Posts made by Salvia Juliandra Putri

Nama : Salvia Juliandra Putri
NPM : 2216031033
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

A. Berdasarkan hasil analisis saya terhadap artikel tersebut, saya mendapati kinerja Indonesia dalam penegakan HAM yang masih terbilang buruk. Hal ini terbukti dengan adalnya catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM tentang beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menangani permasalahan ini, terutama mengenai pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik SDA. Lembaga Bantuan Hukum
atau LBH Jakarta juga menyebut bahwa proses demokrasi pada tahun 2019 juga terlihat semakin mundur dan bersifat otoritarian yang akan mengancam publik dalam memberikan aspirasi. Hal positif yang saya dapat dari artikel tersebut adalah tentang adanya perkembangan yang baik pada tahun 2019, yang mana hal tersebut dapat menjadi harapan dalam implementasi penegakan HAM di Indonesia. Selain itu, Amnesty International juga menyatakan bahwa Indonesia akan terus melakukan upaya reformasi agar dapat terus menciptakan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, sekaligus melakukan reformasi sektor keamanan publik, meratifikasi konvensi, dan perjanjian HAM.

B. Di Indonesia sendiri, demokrasi memang diambil dari nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia. Demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang dirancang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, maka Pancasila yang berlaku di Indonesia memiliki sifat kolektif yang telah menyatu atau membaur dalam pergaulan hidup rakyat Indonesia, sehingga tidak bisa dihilangkan sampai kapan pun. Saat menjalankan sebuah negara yang demokrasi, maka perlu sesuai dengan jati diri atau budaya bangsa Indonesia. Prinsip demokrasi Indonesia yang menjunjung tinggi ketuhanan sesuai dengan sila pertama Pancasila. Kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan dan kebenaran akan Ideologi Pancasila mengandung unsur kemampuan untuk menjaga, mengumpulkan aspirasi atau gagasan serta memelihara persatuan dan kesatuan nasional, sekaligus menangkal penetrasi ideologi asing dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Untuk menca[pai sistem pemerintahan yang baik dan lancar, demokrasi tersebut harus sesuai dan tidak bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber hukum di negara Indonesia. Demokrasi di Indonesia, yang dijalankan berdasarkan nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia, adalah sebuah fenomena yang menarik dan unik. Budaya Indonesia kaya dengan keragaman etnis, agama, dan tradisi, dan demokrasi Indonesia mencoba memadukan semua elemen ini dalam kerangka demokrasi yang inklusif. Salah satu prinsip fundamental dalam demokrasi Indonesia adalah "berke-Tuhanan yang Maha Esa," yang tercermin dalam Pancasila, dasar negara Indonesia. Prinsip ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mengakui dan menghormati keragaman agama dan keyakinan di dalam masyarakatnya, sambil menegaskan adanya Tuhan sebagai kekuatan yang mengatur dan mengarahkan kehidupan manusia. Penting untuk dicatat bahwa prinsip ini bukan berarti negara Indonesia mengadopsi agama tertentu atau memaksakan kepercayaan tertentu kepada warganya. Sebaliknya, prinsip ini bertujuan untuk menciptakan kerangka demokrasi yang inklusif dan memperlakukan semua warga negara secara adil dan setara tanpa memandang latar belakang agama mereka. Demokrasi Indonesia juga mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai adat istiadat masyarakat Indonesia. Di berbagai daerah di Indonesia, terdapat tradisi musyawarah dan gotong royong yang mendalam. Ini berarti bahwa keputusan yang signifikan diambil melalui konsensus dan dialog antara pihak-pihak yang terlibat, dan masyarakat saling membantu dalam mencapai tujuan bersama. Namun, seperti dalam semua sistem demokrasi, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi ini. Masih ada isu-isu terkait kebebasan berekspresi, ketidaksetaraan, dan korupsi yang perlu terus diperbaiki agar demokrasi Indonesia dapat berkembang secara optimal. Secara keseluruhan, prinsip "berke-Tuhanan yang Maha Esa" dalam demokrasi Indonesia adalah suatu pendekatan yang mencoba menghormati keragaman agama dan budaya di Indonesia, sambil mempromosikan persatuan dan kesatuan dalam menjalankan sistem demokrasi.

