Qinanti Ayu Pariha_2216031067 (Reguler A)
Setelah melihat sekilas berita tentang "Limbah Pabrik Cemari Lingkungan" begini hasil analisis yang saya dapat. Aksi unjuk rasa terjadi di Pekalongan, provinsi Jawa Tengah yang diikuti oleh ratusan warga. Diketahui aksi ini disebabkan oleh warga Pekalongan yang merasa tidak nyaman akan adanya limbah pabrik yang secara sengaja dibuang langsung ke sungai, dimana ini menimbulkan bau busuk serta pencemaran air sungai. Aksi ini dilakukan warga dengan menutup saluran pembuangan limbah dari 6 pabrik produksi pembuatan pakaian, dan meminta bantuan aparat desa untuk segera menutup ke 6 pabrik pembuat pakaian tersebut yang diduga tidak memiliki alat pengolahan limbah. Warga pun mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa bila pemerintah tidak segera menutup pabrik pembuatan pakaian tersebut. Hal ini diperkuat oleh salah satu aparat desa melalui wawancara langsung, dimana beliau mengatakan bahwa "memang ini permintaan dari warga, itu kesepakatan bahwa pengusaha tersebut itu biar mengalirkan limbahnya tidak di sungai, karena itu memang suatu permintaan bukan kita menutup pengusahanya tapi kita menutup saluran air limbah yang ke sungai."
Menurut hasil dari wawancara pun, dijelaskan bahwa kejadian dialirkannya limbah pabrik ke sungai sudah terjadi cukup lama, kurang lebihnya selama 25 tahun. Endah sang pemilik pabrik yang didatangi ratusan wargapun hanya bisa pasrah dan menerima saluran pembuangan limbahnya ditutup oleh warga, ia pun mengaku bahwa ia sama sekali tidak mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya dan berniat akan melakukan penyaringan pada limbah pabrik miliknya saat ia sudah mengetahui caranya.
Ini menjadi salah satu contoh bagaimana pentingnya Pancasila dalam menerapkan perkembangan teknologi di kehidupan nyata. Dimana sang pemilik pabrik hanya berfokus pada dirinya dan tidak peduli pada kehidupan warga sekitar yang mungkin saja bertahan hidup dari air sungai tersebut. Adanya nilai kemanusiaan yang adil dan beradab bukan hanya semata-mata nilai yang menjadi pedoman saja, tetapi pedoman itu harus bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.
Setelah melihat sekilas berita tentang "Limbah Pabrik Cemari Lingkungan" begini hasil analisis yang saya dapat. Aksi unjuk rasa terjadi di Pekalongan, provinsi Jawa Tengah yang diikuti oleh ratusan warga. Diketahui aksi ini disebabkan oleh warga Pekalongan yang merasa tidak nyaman akan adanya limbah pabrik yang secara sengaja dibuang langsung ke sungai, dimana ini menimbulkan bau busuk serta pencemaran air sungai. Aksi ini dilakukan warga dengan menutup saluran pembuangan limbah dari 6 pabrik produksi pembuatan pakaian, dan meminta bantuan aparat desa untuk segera menutup ke 6 pabrik pembuat pakaian tersebut yang diduga tidak memiliki alat pengolahan limbah. Warga pun mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa bila pemerintah tidak segera menutup pabrik pembuatan pakaian tersebut. Hal ini diperkuat oleh salah satu aparat desa melalui wawancara langsung, dimana beliau mengatakan bahwa "memang ini permintaan dari warga, itu kesepakatan bahwa pengusaha tersebut itu biar mengalirkan limbahnya tidak di sungai, karena itu memang suatu permintaan bukan kita menutup pengusahanya tapi kita menutup saluran air limbah yang ke sungai."
Menurut hasil dari wawancara pun, dijelaskan bahwa kejadian dialirkannya limbah pabrik ke sungai sudah terjadi cukup lama, kurang lebihnya selama 25 tahun. Endah sang pemilik pabrik yang didatangi ratusan wargapun hanya bisa pasrah dan menerima saluran pembuangan limbahnya ditutup oleh warga, ia pun mengaku bahwa ia sama sekali tidak mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya dan berniat akan melakukan penyaringan pada limbah pabrik miliknya saat ia sudah mengetahui caranya.
Ini menjadi salah satu contoh bagaimana pentingnya Pancasila dalam menerapkan perkembangan teknologi di kehidupan nyata. Dimana sang pemilik pabrik hanya berfokus pada dirinya dan tidak peduli pada kehidupan warga sekitar yang mungkin saja bertahan hidup dari air sungai tersebut. Adanya nilai kemanusiaan yang adil dan beradab bukan hanya semata-mata nilai yang menjadi pedoman saja, tetapi pedoman itu harus bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.