Posts made by Qinan Qinanti Ayu Pariha

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum diskusi video

by Qinan Qinanti Ayu Pariha -
Qinanti Ayu Pariha_2216031067_Reguler A

Etika merupakan hal penting dalam menjalani hidup berbangsa dan bernegara agar nantinya bisa diwariskan oleh masyarakat dari generasi ke generasi. Dalam menjalani hidup tentunya kita perlu untuk mengatur perilaku dalam keseharian kita, yang sebagaimana diatur lewat etika Pancasila yang menjadi cabang filsafat melalui sila-sila Pancasila yang selama ini menjadi pedoman kita sebagai rakyat Indonesia.

Berikut nilai-nilai dari sila Pancasila.
• Melalui sila pertama, yaitu ketuhanan yang maha Esa yang mengandung nilai spiritualitas, kita belajar bahwa perlunya mendekatkan diri kepada sang pencipta.
• Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab yang memiliki nilai atau dimensi humanus, yang mengajarkan kita untuk senantiasa berperilaku manusiawi dalam bergaul antar sesama.
• Sila ketiga mengenai persatuan Indonesia yang mengandung nilai solidaritas, kebersamaan dan cinta tanah air. Mengajarkan kita untuk hidup diatas rasa solidaritas dalam kebersamaan bertetangga dan selalu cinta tanah air.
• Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan yang mengandung nilai menghargai dan juga nilai dimana kita dapat mendengarkan pendapat orang lain.
• Dalam sila terakhir yakni sila kelima dimana mengandung nilai yang mengajarkan kita untuk peduli tentang nasib orang lain, dan kesediaan untuk membantu orang lain.

Dalam etika Pancasila ini terdapat urgensi Pancasila yang berisi;
1. Menempatkan sila-sila Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi untuk menentukan sikap, tindakan, dan keputusan.
2. Adanya pedoman agar masyarakat Indonesia memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan.
3. Menjadi dasar analisis dalam berbagai kebijakan agar jiwa berpancasila terus manjadi semangat kebangsaan.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Qinan Qinanti Ayu Pariha -
Qinanti Ayu Pariha_2216031067_Reguler A

1. Menurut pendapat saya sistem etika politik saat ini sangat jauh dari nilai-nilai Pancasila, yang dimana seharusnya sistem etika politik dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki nilai kejujuran, etos kerja yang tinggi, sadar dan peduli akan nasib orang lain, solidaritas dan lain sebagainya malah dipenuhi oleh orang-orang yang seakan buta atas pedoman bangsa itu. Masih banyak sekali oknum-oknum yang kerapkali menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau bahkan hanya menguntungkan satu pihak lain yang mengandalkan kekuasaannya atau kekayaannya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan mudah dan instan. Hal ini berimbas kepada masyarakat kecil atau orang-orang yang jujur dalam bekerja dan juga orang yang benar-benar memerlukan tindak hukum dalam kebutuhannya. Tidak hanya itu, bahkan dalam kinerjanya masih terdapat oknum-oknum yang melakukan korupsi karena gelap mata akan uang. Hal-hal seperti ini sering kali terjadi pada pelayanan publik dimana kinerja dari pelayanan publik tersebut seringkali dipersulit, seenaknya, dan sangat berbelit-belit yang menyusahkan banyak pihak. Semua itu sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila, terutama pada sila ke 5 yang berbunyi "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

2. Sebenarnya tidak semua generasi muda dilingkungan saya dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam beretika. Sebagian besar dari mereka telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam hidup bermasyarakat, khususnya dalam nilai kemanusiaan dan kerakyatan, dimana mereka masih sering saling membantu, peduli akan sesama dan masih suka bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Tapi tak semua, masih ada saja anak-anak yang kerap kali bertindak semaunya tanpa memikirkan hak orang lain, sedikit yang mempunyai sopan santun dalam bermasyarakat. Entah itu kepada orang tua atau bahkan kepada sesama remaja. Terkadang sangat miris melihat mereka yang minus akan beretika. Adanya peran orang tua yang tegas dapat mengurangi tindakan tak sopan kepada generasi muda, serta adanya sosialisasi atau bentuk pendidikan berkarakter juga dapat meminimalisir generasi yang kurang beretika dan sulit menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dan karena biasanya hal seperti ini difaktori juga oleh penyalahartikan lingkungan yang semakin modern dan pergaulan alangkah baiknya jika orang tua dapat membatasi para generasi muda dalam bergaul dan mengurangi penggunaan gadget yang berlebihan.
Qinanti Ayu Pariha_2216031067_Reguler A

Menurut Sunoto Pancasila sendiri memiliki hakekat atas hakekat ketuhanan, hakekat manusia, hakekat satu, hakekat rakyat dan hakekat keadilan yang semua itu merupakan inti sila Pancasila yang menjadi norma yang nantinya menjadi tolok ukur bagi seluruh penilaian terhadap segala kegiatan kenegaraan, kemasyarakatan, dan perorangan di Indonesia sebagai pula Pancasila merupakan filsafat hidup bangsa. Pancasila terbagi atas 3 kategori nilai yang dijelaskan oleh Notonagoro, yakni nilai materiil, nilai vital dan nilai kerohanian.