C. Praktik demokrasi di Indonesia saat ini mencerminkan tantangan dan perjuangan yang terus berlanjut dalam mewujudkan idealisme Pancasila dan UUD NRI 1945, serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Meskipun ada kemajuan yang signifikan, masih ada beberapa isu yang perlu diperhatikan. Dalam hal kebebasan berekspresi, Indonesia telah membuat kemajuan dengan meningkatnya akses informasi dan kebebasan media. Namun, terdapat pembatasan-pembatasan tertentu, seperti penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang mengakibatkan adanya kasus penyalahgunaan hukum untuk membungkam kritik terhadap pemerintah. Selain itu, terdapat juga beberapa kasus penangkapan terhadap aktivis, jurnalis, dan pembela hak asasi manusia yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kebebasan berekspresi di negara ini. Dalam hal perlindungan hak asasi manusia, Indonesia telah membuat kemajuan melalui pendirian Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) dan penciptaan berbagai peraturan untuk melindungi hak-hak individu. Namun, masih terdapat tantangan dalam mengimplementasikan perlindungan hak asasi manusia secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia. Isu-isu seperti pelanggaran hak minoritas, perlakuan yang tidak adil terhadap kelompok rentan, dan kasus-kasus kekerasan terhadap aktivis masih menjadi perhatian.

D. Sebagai sebuah kebijakan umum, perwakilan rakyat yang mengabaikan kepentingan nyata masyarakat dan melaksanakan agenda politik pribadi atau kelompok merupakan perilaku yang tidak dapat diterima dalam demokrasi yang sehat. Sikap saya terhadap kondisi semacam itu adalah sebagai berikut:
- Kekecewaan: Saya merasa kecewa dan prihatin ketika anggota parlemen tidak memprioritaskan kepentingan masyarakat yang mereka wakili. Anggota parlemen seharusnya bertanggung jawab kepada rakyat dan memperjuangkan kepentingan mereka, bukan kepentingan pribadi atau kelompok politik tertentu.
- Pelanggaran Etika: Sikap anggota parlemen yang melanggar kepercayaan publik dan menggunakan posisinya untuk keuntungan pribadi atau kelompok merupakan pelanggaran etika yang serius. Mereka seharusnya bertanggung jawab kepada konstituennya dan menjalankan tugas mereka dengan integritas dan transparansi.
- Akuntabilitas: Saya mendukung pentingnya menerapkan sistem akuntabilitas yang kuat untuk menghindari perilaku semacam itu. Anggota parlemen harus terbuka terhadap pertanggungjawaban terhadap rakyat dan harus ada mekanisme yang efektif untuk mengawasi dan menghukum pelanggaran etika.

E. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dan memanfaatkannya untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat, bahkan dengan mengorbankan nyawa manusia, merupakan situasi yang sangat mengkhawatirkan dalam konteks hak asasi manusia dan demokrasi dewasa saat ini. Berikut adalah pendapat saya tentang hal tersebut:
- Manipulasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan: Penggunaan kekuasaan kharismatik untuk memanipulasi dan mengendalikan rakyat dengan memanfaatkan tradisi atau agama dapat menyebabkan penyalahgunaan kekuasaan yang serius. Pihak-pihak ini cenderung mengorbankan hak asasi manusia dan membatasi kebebasan individu untuk mencapai tujuan mereka yang mungkin tidak jelas atau bahkan bertentangan dengan kepentingan umum.
- Pelanggaran Hak Asasi Manusia: Praktik semacam itu sering kali melibatkan pelanggaran hak asasi manusia, seperti kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, hak hidup, dan hak-hak lainnya. Tindakan yang menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan tertentu dapat mengabaikan nilai-nilai demokrasi yang seharusnya melindungi hak-hak individu.
- Ketergantungan pada Individu: Kebergantungan yang terlalu besar pada tokoh kharismatik bisa mempengaruhi proses demokratisasi yang sehat. Bila kekuasaan terkonsentrasi pada satu individu, itu bisa mengancam kemandirian institusi-institusi demokrasi, seperti parlemen, sistem peradilan, dan lembaga pengawas. Hal ini dapat merusak keseimbangan kekuasaan yang penting dalam demokrasi yang sehat.
- Perlindungan Hak Asasi Manusia: Konsep hak asasi manusia dalam era demokrasi dewasa saat ini memegang peranan penting untuk melindungi hak-hak individu dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Hak asasi manusia adalah prinsip universal yang mengakui nilai-nilai fundamental setiap individu, independen dari agama, tradisi, atau kekuasaan kharismatik. Dalam demokrasi yang dewasa, perlindungan hak asasi manusia harus diutamakan dan diintegrasikan ke dalam prinsip-prinsip dan praktik pemerintahan yang berkeadilan.
Nama : Salvia Juliandra Putri
NPM : 2216031033
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

