Nama: Evita Listi Maharani
Npm: 2216031064
Kelas: Reguler B
1. Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut dan hal apa yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara sesuai artikel tersebut?
=Hal positif yang dapat diambil adalah diperlukannya dorongan dari masyarakat untuk mengawasi serta memberikan dukungan guna memutus suatu perkara pengujian yang nantinya akan memberikan pengaruh pada kualitas keputusan yang disampaikan oleh mahkamah konstitusi. Kegigihan masyarakat dalam melakukan protes terhadap undang-undang cipta kerja patut diapresiasi dalam memperjuangkan hak-hak warga negara dengan cara mengajukan permohonan pengujian undang-undang cipta kerja yang dibentuk.
Hal yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara adalah dalam pembentukan undang-undang, seharusnya perlu mempertimbangkan semuanya dengan matang, tidak perlu terburu-buru. seperti yang dijelaskan dalam artikel tersebut, dal pembentukan uu cipta kerja dibuat tanpa mempertimbangkan urgensi di masa pandemj yang menunjukkan tidak adanya 'sense of crisis', tidak adanya urgensi yang jelas untuk mengubah ketentuan-ketentuan yang ada di dalam uu cipta kerja tersebut, serta bertentanganbdenhan asas pembentukan peraturan undang-undang, di antaranya asas transparansi (pasal 88) dan partisipasi publik (pasal 96). Diperlukan pertimbangan yang matang dalam membentuk suatu undang-undang dengan mempertimbangkan perlindungan hak-hak warga negara dan segala hal yang berkaitan kepada masyarakat yang nantinya akan merasakan dampak secara langsung dari undang-undang yang diberlakukan. Selain itu, juga diperlukan sebuah transparansi dalam membentuk suatu undang-undang supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman yang mengakibatkan terancamnya demokrasi negara Indonesia.
2. Apa sebenarnya hakikat dari konstitusi bagi suatu negara, seperti halnya Indonesia dengan adanya UUD NRI 1945?
=Hakikat konstitusi merupakan sebuah hukum dasar tertulis yang menjadi pedoman dalam menjaga keberlangsungan suatu bangsa. Seperti dengan adanya undang-undang dasar 1945, konstitusi merupakan dasar yang memuat segala aturan dan ketentuan pokok dari sistem suatu negara. Konstitusi digunakan sebagai sarana pembatasan dan pengawasan terhadap kekuasaan politik dari suatu bangsa serta memberikan batasan kepada penguasa pemerintahan. Tujuan lain dari konstitusi adalah sarana untuk mengatur masyarakat di dalam suatu negara secara tertib dan terorganisir sesuai tujuan bangsa yang diinginkan sejak Indonesia merdeka.
3. Sebutkan contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional! Layakkah mendapat hukuman yang maksimal atau diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya?
=Contoh pejabat negara yang tidak inkonstitusional adalah Hari Sabarno. Beliau merupakan mantan menteri dalam negeri dari kabinet gotong royong. Hari Sabarno terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan merugikan negara sebesar 97,2 miliar. Kasus Hari Sabarno dianggap melanggar konstitusi karena memperkaya diri sendiri dan merugikan negara dengan nominal yang cukup besar. Akibat perbuatan tersebut, awalnya Hari Sabarno dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Namun, MA mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum sehingga hukumannya diubah menjadi 5 tahun penjara dan denda sebesar 200 juta. Mengingat nominal korupsi yang cukup besar oleh Hari Sabarno, rasanya tidak sebanding jika dibandingkan dengan denda yang diberikan. Namun, keputusan tersebut sudah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat lagi. Menurut saya, para pelaku korupsi diberikan hukuman yang setimpal dengan apa yang ia perbuat. Pelaku korupsi tidak dipantas diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki kehidupannya jika masih berada dalam ranah pemerintahan.