Nama : Evita Listi Maharani
Npm : 2216031064
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Komunikasi
a. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisisnya secara jelas? Hal positif apa saja yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab- Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwasanya kinerja Indonesia terkait kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi masih banyak yang perlu dilakukan perubahan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2019 kualitas demokrasi semakin menurun serta kembalinya rezim otoritarian menjadi ancaman nyata ketika mengamati ruang-ruang terkait kebebasan sipil yang semakin ditutup. Banyaknya kasus-kasus pelanggaran HAM belum dapat teratasi sepenuhnya pada tahun 2019, hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti tidak adanya proses keadilan atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama yang sewenang-wenang, diskriminasi gender, hingga kegagalan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberikan keadilan bagi korban-korban pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Hal positif yang didapat dari artikel tersebut adalah adanya peluang bahwa pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia masih dapat diusahakan untuk mendapatkan keadilan. Indonesia masih berkomitmen untuk memberantas kasus pelanggaran HAM yang mulanya belum berjalan dengan baik, sehingga hal ini akan mendorong semangat masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di lingkungan sekitar supaya keadilan dapat segera diberikan oleh para korban dan kasus pelanggaran HAM dapat diminimalisir.
b. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Jawab- Indonesia memiliki nilai-nilai yang dijadikan sebagai dasar untuk memperkuat demokrasi yang ada, di antaranya mufakat, kebersamaan, gotong-royong, serta menghormati keberagaman. Menurut pendapat saya, sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, maka prinsip keagamaan dijadikan sebagai dasar dalam penerapan nilai-nilai keseharian di dalam masyarakat. Nilai keagamaan menjunjung tinggi kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama serta memberikan ruang kepada masyarakat umum untuk melakukan kebebasan dalam memilih agama dan kepercayaan masing-masing. Hak Asasi Manusia terutama dalam hal kebebasan beragama merupakan hal penting dalam membangun demokrasi yang kuat bagi negara Indonesia. Untuk mendorong penegakan Hak Asasi Manusia dan keadilan yang diperoleh oleh setiap masyarakat, maka diperlukan kerja sama untuk menjunjung tinggi nilai kepedulian dan toleransi, serta menghindari diskriminasi terhadap suatu golongan dan tidak melakukan pembatasan terhadap kaum-kaum tertentu yang memberikan imbas terhadap ketidakadilan yang didapatkan.
c. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini, apakah sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 serta menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia?
Jawab- Menurut pendapat saya, praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, hal ini dikarenakan belum adanya keseimbangan antara demokrasi dengan HAM yang ada di Indonesia. Hingga saat ini masih terdapat banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang belum dapat diatasi, misalnya sikap toleran terhadap kekerasan, pembatasan kebebasan sipil, serta pembatasan kebebasan bermedia, sehingga hal ini dapat mengganggu terhadap jalannya pelaksanaan demokrasi karena bertentangan dengan keadilan dan Hak Asasi Manusia. Demokrasi dan Hak Asasi Manusia merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, sehingga keduanya perlu dijaga demi masa depan bangsa. Apabila salah satunya mengalami kegagalan, maka akan berpengaruh terhadap jalannya demokrasi di Indonesia yang akan memberikan pengaruh langsung terhadap keadilan bagi hak asasi masyarakat Indonesia, karena demokrasi umumnya dirancang untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, salah satunya terkait kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia.
d. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab- Sebagai kelompok parlemen, mereka memiliki hal untuk menjadi wakil rakyat dalam hal penyampaian aspirasi. Sehingga tak jarang kepentingan kelompok pribadi sulit didengarkan, akibatnya anggota parlemen menyalahgunakan kekuasaannya dengan mengatasnamakan kepentingan masyarakat umum untuk mencapai apa yang mereka inginkan, sehingga dengan hal ini tujuan-tujuan tersebut akan dipertimbangkan lebih lanjut dan kepentingan kelompok pribadi mereka dapat terpenuhi dengan cara yang instan, sehingga tak jarang banyak kepentingan-kepentingan masyarakat yang sesungguhnya tidak terpenuhi oleh anggota parlemen, karena penyalahgunaan kekuasaan tersebut.
e. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab- Konsep Hak Asasi Manusia mencakup banyak hal, meliputi kebebasan berekspresi, kebebasan dalam memeluk suatu agama, kesetaraan, serta perlindungan kemanusiaan. Adapun, pihak-pihak yang memanfaatkan kekuasaan kharismatik untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat dapat dikatakan sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip fundamental dengan melanggar hak-hak individu. Di era sekarang ini, masih banyak rakyat yang kurang memahami terkait pemahaman agama secara mendalam, sehingga kerapkali masyarakat langsung mempercayai ketika tokoh agama atau tradisi memancing mereka secara emosional. Kurangnya pemahaman terhadap negara juga kerapkali dimanfaatkan oleh tokoh politik guna mencapai tujuan yang mereka inginkan. Pada era demokrasi sekarang ini, diperlukan penguatan terhadap lembaga-lembaga yang tergabung dalam demokrasi dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi publik yang dilakukan secara sehat. Melalui pemahaman, maka keadilan terkait Hak Asasi Manusia dapat terjamin dengan baik, sehingga masyarakat dapat menjadi kontrol terhadap para penguasa yang kerapkali memanfaatkan kekuasaan mereka yang kharismatik untuk tujuan yang tidak jelas dan terkesan merugikan hak asasi manusia serta mengesampingkan keadilan.
