi muda pada zaman sekarang menganggap wayang tidak berhubungan dengan pemahaman kognitif meraka dan hanya sebagai hiburan saja. padahal banyak sekali nilai yang terkandung dalam wayang yang tidak diketahui oleh anak muda seperti wayang menjadi sumber nilai falsafah yang tiada habis karena wayang dianggap sebagai simbol kehidupan manusia (wewayanggane ngaurip). Di dalam wayang, selain aspek estetika,juga membuat etika dan ajaran moral. Karena itu tak heran kalua lewat wayang terpantul pandangan hidup (filosofi) dan budaya masyarakat. Wayang juga merefleksikan kosmologi masyarakat (jawa) sekaligus sintesa dari sistem kepercayaan yang pernah ada. Yaitu, Animisme, Hinduisme, Budhaisme, dan Islam.
2. Sebagai warga negara kita berhak untuk mengekspresikan diri dengan seni, seperti seni wayang atau kesenian lainnya. selain itu kita sebagai warna negara juga memiliki kewajiban untuk turut serta melestarikan wayang agar tidak hilang dan tetap menjadi embrio bagi filsafat Indonesia.
3. Yaitu dengan dengan memanfaatkan platform media sosial maupun teknologi informasi yang ada merupakan metode efektif untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak-hak dan kewajiban warga negara yang sesuai dengan Pancasila, atau dapat dengan Preventif, Pancasila secara preventif pada hakikatnya adalah memantapkan pengetahuan, penghayatan dan pengamatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap warga Negara Indonesia.