Nama : Salvia Juliandra Putri
NPM : 2216031033
Kelas : Reguler A
IDENTITAS NASIONAL
Identitas nasional atau national identity berasal dari dua kata, yaitu identitas dan nasional. Secara harfiah identitas diartikan sebagai ciri, tanda, atau jari diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Sedangkan kata nasional diartikan sebagai identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan, baik fisik maupun budaya, agama, dan bahasa.
Secara terminologis, identitas nasional berarti suatu ciri yang dimiliki suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Adapun beberapa unsur pembentuk identitas negara itu sendiri, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa.
Dari unsur identitas nasional di atas, dirumuskan pembagiannya menjadi 3, yaitu :
1. Identitas fundamental : Pancasila
2. Identitas instrumental : UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
3. Identitas alamiah : negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, dan kepercayaan.
Dalam pembentukan identitas nasional, ada dua faktor, yaitu :
1. Faktor objektif : mencakup faktor letak geografis, ekologis, dan demografis Indonesia.
2. Faktor subjektif : mencakup faktor historis, sosial, dan politik Indonesia.
Menurut Robert De Ventos, munculnya identitas nasional dihasilkan dari 4 faktor penting, yaitu :
1. Faktor primer : mencakup entitas, teritorial, bahasa, agama, dsb.
2. Faktor pendorong : mencakup pendorong, yaitu komunikasi dan teknologi.
3. Faktor penarik : mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika resmi, pertumbuhan birokrasi, dan pemanfaatan sistem pendidikan nasional.
4. Faktor reaktif : mencakup penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif lewat memori kolektif masyarakat.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi identitas nasional, yaitu :
1. Primordial : ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa.
2. Sakral : bidang keagamaan dan keyakinan.
3. Tokoh : contohnya para pahlawan.
4. Sejarah : perasaan senasib dan seperjuangan.
5. Bhineka Tunggal Ika : bersatu dalam perbedaan.
Berikut beberapa tujuan dan fungsi identitas nasional, yaitu :
1. Alat pemersatu bangsa
2. Alat pembeda dengan bangsa lain
3. Landasan negara
4. Identitas negara tersebut
5. Nilai potensi bangsa
Identitas nasional pun memiliki beberapa peran, yaitu :
1. Bahan atau objek dalam integrasi nasional
2. Pengontrol sumber daya ekonomi
3. Penanda ikatan solidaritas
4. Definisi teritorial
NPM : 2216031033
Kelas : Reguler A
IDENTITAS NASIONAL
Identitas nasional atau national identity berasal dari dua kata, yaitu identitas dan nasional. Secara harfiah identitas diartikan sebagai ciri, tanda, atau jari diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Sedangkan kata nasional diartikan sebagai identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan, baik fisik maupun budaya, agama, dan bahasa.
Secara terminologis, identitas nasional berarti suatu ciri yang dimiliki suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Adapun beberapa unsur pembentuk identitas negara itu sendiri, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa.
Dari unsur identitas nasional di atas, dirumuskan pembagiannya menjadi 3, yaitu :
1. Identitas fundamental : Pancasila
2. Identitas instrumental : UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
3. Identitas alamiah : negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, dan kepercayaan.
Dalam pembentukan identitas nasional, ada dua faktor, yaitu :
1. Faktor objektif : mencakup faktor letak geografis, ekologis, dan demografis Indonesia.
2. Faktor subjektif : mencakup faktor historis, sosial, dan politik Indonesia.
Menurut Robert De Ventos, munculnya identitas nasional dihasilkan dari 4 faktor penting, yaitu :
1. Faktor primer : mencakup entitas, teritorial, bahasa, agama, dsb.
2. Faktor pendorong : mencakup pendorong, yaitu komunikasi dan teknologi.
3. Faktor penarik : mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika resmi, pertumbuhan birokrasi, dan pemanfaatan sistem pendidikan nasional.
4. Faktor reaktif : mencakup penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif lewat memori kolektif masyarakat.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi identitas nasional, yaitu :
1. Primordial : ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa.
2. Sakral : bidang keagamaan dan keyakinan.
3. Tokoh : contohnya para pahlawan.
4. Sejarah : perasaan senasib dan seperjuangan.
5. Bhineka Tunggal Ika : bersatu dalam perbedaan.
Berikut beberapa tujuan dan fungsi identitas nasional, yaitu :
1. Alat pemersatu bangsa
2. Alat pembeda dengan bangsa lain
3. Landasan negara
4. Identitas negara tersebut
5. Nilai potensi bangsa
Identitas nasional pun memiliki beberapa peran, yaitu :
1. Bahan atau objek dalam integrasi nasional
2. Pengontrol sumber daya ekonomi
3. Penanda ikatan solidaritas
4. Definisi teritorial