Menurut pendapat Hoefnagels media massa berfungsi untuk mempengaruhi pandangan-pandangan masyarakat tentang penyimpanan dalam hukum dan pemidanaan. Namun kerjasama antara media massa dan lembaga penegak hukum hanya sebatas antara media pencari berita dan narasumbernya saja, hal ini dapat menimbulkan sebuah permasalahan nantinya dimana dalam konteks kontrol sosial tidak ada integrasi antara pemerintah dan masyarakat.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa melalui penerapan fungsi kontrol sosial khususnya di Indonesia belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak seringkali tidak sesuai fakta bahkan disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dan respon masyarakat sendiripun gampang sekali percaya tanpa menelusuri terlebih dahulu berita dan sumber berita yang terlah beredar. Seharusnya sebagai insan yang berakal, cipta, rasa, dan karsa, petunjuk sudah diturunkan oleh Allah dalam Al Hujurat ayat 6 bahwa berita yang datang
kedepan kita harus diteliti kembali sebelum dipercaya. Hal demikian telah melanggar nilai-nilai Pancasila khususnya mengenai nilai materiil, nilai kerohanian, dan nilai vital yang berujung pada pelanggaran hak manusia lainnya. Adanya media massa di Indonesia belum dapat membuat masyarakat Indonesia mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, media massa hanya memberi kepuasan informasi dalam keinginantahuan masyarakat saja mengenai berita hukum yang disajikan.
Qinanti Ayu Pariha_2216031067_Reguler A

Politik hukum memiliki kebijakan dasar dalam memuat arah Kana hukum akan dibawa, begitu pula politik hukum yang dibuat oleh penguasa atau pihak-pihak yang memiliki wewenang dalam membuat peraturan hukum, serta pembuatan hukum ini dilakukan dengan memilih nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat yang nantinya akan disepakati bersama dan kemudian dituangkan dalam norma, hukum memiliki ciri dimana bersifat constituendum yang memuat hukum ideal atau hukum yang akan diberlakukan. Melalui tulisan ini, penulis menyimpulkan bahwa politik hukum merupakan sikap untuk memilih apa-apa yang berkembang dimasyarakat, kemudian dipilih sesuai dengan prioritas dan diselaraskan dengan konstitusi kita (UUD 1945) dan kemudian dituangkan dalam produk hukum.

Proses atau mekanisme penyusunan peraturan perundang-undangan telah jauh diatur sebelum gagasan BPHN dan untuk pertama kalinya diatur melalui Instruksi Presiden No. 15 tahun 1970 yang kemudian dirubah melalui Keppres No.188 tahun 1998 tentang Tata Cara Mempersiapkan Rancangan Undang-Undang yang dilengkapi dengan Keppres No.
44 tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan
Perundang-undangan dalam bentuk RUU, RPP,
dan Keppres

Lalu bagaimana hubungan antara etika dan hukum, apakah ada? Jelas etika dan hukum memiliki hubungan antara satu sama lain, hal ini dapat dilihat dari 3 dimensi yang memiliki perhatian khusus terhadap etnik yang diringkas menurut para ahli penulis. Dimensi itu antara lain dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya, serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya. Menurut Jimly Asshiddiqie, hubungan antara hukum dan etika itu ibaratkan memberi catatan agama sebagai ruh/jiwa yang digambarkan seperti nasi bungkus. Dimana bungkus nasi tersebut ibarat hukum dan nasi beserta lauknya ini diibaratkan etika berperilaku, dan unsur-unsur lain yang terkandung merupakan agama dari asal-usul keduanya (etika dan hukum). Jika etika diibaratkan sebagai samudera maka
kapalnya adalah hukum sebagaimana ditegaskan Ketua Mahkamah Agung Earl Warren. Hal ini berhubungan dalam mengatur pelanggaran hukum dan etnik.

Dalam pandangan Paulus Harsono dalam perilaku manusia dan bagaimana manusia mempertimbangkan untuk mematuhi peraturan dan kewajiban seperti halnya dimensi ketiga. Etika berfungsi sebagai pagar preventif atas perilaku baik dan buruk sebelum menjangkau ketentuan benar dan salah, artinya sistem etika ini menjadi sebuah koreksi atas perilaku menyimpang manusia yang sebisa mungkin tidak masuk kedalam mekanisme hukum untuk menyelesaikan atau mengatasi perilaku manusia yang menyimpang.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

by Qinan Qinanti Ayu Pariha -
Qinanti Ayu Pariha_2216031067_Reguler A

Etika merupakan hal penting dalam menjalani hidup berbangsa dan bernegara agar nantinya bisa diwariskan oleh masyarakat dari generasi ke generasi. Dalam menjalani hidup tentunya kita perlu untuk mengatur perilaku dalam keseharian kita, yang sebagaimana diatur lewat etika Pancasila yang menjadi cabang filsafat melalui sila-sila Pancasila yang selama ini menjadi pedoman kita sebagai rakyat Indonesia.

Berikut nilai-nilai dari sila Pancasila.
• Melalui sila pertama, yaitu ketuhanan yang maha Esa yang mengandung nilai spiritualitas, kita belajar bahwa perlunya mendekatkan diri kepada sang pencipta.
• Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab yang memiliki nilai atau dimensi humanus, yang mengajarkan kita untuk senantiasa berperilaku manusiawi dalam bergaul antar sesama.
• Sila ketiga mengenai persatuan Indonesia yang mengandung nilai solidaritas, kebersamaan dan cinta tanah air. Mengajarkan kita untuk hidup diatas rasa solidaritas dalam kebersamaan bertetangga dan selalu cinta tanah air.
• Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan yang mengandung nilai menghargai dan juga nilai dimana kita dapat mendengarkan pendapat orang lain.
• Dalam sila terakhir yakni sila kelima dimana mengandung nilai yang mengajarkan kita untuk peduli tentang nasib orang lain, dan kesediaan untuk membantu orang lain.

Dalam etika Pancasila ini terdapat urgensi Pancasila yang berisi;
1. Menempatkan sila-sila Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi untuk menentukan sikap, tindakan, dan keputusan.
2. Adanya pedoman agar masyarakat Indonesia memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan.
3. Menjadi dasar analisis dalam berbagai kebijakan agar jiwa berpancasila terus manjadi semangat kebangsaan.