1. Dari artikel yang berjudul "Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya," ada beberapa hal positif yang dapat diambil, yaitu :
1. Upaya penyelesaian konflik yang menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia dan Timor Leste telah melakukan upaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di perbatasan kedua negara. Hal ini menunjukkan bahwa kedua negara memahami pentingnya menjaga perdamaian dan kerja sama untuk kesejahteraan masyarakat.
2. Keterlibatan masyarakatnya yang menyoroti keterlibatan masyarakat dalam upaya penyelesaian konflik. Dalam beberapa kasus, masyarakat lokal juga terlibat dalam dialog dan mediasi antara kelompok yang bertikai. Hal ini menunjukkan pentingnya melibatkan masyarakat dalam penyelesaian konflik, karena mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang terjadi.
3. Peran media yang juga menyoroti peran media dalam memberikan informasi dan melaporkan perkembangan terbaru dari konflik di perbatasan. Hal ini menunjukkan bahwa media dapat membantu membangun kesadaran publik tentang konflik dan pentingnya menjaga perdamaian.
4. Potensi kerja sama yang menunjukkan bahwa konflik di perbatasan dapat memicu kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste. Contohnya, upaya untuk meningkatkan keamanan di perbatasan dan memperbaiki infrastruktur untuk memfasilitasi perdagangan antara kedua negara. Hal ini menunjukkan bahwa konflik dapat menjadi peluang untuk membangun kerja sama dan memperkuat hubungan antara kedua negara.

2. Wawasan Nusantara merupakan salah satu konsep kenegaraan yang berbuah dari ide para pahlawan Indonesia sejak awal kemerdekaan. Adanya konsep ini dapat membuat satu kesatuan sebagai negara kepulauan yang luas untuk memperkuat kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, serta untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka wilayah dan bangsa Indonesia kemungkinan akan mengalami berbagai tantangan dan masalah yang sulit diatasi. Beberapa hal yang dapat terjadi antara lain :
1. Permasalahan teritorial. Tanpa konsepsi wawasan nusantara, Indonesia mungkin menghadapi masalah teritorial dan klaim wilayah dari negara lain. Hal ini bisa terjadi karena Indonesia tidak memiliki pandangan yang jelas tentang batas wilayah dan kedaulatan negara.
2. Ketidakseimbangan pembangunan. Tanpa konsepsi wawasan nusantara, pembangunan di seluruh wilayah Indonesia mungkin tidak seimbang. Beberapa wilayah mungkin akan lebih berkembang daripada wilayah lainnya, sehingga akan menimbulkan ketimpangan sosial dan ekonomi yang besar.
3. Tidak terjaganya kesatuan nasional. Konsepsi wawasan nusantara membantu menjaga kesatuan dan keutuhan negara Indonesia, meskipun terdiri dari ribuan pulau dan beragam suku bangsa. Tanpa konsepsi tersebut, kesatuan nasional Indonesia mungkin terancam karena perbedaan budaya, bahasa, dan kepentingan.
4. Terbatasnya hubungan dengan negara lain. Konsepsi wawasan nusantara membantu Indonesia untuk menjalin hubungan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Tanpa konsepsi tersebut, Indonesia mungkin tidak memiliki hubungan yang kuat dengan negara-negara tetangga, sehingga terisolasi dan sulit untuk berpartisipasi dalam kerjasama regional dan global.

3. Konsepsi wawasan nusantara dapat berperan penting dalam mencegah timbulnya konflik di perbatasan seperti yang terjadi dalam artikel di atas. Beberapa cara di mana konsepsi wawasan nusantara dapat membantu mencegah konflik antara Indonesia dan negara tetangga, antara lain :
1. Meningkatkan dialog dan kerja sama regional. Konsepsi wawasan nusantara menekankan pentingnya kerja sama regional untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan. Melalui dialog dan kerja sama regional, Indonesia dapat memperkuat hubungan dengan negara tetangga dan mencapai kesepakatan bersama tentang batas wilayah, sumber daya alam, dan perdagangan. Hal ini dapat membantu mencegah konflik yang muncul akibat klaim wilayah dan sumber daya alam.
2. Membangun infrastruktur di perbatasan. Konsepsi wawasan nusantara juga menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang memfasilitasi perdagangan dan pertukaran budaya di seluruh wilayah Indonesia. Dengan membangun infrastruktur di perbatasan, Indonesia dapat memperkuat hubungan dengan negara tetangga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Hal ini dapat mengurangi ketegangan yang muncul akibat persaingan ekonomi dan sosial di wilayah perbatasan.
3. Meningkatkan kesadaran nasional. Konsepsi wawasan nusantara juga menekankan pentingnya membangun kesadaran nasional dan persatuan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan meningkatkan kesadaran nasional, Indonesia dapat mencegah konflik yang muncul akibat perbedaan budaya, bahasa, dan kepentingan di wilayah perbatasan. Hal ini dapat memperkuat kesatuan dan keutuhan negara Indonesia.
Nama : Salvia Juliandra Putri
NPM : 2216031033
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

Berdasarkan hasil analisis saya terhadap video yang berjudul Geopolitik Indonesia, video tersebut banyak membahas mengenai hakikat konsep geopolitik. Video tersebut juga menjabarkan pengertian dari geopolitik itu sendiri, yaitu ilmu penyelenggaeaan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa.

Adapun beberapa teori geopolitik, yaitu :
1. Teori Geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen
3. Teori Geopolitik Karl Haushofer
4. Teori Geopolitik Hallord Mackinder
5. Teori Geopolitik Alfred Thayer Mahan
6. Teori Geopolitik Guilio Douhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller

Bangsa Indonesia sendiri memiliki teori geopolitiknya, yaitu menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia.

Teori geopolitik di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945. Prinsipnya tidak mementingkan dalam hal wilayah, tetapi lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah. Konsep wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia, yang mana wawasan Nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD NRI. Hakikat dari wawasan Nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah.

Adapun cara pandang bangsa Indonesia, yaitu :
1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik
2. Perwujudan kepulauan Nusantara satu kesatuan ekonomi
3. Perwujudan kepulauan Nusantara satu kesatuan sosial budaya
4. Perwujudan kepulauan Nusantara satu kesatuan pertahanan keamanan

Konsep bernegara dalam konsep NKRI dicantumkan dalam Pasal 1 Ayat 1 UUD NRI 1945 yang berisi "Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk Republik". Sebagai NKRI, wilayah Indonesia mencakup kesatuan politik, hukum, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Disimpulkan pula dalam video tersebut, bahwa negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik yang wilayahnya merupakan kesatuan dan ribuan pulau yang terletak di antara Samudera Pasifik dan Hindia serta di antara Benua Asia dan Australia. Berikut keunggulan bangsa Indonesia, yaitu jumlah dan potensi penduduknya cukup besar, memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya, dan lerak wilayah yang strategis, serta masih banyak lagi.