Npm : 2216031064
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Komunikasi
a. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisisnya secara jelas? Hal positif apa saja yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab- Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwasanya kinerja Indonesia terkait kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi masih banyak yang perlu dilakukan perubahan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2019 kualitas demokrasi semakin menurun serta kembalinya rezim otoritarian menjadi ancaman nyata ketika mengamati ruang-ruang terkait kebebasan sipil yang semakin ditutup. Banyaknya kasus-kasus pelanggaran HAM belum dapat teratasi sepenuhnya pada tahun 2019, hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti tidak adanya proses keadilan atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama yang sewenang-wenang, diskriminasi gender, hingga kegagalan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberikan keadilan bagi korban-korban pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Hal positif yang didapat dari artikel tersebut adalah adanya peluang bahwa pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia masih dapat diusahakan untuk mendapatkan keadilan. Indonesia masih berkomitmen untuk memberantas kasus pelanggaran HAM yang mulanya belum berjalan dengan baik, sehingga hal ini akan mendorong semangat masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di lingkungan sekitar supaya keadilan dapat segera diberikan oleh para korban dan kasus pelanggaran HAM dapat diminimalisir.
b. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Jawab- Indonesia memiliki nilai-nilai yang dijadikan sebagai dasar untuk memperkuat demokrasi yang ada, di antaranya mufakat, kebersamaan, gotong-royong, serta menghormati keberagaman. Menurut pendapat saya, sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, maka prinsip keagamaan dijadikan sebagai dasar dalam penerapan nilai-nilai keseharian di dalam masyarakat. Nilai keagamaan menjunjung tinggi kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama serta memberikan ruang kepada masyarakat umum untuk melakukan kebebasan dalam memilih agama dan kepercayaan masing-masing. Hak Asasi Manusia terutama dalam hal kebebasan beragama merupakan hal penting dalam membangun demokrasi yang kuat bagi negara Indonesia. Untuk mendorong penegakan Hak Asasi Manusia dan keadilan yang diperoleh oleh setiap masyarakat, maka diperlukan kerja sama untuk menjunjung tinggi nilai kepedulian dan toleransi, serta menghindari diskriminasi terhadap suatu golongan dan tidak melakukan pembatasan terhadap kaum-kaum tertentu yang memberikan imbas terhadap ketidakadilan yang didapatkan.
c. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini, apakah sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 serta menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia?
Jawab- Menurut pendapat saya, praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, hal ini dikarenakan belum adanya keseimbangan antara demokrasi dengan HAM yang ada di Indonesia. Hingga saat ini masih terdapat banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang belum dapat diatasi, misalnya sikap toleran terhadap kekerasan, pembatasan kebebasan sipil, serta pembatasan kebebasan bermedia, sehingga hal ini dapat mengganggu terhadap jalannya pelaksanaan demokrasi karena bertentangan dengan keadilan dan Hak Asasi Manusia. Demokrasi dan Hak Asasi Manusia merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, sehingga keduanya perlu dijaga demi masa depan bangsa. Apabila salah satunya mengalami kegagalan, maka akan berpengaruh terhadap jalannya demokrasi di Indonesia yang akan memberikan pengaruh langsung terhadap keadilan bagi hak asasi masyarakat Indonesia, karena demokrasi umumnya dirancang untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, salah satunya terkait kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia.
d. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab- Sebagai kelompok parlemen, mereka memiliki hal untuk menjadi wakil rakyat dalam hal penyampaian aspirasi. Sehingga tak jarang kepentingan kelompok pribadi sulit didengarkan, akibatnya anggota parlemen menyalahgunakan kekuasaannya dengan mengatasnamakan kepentingan masyarakat umum untuk mencapai apa yang mereka inginkan, sehingga dengan hal ini tujuan-tujuan tersebut akan dipertimbangkan lebih lanjut dan kepentingan kelompok pribadi mereka dapat terpenuhi dengan cara yang instan, sehingga tak jarang banyak kepentingan-kepentingan masyarakat yang sesungguhnya tidak terpenuhi oleh anggota parlemen, karena penyalahgunaan kekuasaan tersebut.
e. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab- Konsep Hak Asasi Manusia mencakup banyak hal, meliputi kebebasan berekspresi, kebebasan dalam memeluk suatu agama, kesetaraan, serta perlindungan kemanusiaan. Adapun, pihak-pihak yang memanfaatkan kekuasaan kharismatik untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat dapat dikatakan sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip fundamental dengan melanggar hak-hak individu. Di era sekarang ini, masih banyak rakyat yang kurang memahami terkait pemahaman agama secara mendalam, sehingga kerapkali masyarakat langsung mempercayai ketika tokoh agama atau tradisi memancing mereka secara emosional. Kurangnya pemahaman terhadap negara juga kerapkali dimanfaatkan oleh tokoh politik guna mencapai tujuan yang mereka inginkan. Pada era demokrasi sekarang ini, diperlukan penguatan terhadap lembaga-lembaga yang tergabung dalam demokrasi dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi publik yang dilakukan secara sehat. Melalui pemahaman, maka keadilan terkait Hak Asasi Manusia dapat terjamin dengan baik, sehingga masyarakat dapat menjadi kontrol terhadap para penguasa yang kerapkali memanfaatkan kekuasaan mereka yang kharismatik untuk tujuan yang tidak jelas dan terkesan merugikan hak asasi manusia serta mengesampingkan keadilan.