Doni Wibowo 2216031025 REG A
Judul Jurnal : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Volume : 12 Nomor 1
Halaman : 32-42
Tahun Terbit : 2018
Penulis : Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
Jenis Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif (dilakukan untuk menjelaskan tanggapan responden yang dikelompokkan dalam rentang skala) dan analisis verifikatif (untuk membuktikan hipotesis penelitian).
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK.
Teknkk pengambilan sampel : Proporsional cluster random sampling
Ringkasan penelitian : Dalam Pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar, Yaitu dasar filosofis, dasar sosiologis, dan dasar yuridis.
Secara spesifik tujuan penyelenggaraan pendidikan pancasila di perguruan tinggi adalah untuk :
• Memperkuat Pancasila sebagai dasar Falsafah negara dan ideologi bangsa.
• Memberikan pemahaman dan Penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga Negara Republik Indonesia.
• Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD NKRI Tahun 1945.
• Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia.
Sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).
Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah: sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya, sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek. Dengan kata lain sikap itu terbentuk, dipelajari, atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu obyek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas.
Tingkatan sikap, sikap memiliki beberapa tingkatan yaitu menerima (receiving), merespon (responding), menghargai (valuing), dan bertanggung jawab.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangatlah pesat, IPTEK sealu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara. Laju perkembangan IPTEK tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang.
Judul Jurnal : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Volume : 12 Nomor 1
Halaman : 32-42
Tahun Terbit : 2018
Penulis : Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
Jenis Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif (dilakukan untuk menjelaskan tanggapan responden yang dikelompokkan dalam rentang skala) dan analisis verifikatif (untuk membuktikan hipotesis penelitian).
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK.
Teknkk pengambilan sampel : Proporsional cluster random sampling
Ringkasan penelitian : Dalam Pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar, Yaitu dasar filosofis, dasar sosiologis, dan dasar yuridis.
Secara spesifik tujuan penyelenggaraan pendidikan pancasila di perguruan tinggi adalah untuk :
• Memperkuat Pancasila sebagai dasar Falsafah negara dan ideologi bangsa.
• Memberikan pemahaman dan Penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga Negara Republik Indonesia.
• Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD NKRI Tahun 1945.
• Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia.
Sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).
Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah: sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya, sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek. Dengan kata lain sikap itu terbentuk, dipelajari, atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu obyek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas.
Tingkatan sikap, sikap memiliki beberapa tingkatan yaitu menerima (receiving), merespon (responding), menghargai (valuing), dan bertanggung jawab.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangatlah pesat, IPTEK sealu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara. Laju perkembangan IPTEK tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang.