Kiriman dibuat oleh Qinan Qinanti Ayu Pariha

Qinanti Ayu Pariha_2216031067 (Reg A)

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab; Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu dimulai dari sila pertama, yaitu;
1. ketuhanan yang maha esa.
Dimana konsep manusia yang harus selalu menjalin hubungan kesatuan dengan Tuhan sesuai dengan agama masing-masing.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Perkembangan ilmu dan teknologi haruslah disejajarkan dengan nilai moral dan adab agar terciptanya kesejahteraan masyarakat.

3. Persatuan Indonesia
Dalam perkembangan IPTEK pula, haruslah menjunjung tinggi nilai nasionalisme serta kekeluargaan bahkan rasa solidaritas antar masyarakat.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Dengan adanya nilai dari sila ke empat ini, diharapkannya pemimpin yang bijak sana dan dengan musyawarah diharapkan dalam perkembangan ilmu dan teknologi dapat menghadirkan keterbukaan demokrasi.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Dimana seluruh masyarakat mempunyai hak keadilan bukan hanya yang bersifat formal melalui undang-undang tetapi juga nonformal yang dilebih utamakan pada habitat sosialnya.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Harapan saya bagi model pemimpin, warga negara, dan ilmuan, saya tidak menuntut banyak. Hanya saja, saya berharap semoga kedepannya mereka semua dapat menghasilkan program atau kebijakan serta karya yang dapat bermanfaat dan berdampak positif bagi seluruh penduduk Indonesia. Penerapan mereka dalam nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan masyarakat pun sangat saya harapkan hadirnya agar kedepannya tidak ada lagi keluhan-keluhan serta kerugian yang terjadi.

Qinanti Ayu Pariha_2216031067 (Reg A)

Setelah membaca artikel mengenai "Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu Dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" ini hasil analisis yang saya dapatkan. Pancasila selain memiliki peran sebagai ideologi, Pancasila juga memiliki peran dalam halnya ilmu filsafat pada implikasinya ke perkembangan ilmu dan teknologi. Sebagai filsafat ilmu Pancasila berperan sebagai landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan. Pada hakikatnya, Pancasila sebagai falsafat ilmu ini adalah suatu sistem pengetahuan, dan dari ilmu pengetahuan itu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal, serta masyarakat dapat mengambil sikap terbuka dan kritis terhadap dampak modernisasi dan menjadi pemain aktif, mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia. 

Berikut Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK.

1. Ketuhanan yang maha Esa.

Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi perlunya menanamkan nilai- nilai spiritual, nilai Moral dan nilai etik pada setiap agama yang dianut, tidak hanya itu, perlunya juga penanaman hormat menghormati dan sikap menghargai umat berbeda agama.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu.

3. Persatuan Indonesia.

Implikasi sila ke 3 ini, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.

4. Kerakyatan yang dipimpin Oleh Hikmat kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan ialah mendasari pengembangan Iptek secara demokratis, dimana setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek, selain itu setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang terbuka akan kritik dan saran.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dan yang terakhir, implikasinya pada sila ke 5 ini berhubungan dengan pengembangan iptek yang seharusnya menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu, keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya. 

Qinanti Ayu Pariha_2216031067 (Reg A) Dari video yang telah saya simak, begini hasil analisis yang saya dapatkan. Tak terasa 75 tahun telah berlalu, peristiwa bersejarah pada tanggal 15 Agustus menjadi momentum bagi Indonesia dalam memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaan tepat 2 hari setelah dimana Bangsa Jepang menyerah pada sekutu. Sebelumnya ini, terjadi penyerangan antara Jepang dan pangkalan Amerika pada 7 Desember 1941, yang memicu bersatunya persekutuan Amerika serikat dengan Britaniaraya, Belanda, Hindia Belanda, dan sejumlah negara jajahan Inggris, serta sejumlah negara Amerika Latin yang kemudian diikuti oleh Jerman dan Italia yang bergabung untuk bersama-sama berperang melawan Jepang. Puncak peperangan ialah saat dijatuhkannya boom atom di kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, kemudian boom atom kedua kembali dijatuhkan sekutu ditempat yang berbeda yaitu, kota Nagasaki yang berselang 3 hari setelah dijatuhkannya boom atom pertama (9 Agustus 1945). Tepat pada 15 Agustus 1945, Jepang akhirnya menyerah kepada sekutu yang dimana dilampirkan dengan surat beserta penandatanganan menteri Jepang. Moment ini juga menjadi tanda berakhirnya perang dunia kedua diwilayah Pasifik. Akibat itu pula, terjadi kekosongan status diwilayah Indonesia yang saat itu menjadi wilayah jajahan Jepang. Hal itu dapat dimanfaatkan warga Indonesia untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, yang tepatnya sungguh terjadi pada 17 Agustus 1945.

Qinanti Ayu Pariha_2216031067 (Reg A)


A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?

Jawab; Saya setuju dengan berita tersebut, bahwasanya banyak orang mudah percaya atas berita bohong yang menyebar dikalangan masyarakat. Tidak memandang umur, tidak juga memandang jabatan, bahkan orang pintar sekalipun terkadang sulit membedakan berita asli dan berita bohong yang tersebar luas di media. Sebagai pengguna teknologi yang semakin lama semakin berkembang, kita haruslah pintar dalam mencari informasi yang tersebar di media. Karena efek dari menyebarnya berita hoaks ini sangat membuat banyak kerugian masyarakat, dan bisa saja membahayakan.


Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran berita bohong atau hoaks, perlunya tindakkan atau perilaku yang lebih jeli dalam membaca sebuah informasi atau berita, juga menyaring terlebih dahulu tentang informasi-informasi yang didapat, dengan tidak hanya membaca dari satu artikel kitapun harus membaca dari artikel-artikel lain yang sumbernya relevan dan terpercaya kebenarannya. Kebijakan pemerintah pun berperan dalam mengatasi hal ini, diberlakukan hukum tentang penyebaran berita hoaks akan membuat pelaku-pelaku jera.


B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?

Jawab; Banyak sekali pengaruh yang terjadi akibat pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, salah satunya mengenai budaya. Akibat perkembangan teknologi, banyaknya warga asing menyebar budaya mereka keberbagai penjuru dunia, disatu sisi bagus bahwa adanya rasa menghargai budaya orang lain tapi yang sangat disayangkan adalah banyaknya orang yang terpengaruh oleh budaya-budaya luar yang menyebabkan mereka lupa bahkan tidak tahu tentang budaya budaya lokal. Juga, dimana bisa terjadi penyalahgunaan obat-obatan diluar jangkauan dan resep dokter yang dapat membahayakan nyawa seseorang. 


Dari saya pribadi solusi dasar yang dapat diterapkan lagi-lagi mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai Pancasila ini tidak hanya semata-mata hanya sebagai ideologi bangsa. Tetapi pedoman yang wajib hukumnya untuk diterapkan dalam kehidupan. Nilai-nilai Pancasila ini memiliki pandangan yang positif dan berdampak positif pula bagi orang yang menerapkan. 


C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?

Jawab; Kunci dari semua itu dimulai dari diri sendiri, perlunya pemahaman akan diri sendiri untuk menahan diri membeli produk dari negara lain dan dialihkan dengan membeli produk dalam negeri. Juga komunikasi, komunikasi antar pribadi dapat menjadi sebuah solusi dengan diadakannya penyuluhan mengenai dampak negatif dari konsumerisme kepada penduduk lokal, dan mengubah pola hidup hemat dengan membeli produk-produk yang memang sangat penting yang diusahakan dibeli dari produk lokal.